TRANSFORMASI HIDUP
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23)
Burung rajawali adalah burung yang terkenal dengan kekuatan sayap dan ketangguhannya dalam menerjang badai. Namun siapa sangka, dalam siklus hidupnya saat berumur 40-60 tahun, ia harus mengalami transformasi yang menyakitkan pada tubuhnya selama setengah hingga satu tahun lamanya. Selama proses tersebut, ia akan pergi ke puncak gunung dan membuat sarang di sana, membiarkan paruh lama yang bengkok dan mengeras menjadi patah dan bulu-bulu tubuhnya rontok sehelai demi sehelai. Namun, setelah proses transformasi tersebut berhasil ia jalani dengan sabar, ia akan memiliki kekuatan yang baru untuk bertahan hidup hingga 120 tahun.
Sahabat, proses pembentukan karakter seringkali berjalan lambat dan menyakitkan. Namun, semua proses yang kita alami adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan kita kepada tingkat kedewasaan penuh yang Tuhan rindukan terjadi dalam hidup kita. Dan seberapa lama proses pembentukan demi pembentukan terjadi juga tergantung dari respon dan sikap hati kita terhadap proses tersebut.
Tuhan rindu agar kehidupan baru yang kita jalani setelah mengenal keselamatan adalah hidup yang bukan asal hidup dan tanpa tujuan. Ia rindu agar hidup kita menjadi maksimal dan berarti bagi orang lain, sehingga Kerajaan Sorga pun dimuliakan lewat hidup kita. Namun, sebelum kita dipakai sebagai alat kemuliaanNya, Ia perlu memproses dulu kedewasaan kita sehingga kita mengerti bahwa hidup yang kita miliki bukanlah untuk kepentingan kita sendiri. Dibutuhkan penyangkalan diri, mematikan ego, dan melakukan kehendakNya yang seringkali berlawanan dengan kedagingan kita. Oleh karena itu, bersabarlah di dalam proses-Nya. Ia belum selesai dengan hidup kita. [JN]
Perenungan
Apa syarat mengikut Kristus menurut Lukas 9:28 (TB)?
Bacaan : 1 Tawarikh 1-3
Mekarsari Indah
Desa Mekarsari
Kecamatan Rajeg
Kabupaten Tangerang GBI Taman Walet City adalah gereja yang dipergunakan untuk beribadah umat Kristen.
MABUK MEMBAWA DUKA
“Mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk dan kehilangan akal.” (Mazmur 107:27)
Awal bulan Februari 2022, media online nasional diwarnai berita meninggalnya 9 orang karena mabuk miras oplosan di Jepara. Setelah menerima gaji bulanan, mereka merayakannya dengan saling adu kuat siapa yang bisa minum miras terbanyak. Akibatnya malah fatal, mereka mabuk berat dan meninggal di tempat. Peristiwa semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di berbagai negara lain juga seperti di Lithuania dan Costarica. Korbannya pun ada yang enam belas orang dan ada yang 19 orang. Umumnya mereka yang menjadi korban memang sudah terbiasa minum minuman keras.
Secara medis, penggunaan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan penyakit kronis dan masalah kesehatan serius lainnya seperti Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit hati, dan masalah pencernaan. Selain itu, mengkonsumsi alkohol membuat fungsi otak menjadi terganggu dan kesehatan mental juga menjadi menurun.
Dalam ayat nats hari ini kita membaca tentang apa yang terjadi pada orang yang meminum minuman keras. Yaitu pusing, terhuyung-huyung dan kehilangan akal. Firman Tuhan secara jelas menasehati kita untuk hidup dipenuhi dengan Roh Kudus, bukan dipenuhi oleh minuman keras. Minuman keras membuat kita tidak sehat secara jasmani dan rohani.
Masih ada orang-orang Kristen yang mempunyai kebiasaan minum-minuman keras. Bahkan di daerah yang mayoritas masyarakatnya beragama Kristen, sangat disayangkan perilaku mabuk-mabukannya sangat memalukan dan mencoreng citra daerah yang seharusnya bisa menjadi terang dan garam bagi bangsa.
