21/12/2019
Membangun Indonesia dari Timur
Pada tanggal 16-21 Desember 2019, tim ERIA - P2KMI melakukan identifikasi awal terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, yang masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata 'super prioritas'.
Dengan karakteristik geo-ekonomi Indonesia yang beragam, diperlukan suatu konsep inovasi pembangunan (daerah) yang lebih inklusif. Paradigma pembangunan dan iptekin yang mendukungnya perlu lebih apresiatif terhadap keberagaman; menggeser paradigma Jakarta-Jawa sentris menjadi Indonesia-sentris.
Salam hangat dari H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir, SH (Bupati Lombok Tengah)
06/12/2019
Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi (P2KMI)-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebagai Pusat Unggulan Iptek bidang Kebijakan Iptek telah menghasilkan Policy Brief terkait dengan :
𝟏. 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 𝐉𝐚𝐮𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧𝐜𝐢𝐥 𝐝𝐢 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐢𝐧𝐬𝐢 𝐍𝐮𝐬𝐚 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐢𝐦𝐮𝐫 (𝐍𝐓𝐓),
𝟐. 𝐊𝐞𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐈𝐩𝐭𝐞𝐤 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐨𝐯𝐚𝐬𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐑𝐏𝐉𝐌𝐍 𝟐𝟎𝟏𝟓-𝟐𝟎𝟏𝟗, 𝐝𝐚𝐧
𝟑. 𝐑𝐞𝐯𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐢 𝟒.𝟎 : 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐤𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚?
Untuk itu P2KMI-LIPI mengundang masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk hadir dan berpartisipasi pada acara Dialog Publik yang akan dilaksanakan pada :
𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐑𝐚𝐛𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐦𝐢𝐬, 𝟏𝟏- 𝟏𝟐 𝐃𝐞𝐬𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟏𝟗
𝐁𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐥𝐭. 𝟑 𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐞𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐥𝐢𝐦𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧 𝟏,
𝐌𝐞𝐫𝐜𝐮𝐫𝐞 𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥
𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐆𝐚𝐭𝐨𝐭 𝐒𝐮𝐛𝐫𝐨𝐭𝐨, 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐭𝐚𝐧
Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Untuk informasi dan link pendaftaran :
bit.ly/IptekNTT
bit.ly/KebijakanIptek
bit.ly/SiapRI4
28/10/2019
Hari ini P2KMI LIPI menerima kunjungan dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dalam rangka mereview proyek kolaborasi yang sedang dilaksanakan mengenai Comprehensive Asia Development Project (CADP 3.0). Dalam kunjungan kali ini Masahito Ambashi, Phd dan Takuya Fujita yang merupakan ekonom dan senior policy advisor ERIA berdiskusi dengan tim P2KMI yang diketuai oleh Ibu Lutfah Ariana mengenai proyek infrastruktur yang telah berjalan dan akan berjalan di Indonesia. CADP memberikan informasi mengenai proyek pengembangan yang ada di ASEAN.
Info lebih lanjut bisa dilihat di:
http://www.eria.org/database-and-programmes/map-of-cadp-infrastructure-projects/
.0
27/10/2019
Penelitian yang dilakukan oleh Ha Joon Chang pada tahun 2002 ini menggunakan metode analitik historis dan fakta empiris dari perspektif teoretis, serta data dari IMF, Bank Dunia, dan organisasi internasional lainnya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa isu yang menyebutkan " negara maju (Inggris dan Amerika) saat mereka masih menjadi negara berkembang, mereka menerapkan kebijakan Washington Consensus (laissez faire) agar dapat menjadi negara yang berkuasa saat ini" merupakan salah besar. Faktanya mereka sudah menerapkan terlebih dahulu selama berabad-abad kebijakan tarif perlindungan terhadap industri domestik mereka agar kuat menghadapi persaingan dengan barang-barang dari luar, dan kemudian mereka dengan percaya diri membuka diri dengan perdagangan bebas dan memaksa negara berkembang untuk menerapkannya. Ini yang disebut "kicking away the ladder" tujuannya agar negara berkembang tidak bisa menyaingi perekonomian negara maju karena mereka diberikan tangga yang sudah ditendang tersebut.
