01/05/2024
Dalam Acara Halal Bi Halal Pengurus RW 06, Warga, bersama Bu Lurah Karanganyargunung dan Bpk. Camat Candisari di selipkan acara :
1. Secara simbolis serah terima RW lama Sugianto Supardi kepada Ketua RW Terpilih Gatot Priyadi
2. Penerimaan Penghargaan RT berprestasi kepengurusan Pengurus RW 06 tahun 2021 -2024.
Perlu dipahami bahwa Piala dan Piagam ini hasil pengamatan dan penilaian Pengurus RW dari peran aktif serta bukti nyata RT untuk Lingkungannya. ( Bpk. Feri, Mudjijono, Slamet & Wahyu )
Diharapkan dengan pemberian penghargaan ini kedepan bisa menjadi contoh dan memacu semangat RT lain untuk Berkarya diligkungannya... (fer)
23/04/2024
Bertepatan dengan Hari Kartini Minggu, 21 April 2024 diadakan Pemilu Ketua RW 06....
Pemilu langsung ini kali kedua diadakan, pertamakali diadakan tahun 2021. Pemilu ke dua ini masih menggunakan cara Door To Door yg dilakukan Ketua RT bersama Remaja di dampingi Saksi dari setiap calon RW....
Bpk. Gatot Priyadi calon Nomor urut 02, dari hasil perhitungan akhirnya terpilih menjadi Ketua RW 06 periode tahun 2024 - 2027.
Hasil perolehan suara :
1. Suparno Nomor Urut 01 Jumlah Suara : 207
2. Bpk. Gatot Priyadi Nomor Urut 02 Jumlah Suara : 529
3. Bpk. Muh. Nursauman Nomor Urut 03 Jumlah Suara : 377
4. Bpk. Aries Supardi P. Nomor Urut 04 Jumlah Suara : 197
- Jumlah Suara Sah : 1310
- Jumlah Suara Tidak Sah : 20
- Total Jumlah Suara : 1330
Selamat Bpk. GATOT PRIYADI...!!!
(fer2024)
01/04/2024
Sukseskan Pemilu Ketua RW 06, Minggu 21 April 2024....ππππͺ
26/01/2024
Tradisi Nyadran/ Sadranan merupakan tradisi yang dilakukan secara turun
temurun oleh masyarakat Jawa. Tradisi ini dilakukan pada bulan
ruwah menjelang bulan puasa. Tradisi nyadran biasanya dilakukan di makam
leluhur atau makam tokoh yang banyak berjasa bagi syiar agama pada masa lampau.
Tradisi yang hingga saat ini masih berlangsung di masyarakat pedesaan itu
mempunyai makna simbolis, hubungan diri orang Jawa dengan para leluhur, dengan
sesama, dan tentu saja dengan Tuhan. Tradisi nyadran intinya berupa ziarah kubur pada bulan Syaβban / Ruwah dalam kalender Jawa, menjadi semacam kewajiban bagi orang Jawa.
Nyadran/ Sadranan kegiatan Ziarah dengan membersihkan makam leluhur, memanjatkan doa permohonan ampun, dan tabur bunga tersebut adalah simbol bakti dan ungkapan penghormatan serta terima kasih seseorang terhadap para
leluhurnya. Makna yang terkandung dalam persiapan puasa di bulan Ramadan adalah agar orang mendapatkan berkah dan ibadahnya diterima Allah. Lewat ritual nyadran, masyarakat Jawa melakukan penyucian diri. Mereka mengunjungi makam
leluhur, membersihkan batu-batu nisan dari rumput liar dan ilalang, dan
melakukan kendurian. Meski bentuk kegiatan sama, namun makna nyadran sangat
berbeda dengan ziarah kubur. Perbedaan itu, antara lain karena waktu pelaksanaan ritual nyadran telah ditentukan secara sepihak oleh pihak yang memiliki otoritas di daerah tersebut. Di hampir semua desa, pihak yang
berwenang menentukan waktu nyadran adalah juru kunci atau sosok yang paling dituakan dalam masyarakat.
Hari ini : Jumat 26 Januari 2024 di Makam Mbah Guntur yg ada di wilayah RW 06 dilaksanakan Tradisi Sadranan.
08/01/2024
Pemilihan Ketua RT 09 Minggu, 07012024
Selamat dan Sukses mengemban Amanah untuk Bpk. MINDAR terpilih menjadi Ketua RT 09....semoga kedepan tambah maju lingkungannya...
10/12/2023
Geliat Kerja Bakti Lingkungan RT di wilayah RW 06, menindaklanjuti himbauan dari Kelurahan.
Terimakasih RT yang sudah berpartisipasi ππππ₯³....
01/12/2023
Geliat PJN FKK Kel. Karanganyar Gunung di RW 06...
13/11/2023
Apel Kerja Bakti di Saluran pinggir Tol wilayah RW 06,