20/02/2026
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H
Semoga Allah memberi kekuatan dan kesehatan agar ibadah berjalan lancar di bulan suci ini 🕌🌙
Organisasi non-profit dan partisipatif dengan komitmen pada keadilan sosial, budaya, dan lingkungan melalui arsitektur, konstruksi, dan urbanisme.
Architecture Sans Frontières Indonesia (ASF-ID) merujuk pada organisasi arsitektural non-profit Architectes Sans Frontières ("Arsitek tanpa Batas" dalam bahasa Perancis, 1979) dan hub internasionalnya, Architecture Sans Frontières International (2007) bertujuan untuk memberi wawasan sosial kepada arsitek, sarjana arsitektur, maupun mahasiswa lewat wacana maupun aksi arsitektural. Kegiatan ASF-ID d
20/02/2026
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H
Semoga Allah memberi kekuatan dan kesehatan agar ibadah berjalan lancar di bulan suci ini 🕌🌙
22/12/2025
https://youtu.be/lHQOAWN6yjY?si=c8QARk72OnTD7rjs
Sudah tayang, film mini dokumenter tentang koperasi perumahan. Silakan tonton, like comment and share. 🤗
30/10/2025
A Decade of ASF-ID; introducing one of our speakers for the upcoming webinar.
Wiryono Raharjo, Lecturer and Vice Rector for Partnership and Entrepreneurship at Universitas Islam Indonesia (UII)
Wiryono Raharjo will discuss pro-poor architecture and the reimagining of urban spaces through inclusive and community-driven design, emphasizing how spatial practices can foster equity and resilience in the built environment, in line with the theme “Reclaiming Spatial Future”.
Join us as we reflect on the possibilities of spatial practices and its role in shaping more inclusive and sustainable environments.
Registration link is in bio.
30/10/2025
A Decade of ASF-ID; introducing one of our speakers for the upcoming webinar.
Sri Suryani, Assistant Professor at the School of Architecture, Planning, and Policy Development (SAPPK),
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Exploring the spirit of “Reclaiming Spatial Future”, Sri Suryani brings forward a perspective on inclusive and resilient urban environments shaped through participatory approaches. Focusing on the community-driven housing design, settlement upgrading, and socially just urban policies underscores the power of collaboration among academics, local governments, and communities in shaping sustainable urban futures.
Join us as we reflect on the possibilities of spatial practices and its role in shaping more inclusive and sustainable environments.
Registration link is in bio.
30/10/2025
A Decade of ASF-ID; introducing one of our speakers for the upcoming webinar.
Hendro Sangkoyo, Co-founder of the School of Democratic Economics (SDE).
Hendro Sangkoyo will deliver a lecture about intensive research on social ecological issues across the Indonesian archipelago, and will explore this through a discussion on our main theme, “Reclaiming Spatial Future”.
Join us as we reflect on the possibilities of spatial practices and its role in shaping more inclusive and sustainable environments.
Registration link is in bio.
27/10/2025
Point of View AI sebagai Rekan Manusia: Kemampuan ChatGPT dalam Desain Arsitektur
Oleh Muhammad Habib Alfakhri
Batas dalam perancangan rumah sering dipahami sebagai keterbatasan, dari waktu yang sempit, pengetahuan yang parsial, atau memori manusia yang terbatas. Namun justru di antara batas-batas inilah proses desain berlangsung: seperti merangkai puzzle tanpa gambar utuh, di mana setiap potongan ditentukan oleh pengalaman, kebutuhan, maupun perubahan kehidupan. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana kehadiran AI seperti ChatGPT dapat menjadi jembatan dialog antara manusia dan bangunan, membantu menavigasi kebutuhan yang kerap berubah dan membuka perspektif baru dalam merancang ruang yang adaptif.
Selengkapnya kunjungi tautan https://menitibatas.asf.or.id/point-of-view-ai-sebagai-rekan-manusia-kemampuan-chatgpt-dalam-desain-arsitektur/
Foto diunduh dari Unsplash
Editor: Khusnul Hanifati
Tata letak: Tim MB
16/10/2025
CORRECTION: Please note the previous post contained an incorrect date, this is the right post. The event will be held on 8th and 15th November 2025. Thank you for your understanding.
For ten years, Architecture Sans Frontières-Indonesia (ASF-ID) has positioned itself through voluntarism, aiming to alternate the mainstream spatial practices through architectural interventions—deliberating its process via participatory approaches that treat context as an active, generative agent. Within its framework, context is a prerequisite, and will is the driving force. Yet paradoxically, ‘Architecture' itself sets the limitation: as part of a larger system, it remains confined by institutional norms and market imperatives, isolating alternative possibilities within the narrow realms of ‘pro-bono practices’, ‘community services’, or ‘humanitarian architecture’.
This begins with rethinking the participatory approaches as a process of collective imagining that is grounded on structural issues on realities: how these approaches can contribute to the discourse of critical spatial practice in Indonesia, especially on issues of climate crisis and spatial justice?
25/09/2025
16/08/2025
Kafe: Manifestasi Spasial Kelas Menengah Terdidik Indonesia
Oleh Hafiz Muhammad Dwi Sumarno/
Kafe bukan sekadar tempat ngopi, ia hadir dan tumbuh menjadi ruang kelas menengah terdidik untuk membangun jejaring, merawat kapital, dan menjaga posisi sosialnya. Di tengah kampus yang kehilangan ruang kolektif dan kota yang kekurangan ruang publik, kafe jadi alternatif yang terasa akrab tapi penuh seleksi. Ruang yang tampak terbuka, tapi tidak untuk semua.
Kunjungi tautan https://menitibatas.asf.or.id/kafe-manifestasi-spasial-kelas-menengah-terdidik-indonesia/
Foto oleh Penulis, Aput, dan Pramodana/
Editor: Wisnu Dharmesa
Tata letak: Tim MB
14/07/2025
Di Balik Tembok-Tembok: Merawat Tensi, Melampaui Batas
Oleh Josef Christofer Benedict & Kristoforus Lintang Mahadewa
Batas antara formal dan informal kerap kali dilihat sebagai hambatan yang perlu dilompati: yang informal dituntut untuk berkembang menjadi formal, atau digusur sama sekali. Namun pada realita sehari-hari, batas ini justru menjadi ruang yang lentur, di mana berbagai kepentingan dinegosiasikan dan dijalin. Melalui tulisan ini, Josef & Lintang merefleksikan bahwa relasi lintas batas tidak selalu tentang oposisi atau dominasi, melainkan berada dalam tensegritas sosial yang saling menopang dalam sebuah keseimbangan.
Kunjungi tautan https://menitibatas.asf.or.id/di-balik-tembok-tembok-merawat-tensi-melampaui-batas/ untuk membaca artikel lengkapnya.
Foto oleh penulis
Editor: Wisnu Dharmesa
Tata letak: tim MB
09/06/2025