Selalu gunakan Masker
Rutin Cuci Tangan
Jgn lupa selalu jaga Jara
Lawan Convid19 !!!!
SUMUT HOT'S
Hot's seputaran POLITIK
13/11/2019
Ledakan terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara. Ledakan ini diduga kuat berasal dari bom bunuh diri. Media sosial pun langsung riuh menanggapi kejadian mengerikan ini, tapi awas jangan menyebar foto atau gambar yang diduga merupakan jasad pelakunya.
Terpantau di media sosial, ada yang menyebarkan rekaman kejadian tersebut dengan gambar yang tidak sepantasnya atau mungkin ada yang menyebarkannya dengan mengirim ke orang lain. Padahal, hal itu berpotensi melanggar hukum.
Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu pernah mengatakan Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.
Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bunyinya adalah sebagai berikut:
Pasal 29
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.
Pasal 45B
Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)"
Peristiwa yang diduga bom bunuh diri itu terjadi di Medan pada pagi tadi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kita sedang olah TKP, dan foto dan video jangan di sebarkan karna resahkan masyarakat dan situasi Kamtibmas " kata Wakapolda Brigjen Mardiaz Kusin.
Rayuan Pulau Kelapa - All Artist (Cinta NKRI)
12/11/2019
TUJUAN BERAGAMA
Ibadah itu yang menilai Tuhan, bukan manusia. Begitu juga dengan Surga dan Neraka. Jadi jangan sok-sokan jadi panitia Hari Kiamat, apalagi sok mengatur siapa yang paling berhak masuk Surga dan Neraka.
Biarkan Surga dan Neraka hanya jadi ranah kuasa-Nya, jangan menyibukkan sesuatu yang bukan ranah kita sebagai manusia.
"Semua ibadah yg kamu lakukan hakikatnya hanya latihan saja. Bagaimana sikapmu pd kemanusiaan, itulah tujuan beragama..."
Buya Syakur Yasin.
PSI Partai Solidaritas Indonesia:"JANGAN HAMBUR-HAMBURKAN UANG RAKYAT, BATALKAN FORMULA E"
12/11/2019
Modus Body Wrapping biasanya digunakan untuk menyelundupkan narkoba untuk mengelabui petugas di Bandara.
Body Wrapping adalah melilitkan narkoba dibadan, terutama bagian paha, pinggang dan kaki.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Tahun 2017, mengungkap kasus tersebut bekerjasama dengan Bea Cukai Bandara.
Para penyelundup menggunakan modus ini karena alat metal detektor yang ada di pintu pemeriksaan penumpang, tidak bisa mendeteksi bahan yang non logam.
Modus ini adalah modus lama dalam peredaran narkotika via udara
Total barang bukti yang disita 3,7 Kg Sabu.
Stop Sabu,dekatin Sabun đ
12/11/2019
Judul foto ini :
"Pak Presiden, abang pulaaang....."
Pertanyaannya :
Dengan cara apakah wartawan mengambil foto ini :
a. gelayutan di lampu
b. nempel di langit-langit
c. mbobol genteng
d. pake drone
e. CCTV hotel
Jawab di komentar yach... đ
12/11/2019
LARANG UCAPAN SALAM AGAMA LAIN, FATWA MUI DAPAT PECAH BELAH BANGSA
Lagi-lagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat kontroversi dengan menyatakan haram bagi pejabat muslim yang mengucapkan salam agama lain.
Saya jadi heran, sudah puluhan tahun saya hidup di Indonesia dan belajar agama, tapi baru-baru ini saja ada hal-hal aneh yang saya temui. Sudah puluhan tahun Islam itu damai dan tumbuh di Indonesia sesuai dengan kultur budaya yang ada, tapi anehnya baru-baru ini Islam seperti ada yang kurang dan 'nyeleneh'.
Baru-baru ini memang banyak bermunculan 'makhluk' yang bebas mengharamkan ini itu saenake lambene. Apapun kalau gak sesuai dengan pemahamannya maka dibid'ahkan dan diharamkan, seakan merekalah makhluk Tuhan yang paling benar.
Saya heran, dasarnya apa MUI mengharamkan pejabat muslim mengucapkan salam agama lain? Adakah pejabat muslim yang mengucapkan salam agama lain ketika acaranya dihadiri oleh umat muslim saja? Misalnya; sholat Jumat, tabligh akbar, maulid Nabi Muhammad SAW dll.
