08/11/2015
Untuk Bahan Renungan Bagi Pendukung IKO Nomor 1
Mencermati situasi dan kondisi Pilkda saat ini, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan :
1. Adanya upaya untuk membangun opini publik
Pendirian (attitude) akan membentuk persepsi, persepsi akan membangun opini
Opini individual akan berkembang menjadi konsensus bila masyarakat dalam segmen tertentu memiliki kesamaan-kesamaan tertentu. Kesamaan itu bisa berupa kesamaan kekecewaan, kegembiraan, atau pengalaman emosional lainnya. Konsensus yang sudah matang dan menyatu dalam masyarakat itulah yang di sebut opini publik.
Persoalannya adalah untuk membangun konsensus membutuhkan waktu dan juga tergantung banyak unsur, seperti emosi, tekanan dari luar, dan pengaruh berita-berita yang berkembang. Di sinilah waktu perlunya menajemen isu dengan melakukan agitasi dan propaganda
2. Agitasi dimulai dengan membuat kontradiksi atau pertentangan dlm masyarakat dan menggerakkan khalayak untuk menentang kenyataan hidup yg dialami selama ini dengan tujuan menimbulkan kegelisahan dikalangan massa. Kemudian rakyat digerakkan untuk mendukung gagasan baru atau ideologi baru dengan menciptakan keadaan baru.
Agitasi juga berusaha agar khalayak bersedia memberikan pengorbanan yang besar dan bersedia mengorbankan jiwa untuk tujuan mewujudkan cita-cita politik. Dengan agitasi seorang pemimpin mempertahankan kegairahan pengikutnya untuk memperoleh kemenangan, dan diikuti usaha sistematis dalam rangkaian tujuan.
3. Propaganda adalah upaya merayu opini publik dengan mengemukakan banyak gagasan atau pikiran secara mendalam
Ada beberapa teknik propaganda yang memanfaatkan kombinasi kata, tindakan dan logika yaitu :
a. Penjulukan (name calling) yaitu memberi nama jelek kepada pihak lain, membuat nama bagus untuk pihak sendiri.
b.Testimonial yaitu pengulangan ucapan orang yg dihormati untuk mempromosikan kebaikan pihak sendiri. Begitu juga ucapan orang yang kita benci untuk meremehkan suatu maksud.
c. Merakyat (plain foks), menempatkan diri sebagai bagian dari rakyat atau kelompok.
d. Menumpuk kartu (card stacking), memilih dengan teliti pernyataan yg akurat dan logis.
e. Gerobak Musik (bandwagon), mendorong khalayak untuk bersama-sama orang banyak bergerak mencapai tujuan atau kemenangan yg pasti.
Untuk menghadapi agitasi dan propaganda dari pihak sebelah, cara2 yg dapat dilakukan, yaitu :
1. Bersikap selektif dalam mencerna berita
berita yang objektif dalam pengertian murni atau mutlak itu tidak ada. Tidak akan pernah ada. Berita merupakan (re)konstruksi pikiran wartawan mengenai suatu peristiwa atau pernyataan yang telah lewat. Pemberitaannya, terutama kalau tidak direkam atau dicek ulang, adalah semata-mata berdasarkan perspektif kewartawanannya, yang bisa berbeda dari perspektif seorang politisi, ilmuwan, pengusaha, atau orang awam mengenai hal yang sama. Oleh karena itu bias dalam pemberitaan adalah hal yang tak dapat dihindari
2. Berpikir dalam Konteks Politik
Berita-berita yang dicerna harus senantiasa dikaitkan dengan situasi dan kondisi yang melibatinya. Di sini kita dituntut untuk mampu senantiasa berpikir dalam konteks politik. Dengan kata lain, kita dituntut untuk mampu mencari keterkaitan antara kepingan-kepingan informasi yang ada. Kita harus bisa melihat adanya keterjalinan antara satu peristiwa politik dan peristiwa politik yang lain. Antara satu pernyataan politik dan pernyataan politik yang lain. Atau antara satu peristiwa politik dan pernyataan politik. Atau, kombinasi dari semua itu. Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilah antara fakta dan opini.
3. Counter propaganda
Ketika kita telah memiliki kemampuan untuk menyeleksi informasi dan melakukan analisis politik terhadap rangkaian peristiwa dan pernyataan politik, dan setelah kita mampu menilai bahwa di balik itu semua ada propaganda pihak lawan, kita bisa melakukan counter propaganda.
Counter propaganda bisa diartikan sebagai propaganda yang dilakukan dengan tujuan untuk melawan propaganda yg ada. Mengingat propaganda umumnya dilakukan dg cara memanipulasi fakta, maka counter propaganda berfungsi membeberkan fakta-fakta yg sebenarnya secara utuh apa-adanya. Sejatinya, counter propaganda dilakukan oleh pihak-pihak yang dirugikan oleh propaganda sebelumnya. Meskipun tidak selalu harus begitu. Ada kalanya counter propaganda dilakukan oleh pihak yg tidak dirugikan, tapi sekadar ingin ada pemberitaan yang benar-benar fair, objektif, dan berimbang.