url dari artikel ini --> https://doi.org/10.1080/05775132.2002.11034173
22/10/2019
P2KMI-LIPI rutin melaksanakan kegiatan Forum Iptek dan Inovasi setiap pekan pada hari Kamis. Forum ini mendiskusikan topik-topik terkait iptekin yang menarik perhatian peneliti P2KMI. Kamis, 26 September 2019 salah satu peneliti P2KMI-LIPI yaitu Winda Anestya Ayunda mendiskusiki topik mengenai pengukuran kinerja riset yaitu Altmetrics. Pada tahun 2010 Jason Priem mengidentifikasi sebuah pengukuran yang bisa menjelaskan hubungan antara aspek sosial terhadap sebuah website dengan repository online. Hasilnya pengukuran tersebut dapat dilakukan melalui dampak yang ditimbulkan seseorang pada penggunaan media sosial dalam melakukan share dan posting terhadap suatu artikel yang ada di sebuah website atau saat ini dikenal dengan Altmetrics. Dengan Altmetric, impact sebuah artikel tidak hanya dilihat dari berapa banyak artikel tersebut dikutip secara konvensional, tetapi dapat dilihat bagaimana sebuah artikel di-klik, dibaca, disimpan atau diunduh, dibagikan, didiskusikan dalam sebuah forum online, maupun diadaptasi dan ditinjau oleh pengguna internet. Terdapat beberapa alat ukur yang bisa digunakan untuk melakukan analisis, seperti ImpactStory, PLOS-ALM, Plum Analytics dan Altmetric Explorer. Priem dkk tahun 2011 menyebutkan bahwa Almetric memiliki Kelebihan untuk mengukur dampak yang lebih luas dari suatu penelitian atau artikel yang disebarkan menggunakan media sosial. Fausto dkk (2012) mengatakan pengukuran ini dapat memberikan deskripsi yang lebih transparan dari kepentingan, penggunaan dan jangkauan produk ilmiah yang dicari oleh pengguna.
16/10/2019
LIPI hadir di Purworejo melalui kegiatan Insinas 2019. Kegiatan yang merupakan kolaborasi 3 satker yaitu P2KMI, P2TTG, dan PPII. Peneliti dari P2KMI diantaranya , , . Mereka menggarap komoditas yang menjadi icon Purworejo yaitu Buah Manggis. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari terdiri atas rangkaian FGD pengembangan model " Inkubasi Teknologi untuk mendukung Kapasitas Inovasi pada UKM Berbasis Komoditas Manggis" pada hari pertama, yang diikuti oleh OPD-OPD terkait serta KWT Sri Lestari, kemudian hari kedua ada technical assistance serta transfer technology untuk produksi Sari Buah Manggis di KWT Sri Lestari, Desa Wisata Somongari. Bantuan juga diberikan berupa alat untuk proses produksi serta perbaikan teknologi kemasan untuk produk Sari Buah Manggis. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan bisa menaikkan kualitas produksi olahan Buah Manggis yang sempat mencuat beberapa tahun lalu dan bisa mem-branding menjadi produk unggulan dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
12/10/2019
Kolom detikNews >> Oleh Ikbal Maulana
Mobil Esemka diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi yakni perusahaan nasional yang dimiliki swasta. Jadi, mobil Esemka bukan "mobil nasional" tetapi murni inisiatif swasta yang berharap ada intervensi dari pemerintah, kata Presiden Jokowi.
Kajian terhadap perkembangan industri berbasis teknologi di Israel dan negara-negara Asia Timur, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok menunjukkan pentingnya intervensi pemerintah. Namun, negara yang berhasil memajukan industrinya melakukan kebijakan teknologi yang merangsang pasar (market-stimulating technology policy).
Intervensi pemerintah berupa struktur pendukung (supporting structure) yang berfungsi, menyediakan pengetahuan (universitas dan litbang), SDM (universitas), pendanaan (modal ventura pemerintah), sarana pengujian (lembaga pengujian pemerintah), dan kebijakan pemerintah berupa bauran kebijakan (policy mix).
Selain pendukung, kualitas dan intensitas aktivitasnya juga penting, serta bagaimana mereka berinteraksi dan bertransaksi dengan sektor bisnis. Kebijakan industri berbasis teknologi harus mempertimbangkan penemuan kewirausahaan (entrepreneurial discovery).
Sulit bagi Indonesia membangun industri yang sama sekali baru, tapi harus dibangun dalam global value chain yang ada. Perusahaan sebesar dan seinovatif Apple saja mengambil komponen dari berbagai perusahaan lain. Jadi, bukan persoalan, suatu industri masih tergantung pasokan negara lain. Namun, bagaimana nilai tambah dibuat dan keuntungan diperoleh.
