03/05/2023
Sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki gunung tentang kisah angker-nya Gunung Lawu. Bahkan, beberapa orang menyebutnya jika Gunung Lawu merupakan gunung paling keramat di Jawa. Gunung setinggi 3.265 mdpl ini terletak di dua provinsi dan tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ngawi dan Magetan, Jawa Timur serta Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Gunung Lawu juga menempati posisi ke-76 gunung tertinggi di dunia. Gunung ini memiliki tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang paling tinggi bernama Hargo Dumilah.
Cerita-cerita masa lalu berkenaan dengan Gunung Lawu semakin memantapkan pilihan untuk mendaki, atau sekadar berwisata di kawasan sekitarnya. Terlebih, pendakian ke Gunung Lawu juga sudah mulai dibuka di era normal baru. Sejarah Gunung Lawu pun kerap dikaitkan dengan legenda tentang Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit.
14/12/2021
Gunung Gede.
Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), S**aratu (2.836 m).
30/04/2019
Menurut banyak cerita yang beredar, gunung ini dinamakan Gunung Prau karena jika dilihat dari atas maka bentuknya memang mirip dengan prau. Sedangkan lembah-lembah di sekelilingnya mirip dengan bentuk ombak.
Asal-usul nama Gunung Prau juga tak lepas dari mitos yang mengatakan bahwa di dalam gunung ini terdapat sumber air yang begitu melimpah ruah. Maka banyak yang meyakini hal ini, karena seperti yang Kamu tahu bahwa di kawasan dataran tinggi Dieng terdapat begitu banyak telaga dan sumber mata air.
Mitos lain mengatakan bahwa nama lain dari Gunung Prau adalah Gunung Mayit. Dalam bahasa Indonesia mayit berarti mayat. Konon ini karena bentuk Gunung Prau yang jika dilihat dari jauh menyerupai pocong yang sedang dalam posisi tidur atau rebahan. Tak ada yang tahu tentang kebenaran mitos dan cerita tersebut.
28/02/2019
Gunung Luhur terletak di Kp. Ciusul Desa Citorek Kidul Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Banten, dengan titik koordinat -6.7502778, 106.3252778.
Gunung Luhur juga masih berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), kurang lebih 9 km dari Wewengkon Adat Citorek. Dilalui yang menghubungkan jalan antara Warungbanten – Citorek, dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim namun menyuguhkan pemandangan yang cukup indah dan menarik.
Gunung Luhur menyajikan pemandangan yang memukau dengan julukan yang biasa pengunjung sebut yaitu “Negeri di atas Awan“. Julukan ini diberikan karena memang wisata Gunung Luhur ini menyajikan pemandangan awan yang indah. Seolah-olah wisatawan sedang berada di ketinggian yang sangat ekstrim.
Anda ingin mendaki gunung luhur ini? Gak perlu mendaki, tidak perlu berkemah juga, pergi ke sini dapat ditempuh dengan waktu 15 menit dari kampung Ciusul dengan menggunkan kendaraan mobil ataupun motor.
Waktu yang pas untuk mendaki gunung ini yaitu pukul 05:30 – 07:00. Disana anda akan disuguhkan pemadangan alam yang jarang ditemukan di tempat lain.
Gunung luhur bisa ditempuh dari Rangkas Bitung sekitar 4 jam perjalanan menggunakan mobil. Rute yang ditempuh yaitu ke arah wewengkon Citorek.
Yang penasaran berikut Admin lampirkan foto-foto dari wisata Gunung Luhur Citorek Kidul. Gambar di ambil dari pihak ketiga.
04/01/2019
Gunung Sumbing adalah gunung api yang terdapat di Jawa Tengah, Indonesia. (Ketinggian puncak 3.371 mdpl), gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang; Kabupaten Temanggung; dan Kabupaten Wonosobo. Bersama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar, seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, apabila dilihat dari arah Temanggung. Celah antara gunung ini dan Gunung Sindoro dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Temanggung dan kota Wonosobo. Jalan ini biasa dijuluki sebagai "Kledung Pass".
27/06/2018
Semeru bukan sekadar gunung, selain menyandang gunung tertinggi di p**au Jawa yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut, Mahameru juga menyimpan banyak mitos. Mahameru konon adalah tempat bersemayamnya para dewa. Benarkah?