Sebagai orang percaya, Tuhan mau agar kita menyalibkan kedagingan dan menguasai diri kita agar kita sehat secara rohani dan juga jasmani. Kalau ada diantara Saudara yang masih punya kebiasaan mabuk-mabukan, mari berubah dan jalani hidup dalam kebenaran firman Tuhan, agar kita sehat selalu lahir dan batin. [BT]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Apakah minum minuman keras baik bagi kesehatan tubuh dan mental seseorang?
P2: Kalau saat ini Saudara memiliki ketergantungan pada alkohol, mari ambil langkah perubahan saat ini. Tinggalkan minuman keras dan hiduplah bagi Tuhan.
Bacaan : 2 Raja-Raja 23-25
PRIBADI YANG SEHAT KARENA KRISTUS
“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” ( Galatia 5:24)
Teddy Hung adalah boss triad Hongkong yang juga merupakan seorang mafia Internasional. Selain menjalankan sekitar 200 bisnis kasino di Hongkong, Macau, dan Filipina. Hung juga memiliki bisnis lain seperti narkoba dan prostitusi. Dia begitu kaya sampai-sampai, suatu kali, ketika dia ditangkap polisi dan masuk kedalam penjara, dia mampu untuk merenovasi penjara tersebut sehingga kamarnya menjadi sama seperti hotel bintang lima. Teddy Hung juga dikenal memiliki 4 istri, belasan pacar yang sebagian dari mereka adalah artis Hongkong.
Di dalam penjara, ada seorang Kristen yang s**a melayani memberi Hung sebuah Alkitab. Akan tetapi, Hung selalu menolaknya. Namun, dengan tekunnya orang tersebut menginjili Hung. Suatu hari dia bertanya pada Hung sambil kembali menawarkan Alkitab, “Teddy kamu orang yang sangat terkenal di Hongkong, tapi jika kamu mati kira-kira orang akan mengenal kamu sebagai apa?” Ia terdiam dan untuk pertama kalinya, dia mau menerima Alkitab itu sambil pergi. Malam itu, Hung tidak bisa tidur sebab pertanyaan itu meresahkan hatinya. “Jika saya mati, apakah saya akan dikenal sebagai raja judi? Ataukah sebagai orang yang menghancurkan banyak rumah tangga lewat bisnis judi atau bisnis prostitusi saya?” Malam itu, dia pun untuk pertama kalinya menantang Tuhan. Pikirnya, “Tuhan jika Engkau benar-benar ada, biarkan saya bisa tidur malam ini”. Tidak pernah dia merasakan kegelisahan seperti ini. Ajaib! Tidak lama kemudian ia tertidur lelap. Inilah titik dimana Teddy Hung mulai percaya kepada Tuhan.
Mulai saat itu, Tuhan ikut campur tangan. Bisnis Hung yang tidak dikehendaki Tuhan pun satu per satu mulai menurun dan bangkrut. Namun, Hung tidak menyesal. Ia terus mencari Tuhan lewat bimbingan seorang Kristen di dalam penjara. Bahkan setelah bebas, Hung membuka bisnis kesehatan dan menceraikan 3 istrinya dan pacar-pacarnya agar dia bisa hidup bersama istrinya yang sah. Dia juga mulai membangun gereja-gereja yang khusus menjangkau para gangster sebab Hung yakin bahwa gangster pun membutuhkan Tuhan Yesus. Lewat pertobatannya, Teddy Hung juga banyak menolong orang untuk juga menemukan keselamatan.
Jika hari ini Saudara ditanya, “Jika kamu mati, orang-orang akan mengenal kamu sebagai apa ?” Apakah jawaban Saudara? [JEA]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Apakah Saudara sudah hidup menurut kehendak Tuhan atau masih mengikut kehendak daging?
P2: Fokuskan hati dan pikiran hanya kepada Tuhan. Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri untuk hal-hal yang bersifat duniawi. Mari belajar untuk menyalibkan keinginan daging kita dan hidup untuk Tuhan.