Link selengkapnya : https://news.detik.com/kolom/d-4710937/untung-esemka-bukan-mobil-nasional?tag_from=wpm_cb_kolom_list&_ga=2.74984530.1344335670.1566471651-561116936.1497038476
12/10/2019
LIPI hadir di Purworejo melalui kegiatan Insinas 2019. Kegiatan yang merupakan kolaborasi 3 satker yaitu P2KMI, P2TTG, dan PPII. Peneliti dari P2KMI diantaranya Hadi Kardoyo, Eki Karsani, Anugerah Yuka Asmara Mereka menggarap komoditas yang menjadi icon Purworejo yaitu Buah Manggis. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari terdiri atas rangkaian FGD pengembangan model " Inkubasi Teknologi untuk mendukung Kapasitas Inovasi pada UKM Berbasis Komoditas Manggis" pada hari pertama, yang diikuti oleh OPD-OPD terkait serta KWT Sri Lestari, kemudian hari kedua ada technical assistance serta transfer technology untuk produksi Sari Buah Manggis di KWT Sri Lestari, Desa Wisata Somongari. Bantuan juga diberikan berupa alat untuk proses produksi serta perbaikan teknologi kemasan untuk produk Sari Buah Manggis. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan bisa menaikkan kualitas produksi olahan Buah Manggis yang sempat mencuat beberapa tahun lalu dan bisa mem-branding menjadi produk unggulan dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
26/08/2019
Saat ini, inovasi bukan kata yang asing lagi bagi kita. Inovasi telah menjadi perhatian karena dampaknya bisa radikal dan terjadi tidak hanya di negara-negara maju. Di Indonesia, masyarakat menyaksikan bagaimana Gojek dan Grab mengubah bisnis angkutan dan pengiriman jarak pendek dalam kurun yang relatif singkat. Inovasi ini merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi dan model bisnis.
Mereka mentransformasi industri, membangun interaksi dan transaksi baru dengan bisnis atau perorangan yang menjadi mitranya maupun dengan masyarakat pelanggan yang akhirnya membutuhkan proses edukasi, adaptasi serta pengambil kebijakan.
Setiap bisnis membutuhkan ekosistem tertentu. Jika unsur dari ekosistem tidak lengkap, seorang wirausahawan harus melengkapinya, apakah dengan menciptakan ataupun dengan memasukkan unsur yang ada di luar. Dibutuhkan kebijakan inovasi yang mengandalkan banyak perusahaan, kebijakan yang terbuka akan memungkinkan munculnya perusahaan-perusahaan yang unggul dan inovatif. Sebagai contoh Korea Selatan yang mengandalkan chaebol memiliki kebijakan inovasi yang semata-mata tidak hanya mengembangkan teknologi saja, tetapi menggunakan kebijakan-kebijakan lain yang saling menguatkan. Dan, yang jauh lebih penting adalah adanya proses pembelajaran kebijakan (policy learning), kemampuan dan kemauan untuk mendeteksi kegagalan, dan mampu mengoreksi kebijakan yang tidak tepat secara cepat.
Dr. Ikbal Maulana, M.Ud Peneliti P2KMI-LIPI
Selengkapnya : https://news.detik.com/kolom/d-4663986/inovasi-bukan-sekadar-kemampuan-teknologi
LIPI
05/08/2019
P2KMI-LIPI rutin melaksanakan kegiatan Forum Iptek dan Inovasi setiap pekan pada Hari Kamis. Forum ini mendiskusikan topik-topik terkait iptekin yang menarik perhatian peneliti P2KMI.
Kamis, 1 Agustus 2019, salah satu peneliti P2KMI-LIPI yaitu Ibu Karlina Sari mendiskusikan hasil belajar selama mengikuti International Seminar on STI Policy & Management di Beijing dan Weihai China yang diadakan oleh China Science& Technology Exchange Center yang berjudul: Dari Negeri Tirai Bambu menjadi Negara Macan Asia: Bagaimana Iptek dan Inovasi Mengubah Cina.
Saat ini Cina mengalokasikan 2.18% dari GDP negara untuk kegiatan R&D yang setara dengan 1965.7 Triliun Yuan. Nilai tersebut kemudian diturunkan kembali dalam skema investasi 75% oleh pemerintah pusat dan 25% oleh pemerintah lokal, sehingga terjadi kolaborasi yang sinergis khususnya untuk mendorong riset inovatif.