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno abad 15, Pulau Jawa dulunya mengambang di lautan luas dan terombang-ambing dipermainkan ombak. Pada suatu saat Sang Hyang Siwa datang ke p**au tersebut dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga p**au tersebut dinamakan Jawa. Namun p**au tersebut masih terombang ambing tak menentu.
COMMERCIAL BREAK
CLICK TO EXPOSE
READ MORE
Patah Hati Saat Gebetan Sudah Punya Pacar? Jangan Galau Ladies
4 Cara Elegan Menyikapi Mantan yang S**a Menyindirmu di Medsos
Para Dewa lalu memutuskan untuk memaku Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India di atas Pulau Jawa. Untuk memindahkan Gunung Meru tersebut, Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung itu di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut.
Kedua dewa tersebut lalu meletakkan gunung Meru di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung p**au bagian timur terangkat ke atas. Wisnu dan Brahma lalu memotong Gunung Meru dan meletakkannya satu di ujung timur dan satu di barat.
Potongan gunung yang berada di sebelah barat membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Di gunung inilah diyakini para dewa bersemayam.
Dalam agama Hindu Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung antara bumi (manusia) dan kayangan. Kalau manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Tak ayal, hingga saat ini banyak masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap gunung sebagai Semeru tempat
02/04/2018
Gunung Cikuray adalah salah satu personil dari tiga gunung yang sangat terkenal di kabupaten Garut, yakni Paguci (Papandayan, Guntur dan Cikuray). Gunung ini terletak di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Ketinggiannya yang mencapai 2.821 mdpl membuat gunung Cikuray menyandang status sebagai gunung tertinggi di kabupaten Garut dan berada pada urutan ke-4 dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Jawa Barat.
Pada saat ini, kamu akan mengetahui tentang sejarah gunung Cikuray, karena memang itu tujuan saya membuat postingan ini. Yuk, tanpa basa-basi, ini dia;
Sejarah Gunung Cikuray
Menurut beberapa naskah kuno, gunung Cikuray dahulunya adalah gerbang menuju kerajaan Sunda, Padjadjaran. Pada abad 17, lereng gunung Cikuray merupakan tempat pemukiman para pendeta dan menjadi pusat pembelajaran berbagai macam ilmu, sehingga tempat itu menghasilkan begitu banyak naskah-naskah kuno yang menjadi objek penelitian para ahli sejarah. Naskah-naskah tersebut bisa kamu temukan di Kabuyutan, Ciburuy Garut.
Misteri Hilangnya Reni Komalasari di Gunung Cikuray
Pada tahun 2009, kita semua digegerkan oleh hilangnya pendaki perempuan asal Tangerang yang bernama Reny Komalasari di gunung Cikuray. Hal yang membuatnya begitu misterius adalah kenyataan yang mengatakan bahwa jasad Reny tidak pernah ditemukan sampai sekarang.
Banyak kabar kasak-kusuk yang beredar tentang hal ini, salah satunya adalah cerita dari tukang ojeg setempat yang pernah saya tanyai. Dia berpendapat, bahwa Reny hilang karena melakukan hubungan badan di atas gunung Cikuray. Kejelasannya?, entahlah.
Hingga saat ini, banyak orang yang mengaitkan Reny dengan sosok perempuan yang berwajah gelap dan berbaju putih yang sering menampakan dirinya di hadapan sebagian pendaki gunung Cikuray.
06/01/2018
"Semakin kamu mencari tahu apa yang ingin kamu ketahui maka akan semakin dalam kamu masuk kedalam rasa ingin tahu mu, Gungun Gunawan"
Sejarah atau legenda Gunung Guntur ternyata menceritakan tentang sebuah kerajaan. Pada zaman dahulu kala, konon terdapat sebuah kerajaan yang berdiri di sekitar lembah kaki Gunung Kutu. Kerjaan tersebut adalah "Kokorobokan" yang di pimpin oleh seorang raja bernama Sunan Ranggalawe. Sunan Ranggalawe memiliki seorang kakak peremuan bernama Ratna Inten Dewata. Jika menurut peraturan kerjaan, Sunan Ranggalawe tidak bisa menjadi seorang raja. Yang lebih berhak menjadi sang raja seharusnya adalah kakaknya. Tapi karena Ratna Inten Dewata adalah seorang peremuan, maka Sunan Ranggalawe lah yang akhirnya diipilh menjadi seorang raja untuk menduduki tahta dan mewarisi dari raja terdahulu.