Bacaan : 2 Raja-Raja 21-22
OVERTHINGKING (BERPIKIR BERLEBIHAN)
“Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. “ (Titus 2:2)
Overthingking (berpikir berlebihan) adalah issue yang akhir-akhir ini beredar di masyarakat kita. Dengan berbagai informasi dan kecepatan teknologi yang kita miliki maka kita tidak bisa menikmati “hidup“ (keberhasilan ataupun kekecewaan). Semuanya berlalu dengan begitu cepatnya. Ketika kita bahagia karena pencapaian, kita hanya menikmati sesaat dan sudah itu dilupakan dengan target pencapaian berikutnya atau tiba-tiba merasa kecewa karena pencapaian kita tidak terlalu wah dibanding dengan pencapaian “tetangga“ kita di media sosial.
Overthingking bisa menimbulkan masalah baru dalam hidup, misalnya depresi (tertekan) karena membandingkan diri dengan orang-orang yang kita tidak kenal sama sekali dan orang tidak peduli sama sekali tentang kita.
Pada waktu zaman saya kecil (tahun 90-an) saya membandingkan diri saya dengan teman sekelas atau teman-teman di sekolah lainnya. Tetapi anak-anak zaman sekarang membandingkan dirinya dengan para selebritis K-Pop atau influencer muda terkenal. Atau ibu-ibu muda jaman sekarang yang membandingkan dirinya dengan para aktris Hollywood yang wara wiri dengan fashion mewah. Atau para pria muda yang membandingkan dirinya dengan pencapaian para artis muda terkenal berpendapatan milyaran rupiah. Atau para orangtua lainnya yang membandingkan dirinya dengan keluarga selebriti lainnya. Overthingking bisa menimbulkan masalah kesehatan yang tadinya tidak ada menjadi ada. Seperti ketika kita mengalami gejala tubuh yang tidak biasa (sedikit ada rasa sakit), kita langsung membuka internet dan membandingkan (mendiagnosa) gejala tubuh dengan informasi yang ada di internet, kemudian mengambil kesimpulan bahwa kita mempunyai penyakit diabetes, jantung, hepatitis kanker atau lainnya.
Di Titus 2:1-10 tentang perikop “Kewajiban orang tua, pemuda dan hamba” dituliskan referensi tepat bagaimana kita berlaku diusia kita, sebagai orang tua, pemuda atau di pekerjaan. Bukannya referensi kita berdasarkan informasi media sosial atau berita-berita dangkal yang hanya ingin mendapatkan tanda “like atau jempol” saja. Hendaklah kita menjadi bijaksana apalagi di saat-saat ini dengan informasi berseliweran di mana-mana. Kembali lagi kepada dasar yang benar jika kita ingin hidup “sehat” sesuai perintah Tuhan. [SE]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Resiko apa yang kita hadapi jika kita menerima informasi/referensi yang salah mengenai cara bersikap atau hidup seusai ajaran Firman Tuhan?
P2: Bagaimana sikap kita ketika menghadapi informasi “salah“ yang bermunculan?
Bacaan : 2 Raja-Raja 18-20
JAUHILAH
“Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.”(1 Petrus 2:11)
Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sedang ada di hadapan pemimpin istana. Mereka termasuk golongan yang beruntung. Bangsa Israel sedang ditawan oleh bangsa Babel. Namun mereka termasuk golongan pemuda yang berpengertian, cakap dan berperawakan baik. Mereka yang terpilih ada di istana sekarang.
Berkatalah pemimpin istana kepada mereka “Kalian semua adalah orang-orang pilihan dari bangsamu. Kalian adalah orang yang akan kami didik selama 3 tahun, agar kalian mempunyai pengetahuan yang baik. Dan bisa bekerja untuk kejayaan Babel.” Demikianlah disampaikan sang pemimpin. “Untuk itu kalian semua akan mendapat fasilitas yang ada di istana ini. Makanan yang disiapkan untuk raja, akan menjadi makanan kalian juga, sehingga kalian bisa sehat dan kuat.” Itulah yang disampaikan sang pemimpin.
Daniel tahu bahwa makanan yang dihidangkan raja tidak sesuai dengan hukum taurat bangsa Israel. Ada anggur dan jenis yang lain yang diharamkan oleh hukum Israel. Namun semua itu adalah makanan yang lezat. Daniel berjuang di dalam dirinya. Ia harus mengalahkan keinginannya untuk makan makanan yang lezat dan enak itu. Ia akhirnya mengambil sikap untuk mentaati hukum Allah.
