06/09/2026
Fenomena maraknya perbincangan mengenai data BKKBN (Kemendukbangga) yang dikaitkan dengan sensus sosial ekonomi BPS dipicu oleh proses konsolidasi data nasional skala besar. Langkah integrasi ini menimbulkan efek domino di masyarakat, terutama terkait status penerima bantuan sosial (bansos).
1. Perkawinan Dua Sumber Data Besar: BPS memiliki data hasil sensus ekonomi dan sosial, sedangkan BKKBN memiliki Data Pendataan Keluarga (PK) yang sangat detail hingga tingkat mikro (karakteristik rumah tangga, jumlah anak, fasilitasi sanitasi, dll.).
2. Masuknya 12 Juta Data Baru: Konsolidasi ini melibatkan masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN ke dalam sistem DTSEN.
3. Tujuan Sinkronisasi: Pemerintah ingin menyilangkan data kepemilikan usaha atau kondisi ekonomi (BPS) dengan data profil keluarga (BKKBN) agar didapatkan satu peta kemiskinan yang super akurat (mengurangi inclusion & exclusion error).