Sementara itu, dalam perencanaan dan management di bidang STI, Cina memiliki kementerian khusus yaitu Ministry of Science and Technology. Kementerian ini berkoordinasi dengan seluruh kementerian yang ada dalam struktur pemerintahan Cina untuk mengatasi permasalahan yang ada di setiap kementerian melalui riset di bidang STI, sehingga mendorong produktivitas riset yang berbasis pada kebutuhan dan prioritas nasional di Cina.
Dalam diskusi ini, Ibu Karlina memaparkan pentingnya Litbang dan Perguruan tinggi dalam melakukan riset dan inovasi untuk mendorong kemajuan Cina. Sedangkan dukungan Pemerintah pusat dan lokal menjadi central point bagaimana hasil riset bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah melalui kebijakan strategis maupun komersialisasi hasil riset oleh industri yang mampu mendorong ekonomi dan daya saing.
05/08/2019
P2KMI-LIPI rutin melaksanakan kegiatan Forum Iptek dan Inovasi setiap pekan pada Hari Kamis. Forum ini mendiskusikan topik-topik terkait iptekin yang menarik perhatian peneliti P2KMI.
Kamis, 1 Agustus 2019, salah satu peneliti P2KMI-LIPI yaitu Ibu Karlina Sari mendiskusikan hasil belajar selama mengikuti International Seminar on STI Policy & Management di Beijing dan Weihai China yang diadakan oleh China Science& Technology Exchange Center yang berjudul: Dari Negeri Tirai Bambu menjadi Negara Macan Asia: Bagaimana Iptek dan Inovasi Mengubah Cina.
Saat ini Cina mengalokasikan 2.18% dari GDP negara untuk kegiatan R&D yang setara dengan 1965.7 Triliun Yuan. Nilai tersebut kemudian diturunkan kembali dalam skema investasi 75% oleh pemerintah pusat dan 25% oleh pemerintah lokal, sehingga terjadi kolaborasi yang sinergis khususnya untuk mendorong riset inovatif.
Sementara itu, dalam perencanaan dan management di bidang STI, Cina memiliki kementerian khusus yaitu Ministry of Science and Technology. Kementerian ini berkoordinasi dengan seluruh kementerian yang ada dalam struktur pemerintahan Cina untuk mengatasi permasalahan yang ada di setiap kementerian melalui riset di bidang STI, sehingga mendorong produktivitas riset yang berbasis pada kebutuhan dan prioritas nasional di Cina.
Dalam diskusi ini, Ibu Karlina memaparkan pentingnya Litbang dan Perguruan tinggi dalam melakukan riset dan inovasi untuk mendorong kemajuan Cina. Sedangkan dukungan Pemerintah pusat dan lokal menjadi central point bagaimana hasil riset bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah melalui kebijakan strategis maupun komersialisasi hasil riset oleh industri yang mampu mendorong ekonomi dan daya saing.
@ LIPI
26/07/2019
"Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina"
Pada tanggal 7-22 Juli 2019 lalu, dua peneliti P2KMI (Karlina Sari dan Rendi Febrianda) mendapatkan kesempatan mengikuti "International Seminar on Science & Technology Policy & Management" di Beijing dan Weihai, Cina, yang diadakan oleh China Science & Technology Exchange Center. Kegiatan ini berbentuk lecture dan field visit ke para pelaku iptek.
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Cina hingga negara ini mencapai GDP tertinggi kedua di dunia (wordpopulationreview.com). Perencanaan pembangunan iptekin jangka panjang yang matang serta implementasi sistem inovasi nasional yang melibatkan sinergi pemerintah, akademisi, dan industri menjadi kunci keberhasilan pengembangan dan penguasaan iptek di negara ini.
Setelah lebih dari 30 tahun berkutat dengan experimental development, kini Cina sedang memfokuskan kegiatan litbangnya ke penelitian dasar agar penguasaan ipteknya menjadi paralel dengan negara-negara Eropa. Cina juga memperluas kerja sama internasional melalui Belt and Road Initiative.
Foto 1: The Great Wall, produk hasil iptek berusia 2000 tahun.
Foto 2: Software simulasi desain perkotaan yang diciptakan oleh Supermap Software Co., Ltd., sebuah perusahaan start up lokal yang mengembangkan sendiri platform geographic information system.
Foto 3&4: Kantor dan produk-produk China Academy of Agriculture Mechanization Siences (CAAMS), sebuah perusahaan BUMN yang meneliti, mengembangkan, dan memproduksi alat-alat pertanian.
Foto 5: 20 peserta seminar dari 12 negara-negara Asia dan Afrika bersama penyelenggara dari CSTEC.