Berkatalah Daniel kepada sang pemimpin “Tuan izinkanlah kami untuk tidak makan makanan raja itu. Biarkanlah kami makan sayur dan air saja. Karena kami hendak mentaati hukum Allah kami.” Sang pemimpin menjawab “Aku kuatir kalian menjadi sakit dan lemah di hadapan raja”. Maka jawab Daniel “Janganlah tuanku kuatir. Adakanlah percobaan selama sepuluh hari, maka tuanku akan bisa melihat bahwa kami akan baik-baik saja.” Dan demikianlah yang terjadi. Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap sehat dan bugar dengan makanan pilihan mereka.
Di dalam diri kita selalu akan ada pertentangan antara keinginan daging dan roh. Dan seringkali keinginan daging nampak lebih menarik. Untuk itulah rasul Paulus menasehatkan dalam nats di atas untuk setiap kita mendisiplin diri menjauhkan dari keinginan daging. Agar kita menang, memang harus bisa secara kontinyu dan konsisten menjauh dari keinginan daging. Tundukkanlah diri kita kepada keinginan roh. [CG]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Masihkah ada keinginan daging yang menguasai kita ?
P2: Terus berusaha untuk konsisten menjauhkan diri dari keinginan itu
Bacaan : 2 Raja-Raja 15-17
KOLONEL SANDER VS TEH WIWIN
“ Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Tawarikh 15:7)
Cerita tentang Kolonel Sanders sering dipakai untuk memotivasi orang. Saya sentil sedikit tentang kegagalannya. 1952 ia menjual semua propertinya untuk berkeliling menawarkan resep ayamnya. Sayangnya, lebih dari 1.000 restoran menolak resep yang ditawarkannya, tetapi dia tidak menyerah begitu saja. Terus berkeliling sampai tiba di restoran yang ke 1.008 yang mau membeli resepnya. Cerita selanjutnya kita semua tahu, dan bisa jadi saat ini kita sedang menikmati hasil perjuangannya. Lalu siapa teh Wiwin?
Teh Wiwin bukan tukang goreng ayamnya Kolonel Sanders apalagi sekretarisnya, dia hanya penjual lotek dan rujak di kompleks perumahan. Lalu apa hubungannya dengan Kakek berjanggut putih yang sosoknya begitu mendunia itu? Enggak ada hubungan apa – apa, mereka hanya sama – sama berjuang dari kegagalannya. Sebelum loteknya laris manis seperti sekarang, beberapa kali harus membuang dagangannya karna enggak ada yang beli. Bolak balik mencoba rasa yang pas tapi itupun belum bisa menarik pembeli. Jatuh bangun sampai mau ganti
jualan lain, tapi di saat itulah ada pembeli yang memesan 10 bungkus, pemicu yang membuatnya kembali bersemangat. Sekarang tidak pernah ada sisa untuk dagangannya.
Mereka, saya, kamu, kita, kalian, punya cerita kegagalan di bidangnya masing – masing. Artinya kegagalan itu milik semua orang, bukan aib yang harus ditutupi, disesalkan, atau membuat rendah diri. Tuhan tidak pernah merancangkan kegagalan untuk anak-anakNya tapi Dia juga tidak butuh anak-anakNya yang sempurna. Dan, ini yang hebat – Tuhan tahu di satu musim kehidupan anak-anaknya akan bertemu dengan kegagalan dan Ia menyediakan hidupNya untuk membalut luka hati anak-anakNya akibat dari kegagalan itu. 2 Tawarikh 15:7,
Mazmur 147:3, Yeremia 17:14, Mazmur 121:1-3, dan masih banyak ayat lagi yang menjadi jaminan bahwa Ia tempat yang tepat untuk didatangi ketika kita terpuruk menghadapi kegagalan. Tidak usah banyak dalih untuk dijadikan alibi, cukup hanya datang padaNya, mengakui kegagalan itu, tetap percaya bahwa hanya Dialah yang bisa memberi jalan keluar, dan mulai sertakan Tuhan di setiap langkah kehidupan kita, sekecil apapun itu. [WER]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1 : Kegagalan mungkin cara Tuhan untuk bisa berbagi dengan orang yang mengalami hal yang sama
P2 : Gagal sekarang bukan berarti kehidupan berhenti, contohnya Daud.