Pada suatu ketika kemarau panjang melanda kerajaan Kokorobokan. Dimana-mana terjadi kekeringan yang membuat rakyat Kokorobokan sangat menderita. Sebagai seorang raja Sunan Ranggalawe tidak bisa tinggal diam dengan hanya memikirkan penderitaan yang di derita oleh rakyat dan negrinya. Setelah memikirkan jalan kleuar dengan para patih kerajaan, akhirnya Sunan Ranggalawe mumutuskan jalan keluar dari kemarau panjang yaitu dengan membuat telaga penampungan air. Akan tetapi lahan yang kan dibuat telaga penampungan air tersebut ternyata di kuasai oleh Ratna Inten Dewata. Secara baik-baik Sunan Ranggalawe meminta izin kakanya agar menyerahkan lahan yang di diaminya, sayang Ratna Inten Dewata menolaknya smabil berkata "Setelah aku tidak jadi raja karena aku seorang wanita, sekarang tempat tinggal ku akan kau rebut juga?!" Sunan Ranggalawe pun tidak bisa berbuat apa-apa atas penolakan kakaknya. Raja pun menghormati keputusan kakanya meski para patih kerjaan sangat kecewa. Sunan Ranggalawe sangat kebingungan, sementara rakyat membutuhkan air. Setelah berpikir dia berniat untuk kembali memnemui kakaknya. Lagi, Ratna Inten Dewata tetap menolak.
Sumber gambar: http://dae
06/09/2017
GUNUNG Pulosari telah lama dikenal. Dalam sejarah Banten dikatakan Sunan Gunung
Jati dan Hasanuddin melakukan perjalanan dengan tujuan ke Gunung Pulosari yang
menurut Sunan Gunung Jati merupakan wilayah Brahmana Kandali. Di atas gunung itu
hidup delapan ratus ajar-ajar yang dipimpin Pucuk Umun. Hasanuddin diberitakan
konon tinggal bersama mereka selama sepuluh tahun lebih.Keberadaan Gunung
Pulosari yang dipercaya sebagai salah satu gunung keramat diperkirakan telah
muncul jauh sebelum berdirinya Kerajaan Banten Girang yaitu kerajaan yang
bercorak Hindu/Buddha sebelum berdirinya Kesultanan Banten Islam. Berita-berita
dari beberapa pakar kepurbakalaan seperti Pleyte mengisahkan Sanghyangdengdek
berdasarkan sumber cerita Ahmad Djayadiningrat pada tahun 1913 dan NJ Krom dalam
Rapporten van der Oudheikundingen Diens in Nederlandsch Indie tahun 1914
menyatakan p**a bahwa di seputar Kabupaten Pandeglang ada peninggalan arkeologi
berupa arca nenek moyang. Salah satu arca yang dimaksud adalah patung tipe
polinesia di Tenjo (Sanghyangdengdek).
Gambaran Gunung Pulosari sebagai gunung keramat diperoleh p**a dari keterangan
Claude Guillot bahwa di Desa Sanghyangdengdek, Kecamatan Saketi, Kabupaten
Pandeglang terdapat pemujaan lama yang menyandang nama dewa. Tempat pemujaan
tersebut sudah lama dikenal berupa batu berdiri yang tingginya kira-kira satu
meter dan puncaknya dipahat sederhana dan kasar berbentuk kepala, mata bulat,
mulutnya hanya berupa goresan, telinganya dibuat hanya tipis sederhana dan
hidung tidak nyata, lengan-lengan dan kelamin lelaki kelihatan p**a, tetapi
hampir tidak menonjol.
Tidak hanya itu. Keberadaan Gunung Pulosari yang dikenal sebagai gunung keramat
dapat dikatakan sebagai salah satu pusat peradaban masa lalu di daerah Banten.
Pernyataan ini tentunya didukung bukti-bukti peninggalannya. Kira-kira empat
kilometer dari Sanghyangdengdek di atas bukit Kaduguling tepatnya di perbatasan
Desa S**asari dan Desa Bongkaslandeuh, Kecamatan Menes, Kab.pandeglang
26/08/2017
Tema : dilema ketinggian.
ada uang tidak ada waktu.
Ada waktu tidak ada uang.
Ada uang ada waktu.
Tidak ada pasangan/teman mendaki.