Tentu tidak ada yang ucapkan salam agama lain, akan tetapi beda jika acaranya sifatnya universal atau umum yang dihadiri oleh saudara kita yang menganut agama lain.
Ucapan selamat itu bukan bermakna mempercayai Tuhan selain Allah, akan tetapi itu hanya ucapan sapaan dan doa yang maknanya baik. Tidak ada makna untuk menyekutukan Allah SWT.
Ucapan salam âAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhâ berasal dari agama Islam yang artinya: semoga Allah SWT melimpahkan keselamatan, rahmat dan keberkahan untukmu/kalian.
Kemudian, âSalam sejahtera bagi kita semuaâ diucapkan oleh umat Kristen, âShalomâ diucapkan umat Katolik, âOm swastiastuâ dari Hindu Bali, âNamo buddhayaâ dari Buddha, dan âSalam kebajikanâ dari Konghucu. Semua itu baik mendoakan untuk kedamaian dan keselamatan.
Jadi, masalahnya apa kok diharamkan, bahkan sampai katanya Allah murka jika pejabat muslim ucapkan salam agama lain ?
Wahai MUI, ketahuilah, sebelum Tengkuzul cs duduk di Lembaga MUI dan fasih mengucapkan "assalamu'alaikum", umat Yahudi sudah mengucapkan "Shalom Aleichem" yang artinya: damai kiranya menyertaimu, jadi gak usahlah mengharam-haramkan ini itu dan membangun opini seakan Islam itu keras, intoleran dan menakutkan.
Kalau dalilnya memang tidak kuat ya tidak perlu dipaksakan. Apalagi di MUI masih ada Tengkuzul, yang mana tashrifan saja belum benar, katanya: "kafaro-yukaffiru-kufron," kan itu salah fatal. Malu kami sebagai umat Islam jika orang seperti Tengkuzul masih duduk di MUI dan tak ada satupun petinggi MUI yang bisa menertibkan.
Saya belum membahas soal fitnah yang bejibun disebarkan oleh Tengkuzul di media sosial. Bahkan fitnahnya yang mengatakan 'pemerintah legalkan zina' sudah memakan korban dari seorang ustadz di Banyuwangi.
Ampun sudah, sebenarnya MUI ini kerjanya apa? Apa tidak ada hal lain yang lebih penting untuk diurus sehingga ucapan salam agama lain dipermasalahkan ?
Jika MUI belum berani menertibkan Tengkuzul, maka tidak usahlah MUI aneh-aneh haramkan ucapan salam agama lain. Kalau kurang kerjaan, sebaiknya petinggi MUI lainnya ajarin dulu Tengkuzul Tashrifan, setelah itu baru ajak beliau untuk bicara soal "ushul fiqh" dan lainnya yang menjadi ranah MUI.
Saya paham, larangan ucapan salam agama lain ini dikeluarkan oleh MUI Jawa Timur, tapi MUI pusat juga mengaminkan, malah katanya, Allah murka jika muslim ucapkan Salam dan do'a agama lain. Apa benar demikian?
Ah, jangan-jangan itu cuma prasangka mereka saja. Kata Allah dalam hadits qudsi: "Aku berdasar persangkaan hambaKu kepadaKu."
Sebelumnya, larangan ucapan salam pembuka semua agama bagi pejabat di acara resmi terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori.
Harusnya, mau ada pejabat muslim mengucapkan salam agama lain atau tidak, ya dikembalikan saja kepada pribadi masing-masing dan tidak perlu merasa paling benar, apalagi ada yang mengharamkan. Saya jadi teringat kata Gus Mus:
"Ada orang Islam yang beragamanya selalu marah-marah. Dan dia mengira, kalo dia marah-marah gitu, otomatis Allah juga marah-marah. Allah kok disamakan dengan dirinya, seakan-akan Allah pecicilan seperti dia."
Perlu diketahui, kita ini hidup di Indonesia, ada berbagai macam agama, adat, budaya dan bahasa. Jadi, kita harus bisa menjaga persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyyah). Masa iya hanya mengucapkan salam agama lain gitu membuat Allah murka ?
Menurut saya, apa yang disampaikan MUI Jatim dan MUI pusat dapat mencederai "ukhuwah wathoniyyah" yang selama ini telah kita dibangun bersama. MUI sepertinya sudah terkontaminasi oleh virus kebencian dan intoleran.