Bacaan : 2 Raja-Raja 11-14
JANGAN TAKUT GAGAL
“Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.” (Mazmur 145:14)
Bill Gates berasal dari keluarga kelas menengah pada awal merintis kariernya, ia mencoba memulai bisnisnya bekerja sama dengan Paul Gilbert dan Paul Allen. Mereka menciptakan Traf-O-Data, sebuah mesin pemroses data. Perusahaan pertama yang ia bentuk ini kemudian cukup berjalan baik dan bisa menghasilkan pendapatan. Namun, ketika mereka mencoba mempresentasikan mesin pemroses data itu kepada Seattle Country, mesin tersebut mengalami kerusakan.
Kegagalan yang Bill Gates alami tidak mematahkan semangatnya untuk terus membangun perusahaannya. Ia berusaha bangkit, membangun sebuah tim yang solid untuk menganalisis penyebab dari kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya Bill Gates bersama dengan timnya berhasil membangun Microsoft Coorporation, sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Redmond, Washington
Amerika Serikat. Sebuah perusahaan yang mengembangkan, membuat, memberi lisensi dan mendukung berbagai produk dan jasa terkait dengan komputer.
Mengalami kegagalan adalah sebuah hal yang wajar. Kegagalan merupakan awal dari sebuah proses untuk mencapai keberhasilan. Proses yang harus dilewati oleh siapapun dan dalam bidang apapun. Dari kegagalan inilah kita belajar introspeksi diri dan menganalisis kekuatan dan kelemahan dari setiap pencapaian hasil kerja yang sudah dilakukan.
Menjadi pengikut Kristus bukan berarti terbebas dari segala permasalahan yang bisa menjadi pemicu sebuah kegagalan. Ada waktunya kita harus belajar dari setiap permasalahan sebagai proses agar menjadi lebih dewasa. Pendewasaan inilah yang memampukan kita bisa membaca peluang, membuat perencanaan, dan membangun sebuah sistem kerja yang baik. Dengan begitu kita tidak akan mengalami kegagalan yang sama.
Ketika kita sedang mengalami kegagalan milikilah iman dan percayakan semuanya kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan akan menopang dan memberikan kekuatan kepada kita agar bisa bangkit dari kegagalan. Tugas kita adalah bekerja sesuai dengan bagian dan kapasitas yang kita miliki. Selebihnya biarlah Tuhan yang akan bekerja dan melakukan kehendak-Nya.– [WB]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1 : Mengapa sebagai orang Kristen kita masih diijinkan oleh Tuhan untuk mengalami kegagalan?
P2 : Tindakan apa saja yang harus kita lakukan ketika sedang mengalami kegagalan?
Bacaan : 2 Raja-Raja 7-10
UGD : URUSAN GUE DHÉWÉK
“Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh.” (Yesaya 38:16)
Ahh, masalah segitu aja sihh enteng buat gue… | Masa’ sihh segitu aje elu ngga’ bisa beli… | Gimana sihh Bro, anak udah gèdhé gitu belom juga di sekolahin, paling berapa sihh biaya masuk TK… Gimana, udah rutin persembahan persepuluhan blom?? Liat nihh saya, dengan rajin mengembalikan Persepuluhan, saya jadi selalu hidup dalam kelimpahan… |Makanya beriman d**g, kalo beriman sihh yakin aja, pasti Tuhan sembuhkan, percaya saya dehh…
Aaaakkkhhhhh… saya sudah tidak kuat lagi menanggung semua ini!!!… | Besok apa saya masih bisa ngasi makan anak isteri saya… |Yahhh, kalo segitu, mana ada duit nya, tunda dulu aja dehh… Sabar ya Nak, kamu sekolahnya taon depan lagi aja ya?!!… | Udah dibawa ke dokter di Puskesmas masi belom ada perubahan, mau dibawa rumah sakit, kita biaya dari mana??… |
Begitulah, kita tidak pernah mengetahui “badai kehidupan” yang menerpa masing-masing orang. Dan hal itu membuat yang sedang mengalaminya, merasa seakan dirinya hidup sendirian di dunia ini. Bercerita ke pasangan hidup, takut justru membebani pikiran dan perasaan. Sementara yang sedang tidak merasakannya, hanya akan memberikan nasihat kosong menyakitkan, semisal untuk bersyukur pada apapun yang terjadi. Padahal, si pemberi nasehat, tidaklah memahami betapa beratnya apa yang sedang dirasakan. Lalu, gimana donk??…
Ya begitulah, banyak krisis kehidupan, yang sudah seberat kondisi “Unit Gawat Darurat”, namun itu seakan hanya menjadi “UGD” lain: “Urusan Gue Dhéwék”. Karena seakan, hanya dia yang mengalaminya-lah yang harus menanggung semuanya seorang diri.
“Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh.” (Yesaya 38:16). Ingatlah, Tuhan kita bukanlah sebuah solusi terakhir, DIA bukanlah kawan terakhir. Sejatinya, DIA adalah segalanya. Yang sejak awal haruslah kita sertakan dalam setiap langkah kaki kita. Walau kenyataannya, kita seringkali melupakan keberadaan dan kuasa-NYA. Namun, ketika hidup kita telah memasukki babak “UGD”. DIA akan selalu ada 24 jam non-stop. Dan kalau DIA belum kunjung menjawab, itu hanya karena DIA ingin kita lebih lama bergantung pada NYA, saja, bukan kepada yang lain. [AH]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1 : Sudahkah saya bergantung pada TUHAN sepenuhnya??
P2 : Mulai sekarang, saya mau terus bergantung pada TUHAN, sepenuhnya bukan seperlunya!!
Bacaan : 2 Raja-Raja 4-6
141 KEGAGALAN
“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:9)
Mungkin Anda pernah mendengar dan membaca seri buku Chicken Soup for The Soul yang sangat populer. Hingga saat ini seri buku tersebut terjual lebih dari 120 juta eksemplar di dunia. Dibalik kisah kesuksesan buku tersebut, ada kisah ketekunan yang luar biasa. Pencipta seri buku ini adalah Mark Victor Hansen dan Jack Canfield.
Awalnya ide mereka dianggap buruk dan ditolak oleh banyak penerbit, tetapi mereka tidak pantang menyerah. Mereka tetap tekun untuk mencari penerbit yang bersedia untuk menerima dan menerbitkan ide mereka. Akhirnya ketekunan mereka membuahkan hasil setelah mengalami penolakan dari 141 orang penerbit. Tahukah Anda, jika satu buku saja mereka memperoleh hak cipta sebesar 50 sen, maka dari penjualan buku saja mereka mendapatkan $60 juta atau setara dengan delapan ratus lima puluh miliar rupiah.
Sahabat, dari kisah kesuksesan Mark Victor dan Jack Canfield, kita belajar bahwa yang terpenting dalam sebuah proses kesuksesan adalah selalu bangkit ketika kita gagal. Manusia tidak dilahirkan dengan keadaan langsung mampu berjalan dan berlari. Kita semua harus melalui proses jatuh bangun dalam belajar berjalan dan berlari. Artinya untuk bisa berhasil di dalam suatu hal, manusia harus melewati proses belajar yang menyakitkan.
Tuhan tidak pernah berjanji jika kita menjadi pengikut-Nya maka semua kesulitan akan hilang di dalam kehidupan kita, tetapi Tuhan berjanji akan selalu menyertai umat-Nya. Oleh sebab itu apapun permasalahan dan kesulitan hidup yang sedang kita alami, anggaplah itu sebagai suatu proses yang memang harus dilewati. Ingatlah bahwa jika kita bangkit lebih banyak daripada kita jatuh, maka artinya kita akan berhasil. [FP]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Mengapa kita harus bangkit dari kegagalan?