Apa yang difatwakan MUI jatim soal larangan ucapan salam agama lain tentu itu sangat berbahaya, dan dapat memecah belah bangsa. Sungguh miris melihat keberadaan MUI saat ini. Pantas saja Gus Mus pernah bertanya: "MUI itu makhluk apa ?"
Entahlah saya juga tidak tahu MUI itu makhluk apa, yang jelas, di sana ada banyak makhluknya. Ada makhluk yang s**a bikin hoaks, ada makhluk tukang korup, ada makhluk tukang berbuat asusila, mesum dan masih banyak lagi makhluk lainnya.
"Gus, Kalau yang s**a pakai sorban dan jubah putih, trus nyinyir 24 jam di twitter itu makhluk apa?"
"Itu makhluk Kadrun!"
Yusuf Muhammad
12/11/2019
Polsek Belawan:Ringkus Perampok Spesialis penumpang di Angkotan Umum
Polsek Belawan Ringkus Perampok Spesialis Penumpang di Angkutan Umum Tribratanews.sumut.polri.go.id - Budi Pasaribu (38) warga Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, tak kuasa menahan sakit usai diberi hadiah timah panas oleh petugas. Pasalnya, Budi diduga melakukan perampokan penumpang di dalam angkutan umum
FULL SKANDAL AIBON 82 MILYAR
01/11/2019
SURAT UNTUK ADEK-ADEKKU DI PSI
Saya ingat sekali waktu Pemilu legislatif diundang oleh Partai Solidaritas Indonesia.
Saya didaulat untuk bicara dipanggung. Saya setuju, dengan satu syarat tidak ingin memuji mereka.
Dan di panggung saya bicara dengan nada keras, "Saya akan mendukung PSI bukan karena s**a, tetapi justru saya ingin membuktikan bahwa kursi DPR akan membantai kalian, menjadikan kalian lemah seperti banyak aktivis seperti kalian sebelumnya.
Dan saya akan puas dgn mencaci kalian, menyerang kalian karena karena sudah berbohong kepada rakyat dengan janji2 kalian !"
PSI memang tidak lolos ke Senayan karena suaranya tidak mencukupi. Tetapi di beberapa kota besar, mereka ada. Di Jakarta sendiri bahkan mereka menempatkan 8 kadernya menjadi anggota dewan.
Baru saja duduk, PSI Jakarta langsung bekerja. Mereka membongkar rancangan APBD DKI Jakarta yang dibuat dengan seenak udelnya. Ada buzzer dibayar 5 milyar rupiah. Ada lem aibon 82 miliar rupiah. Ada bolpen 124 miliar rupiah.
Tanpa ragu, adek2 PSI di Jakarta, yang bahkan ada yang berumur 23 tahun, harus melawan pembuat anggaran. Tradisi Ahok mencoret anggaran fiktif diteruskan.
Lawan adek2 ini bukan saja dari eksekutif, tetapi juga dari dalam ruang DPR yang didominasi orang2 tua dan lama. Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI dari Gerindra, Inggard Joshua, menegur PSI Jakarta karena membongkar temuan itu lewat media sosial.
"Anda orang baru.." katanya. Seolah mengingatkan PSI bahwa gaya mereka merusak budaya diam dan kongkalikong selama ini antara eksekutif dan legislatif. PSI menjadi musuh bersama karena tidak bisa diajak bersenang2 seperti mereka dulu kala.
Dan saya yakin, tekanan di dalam yang tidak diungkap ke publik pada PSI Jakarta pasti lebih keras. "Masih bayi sudah sok semua.." begitu pasti ejekan mereka.
Jangan menyerah, adek2ku di PSI. Lawan mereka. Biar mereka belajar bahwa generasi baru dalam politik sudah muncul dan akan menyapu mereka. Bersuaralah keras, jangan hanya diam. Yang kalian lawan itu bukan lagi serigala, tetapi sampai predator di jaman purbakala.
Jadikan Jakarta dan kota lain sebagai etalase kalian, bahwa di 2024 nanti kalian layak duduk di Senayan. Semua tekanan itu akan menguji kalian, apakah memang kalian bermental pejuang atau pecundang ?
"Mental itu terbuat dari baja, maka selayaknya kalian tempa.." begitu kata saya mengakhiri pidato di panggung.
Dan tempaan pertama sudah datang dengan kerasnya. Awalnya memang sakit. Tapi yakinlah, sesudah kalian terbiasa, kalian akan berdansa dengan cantiknya..
Salam seruput kopi dari kami yang menunggu gebrakan selanjutnya..
âââ
Sumber:Denny Siregar
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Tarakan