P2: Hal apakah yang akan Saudara lakukan untuk mampu bangkit dalam menghadapi kegagalan di dalam kehidupan?
Bacaan: 2 Raja-Raja 1-3
ROH KUDUS DI DALAMMU
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia . Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. (1 Korintus 3:16-17)
Seorang suami Kristen dalam keadaan kalut dan galau karena sedang ribut dengan istrinya pergi ke tempat diskotik. Dia berpikir dapat menghilangkan kepenatan dan melupakan masalahnya. Dia sudah lupa bahwa dia seorang pelayan Tuhan dan seharusnya menjadi terang bagi orang dunia. Singkat cerita dia dilayani oleh wanita-wanita penghibur di tempat tersebut. Akhirnya dia meninggalkan tempat tersebut bukan pulang ke rumah tapi ke tempat penginapan bersama wanita yang baru dia kenal. Maka terjadilah perbuatan dosa yang dilakukan. Laki-laki ini bercerita bahwa sepulang dari perbuatannya tersebut, dia merasa bersalah sekali. Dia tidak mau melayani lagi di gereja, hubungan dia dengan istrinya semakin terpuruk dan yang lebih parah lagi dia merasa sangat jauh dari Tuhan.
Penyesalan yang dialaminya terus menerus dan dia tidak dapat memaafkan dirinya. Padahal istrinya sudah baikan lagi kepadanya, anak-anaknya pun tetap hormat. Suatu kali dia berjumpa dengan seorang pendeta dan mulai menceritakan apa yang sudah dilakukannya. Dan dia menyampaikan penyesalan, rasa malu serta menyalahkan dirinya. Bapak pendeta ini mendengarkan dengan penuh perhatian dan dia menyampaikan 1 Yohanes 1:9, bahwa Allah akan mengampuninya, jika ia mengaku kepada-Nya dengan ketulusan dan kesungguhan. Tuhan mengampuni segala dosa, baik yang besar maupun yang kecil. Dengan darah-Nya dosa kita disucikan dan Dia tidak mau mengingat-ngingat lagi. Yang penting dia bertobat dan tidak kembali untuk pergi ke perempuan tersebut. Setelah mendapat peneguhan dari firman Tuhan dan dia sudah mengakui secara tulus dan terus terang mengenai kesalahannya kepada Allah, maka dia mendapat kelegaaan. Yang selama ini
merasa tertekan terus, maka sekarang dia mendapat damai sejahtera kembali.
Sahabat, tubuh kita adalah Bait Roh Kudus, maka seyogianya kita menjaga agar tidak mendukakan Roh Kudus yang berdiam di dalam kita. Oleh sebab itu, jika ada dosa, segera kita mengakuinya di hadapan Allah, maka damai dari Allah akan memenuhi hati dan pikiran serta tubuh kita.[YP]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Menurut pendapat Saudara, Apa yang menyebabkan Roh Kudus mau tinggal dalam
kehidupan orang percaya? Jelaskan!
P2: Bagaimana cara Saudara agar tidak mendukakan Roh Kudus yang ada di dalam kita?
Bacaan : 1 Raja-Raja 20-22
KAIROS
“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16)
FN adalah seorang Wanita menikah di usia belia karena pergaulan yang cukup bebas. Sementara menunggu melahirkan anak hingga anak dapat berjalan, FN mengatur strategi untuk melanjutkan hidupnya yang terasa tertunda. Bekerja keluar negeri menjadi tenaga kerja wanita, hingga berjualan rokok di taman pada waktu week end. Tak kenal malu, ia melakukan apa saja agar pundi-pundinya segera penuh. Dirasa sudah cukup tabungan ia kembali ke Indonesia, dan memulai bisnis property. Kemudian, ia pun mulai merambah dunia maya yakni youtube, bercerita tentang pekerjaannya di agen property, namun belum beruntung ia tak kunjung viral atau terkenal. Kemudian sang anak memberi ide untuk makan makanan pedas yang sedang trend pada masanya. Beruntung saja yang dilakukannya membuat terkenal dan hingga hari ini kian terkenal.
Kejatuhan, kebangkrutan, kejayaan, kemakmuran, sehat ataupun sakit adalah hal-hal yang terus berputar dalam kehidupan ini. Perbedaannya pada era globalisasi saat ini, segala sesuatu semakin transparan, Untuk hal-hal seperti sehat, kejayaan, kemakmuran, menjadi berita menarik untuk tahu kiat suksesnya atau tata cara meraihnya. Kejatuhan, kebangkrutan, sakit, juga tak kalah menarik untuk dibahas dan menjadi pusat perhatian.
Sahabat, selalu ada jalan untuk kita anak-anak Tuhan untuk bangkit dari kegagalan. Kita berharga dan Tuhan merancangkan yang terbaik dalam hidup kita. Meski kita gagal pun, Ia menjadi penolong yang setia dan menjadi sahabat dalam kes**aran. Tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Bagaimana sahabat dapat melewati lembah kekelaman, kegagalan dalam hidup. Mereka yang di luar Dia pun dapat bangkit, kita anak-anak Tuhan dapat berdiri tegak dan bersinar bagi kemuliaan-Nya. Bantu mereka yang sedang dalam kesesakan,
bantu dan angkat melewati badai. Berlutut di hadapan Tuhan, berdoa – ia yang mampu berlutut di hadapan Tuhan mampu berdiri di hadapan manusia. Usahakan apa saja dengan segenap hati dan tentunya sesuai dengan kebenarannya. Tak perlu merisaukan orang-orang yang mungkin juga sedang berjuang tetapi lebih cepat berhasil dan naik. Tetaplah tekun – persiapkan segala sesuatu hingga saat
kesiapan kita – bertemu dengan waktuNya Tuhan “Kairos” . [WH]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Apa arti kegagalan dalam hidup kita?
P2: Ceritakanlah bagaimana Saudara bangkit dari kegagalan!
Bacaan : 1 Raja-Raja 17-19
HIDUP POSITIF
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)
Sebut saja namanya Aton. Dia adalah seseorang teman, sahabat di saat sulit yang selalu membantu saya dalam keadaan yang tidak enak. Pada tahun 2018 lalu saya pernah terlilit hutang karena biaya hidup setelah menikah cukup besar dan ditambah memiliki seorang anak. Saya hanya berusaha mencari bisnis tambahan dan malah memperbesar hutang.
Tetapi Aton hadir dengan memberitakan kabar baik untuk saya percaya dan kembali pada Tuhan agar hidup dalam kemurahan Tuhan. Saya bingung pada saat itu, namun saya ikut saja arahannya karena sudah tidak ada jalan keluar, menurut saya pada saat itu.
Aton hanya minta saya untuk bertobat dari cara bisnis, mengelola uang dan membangun pertemanan dengan banyak orang.
Karena kekurangan uang, saya menjual barang barang yang saya miliki dan s**ai, tetapi sebenarnya tidak terlalu saya perlukan. Dan menyisihkan untuk janji iman dan menabur untuk pekerjaan Tuhan. Dan saya juga mulai membangun hubungan dengan banyak orang tanpa memilih dan memilah.
Secara tiba-tiba saya punya bisnis baru yang tidak terduga dengan jual beli barang aksesori gadget dan elektronik, dan akhirnya saya bisa bebas hutang bulan maret 2018. Sejak tahun 2018 sampai sekarang tahun 2022 saya tidak punya cicilan atau hutang bahkan membeli kendaraan, hobi, dll bisa dilakukan dengan tanpa hutang ke sana ke mari.
Aton memberikan pengaruh positif dan membantu saya untuk hidup positif karena Kristus Yesus yang akan memberkati kita semua karena kemurahanNya. Syaratnya cuma bertobat dan hidup positif karena iman di dalam Tuhan.
Sahabat, marilah kita bertobat dan hidup positif karena iman di dalam Tuhan Yesus agar kita bisa menikmati kemurahan Tuhan dalam hidup ini. [FS]
Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)
P1: Sudahkah kita hidup positif karena iman di dalam Tuhan?
P2: Apa yang akan kita lakukan untuk hidup positif?
Bacaan : 1 Raja-Raja 14-16
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the business
Telephone
Website
Address
Tangerang
15560
