02/08/2026
Bukan dengan Amarah, Begini Jawaban Elegan Politisi Muda Braien Waworuntu Hadapi Isu Pembunuhan Karakter
Manado, KOMENTAR- Merespons beredarnya isu dan dugaan liar yang mengaitkan namanya dalam narasi percakapan di media sosial baru-baru ini, politisi muda Sulawesi Utara, Braien Waworuntu, akhirnya angkat bicara. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang sukses duduk selama dua periode ini menanggapi isu tersebut tidak dengan amarah, melainkan dengan ketenangan, kedewasaan, dan
intelektualitas tinggi.
Braien, yang dikenal publik memiliki rekam jejak inspiratif karena berjuang keras dari bawah hingga meraih kesuksesan lewat kemandirian, menilai bahwa dinamika politik saat ini tidak bisa dilepaskan dari disrupsi dunia digital.
Di era keterbukaan informasi yang sangat pesat, menjamurnya platform media sosial, dan hadirnya teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Braien menegaskan bahwa arus penyebaran informasi palsu dan rekayasa digital menjadi
ancaman serius. Keleluasaan admin media sosial yang kerap menyebarkan informasi tanpa dasar matang, ditambah dengan sambutan media online yang mengamplifikasi isu-isu tersebut secara terus-menerus demi klik, menciptakan ruang di mana opini liar mudah terbentuk tanpa melalui proses verifikasi yang
komprehensif dan penyelesaian hukum yang tuntas.
"Dengan kondisi dunia digital yang serba canggih saat ini, siapa saja berpotensi 'digoreng' dengan dugaan-dugaan yang bisa jadi hanyalah hasil karangan semata, manipulasi teks, atau korban kecanggihan AI. Jika pembiaran terhadap hukum terkait isu liar ini terus terjadi, ancaman di depan mata sudah sangat jelas dan tinggal menunggu waktu," tegas Braien.
Braien mengingatkan bahwa siapa pun sahabat, keluarga, atau relasi terdekat dapat tiba-tiba dituduh dan dikemas seolah-olah itu adalah informasi yang bombastis dan seakan-akan serius. Oleh karena itu, jalan satu-satunya untuk melawan fenomena ini adalah dengan meningkatkan literasi digital dan kebijaksanaan netizen dalam menanggapi berbagai isu yang bergulir di masyarakat.
"Menghakimi menggunakan kecanggihan digital saat ini sangatlah mudah, siapa pun bisa melakukannya dengan bersembunyi di balik layar gawai.
Hanya moral kita yang akan mampu menghentikannya. Terkait isu dandugaan apa pun, kita semua pada akhirnya berpotensi menjadi korban," tambahnya dengan nada prihatin.
Mengenai pihak-pihak yang dengan sengaja merekayasa dan menyebarkan narasi narasi kebencian tersebut, politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini memberikan pernyataan balik yang sangat elegan.
"Silakan lakukan sesuka hati. Tapi percayalah, semua perbuatan oknum penyebar kebencian itu, suatu saat nanti mereka akan paham bagaimana rasanya jika rekayasa jahat tersebut berbalik kepada diri mereka sendiri," ujar Braien tenang.
Bagi Braien, tantangan terbesar masyarakat saat ini bukanlah pada pencarian siapa penyebar isu pertama, melainkan pada bagaimana melatih sifat kritis dan kedewasaan dalam menanggapi informasi. Penyebaran isu dan fitnah di masa depan diprediksi akan semakin masif seiring pesatnya perkembangan teknologi.
"Semua ini hanya akan menjadi pilihan kita sendiri: apakah kita memilih untuk terus termakan isu yang tidak jelas dan rekayasa kebencian, atau kita lebih fokus pada produktivitas hidup serta mengonsumsi informasi-informasi yang mengedukasi?" tantangnya kepada publik.
Sebagai seorang Wakil Rakyat, Braien mengaku sangat prihatin melihat iklim era digital saat ini. Informasi yang sengaja digoreng sedemikian rupa untuk menjatuhkan citra dan karakter seseorang (character assassination) memberikan pendidikan politik yang sangat buruk bagi generasi penerus, seolah mematikan
semangat anak-anak muda yang ingin terjun berdedikasi membangun daerah.
"Fenomena ini seolah mempertontonkan kepada generasi muda kita sebuah pesan yang salah: bahwa 'Menjadi seorang pemimpin harus siap menghadapi fitnah dan dugaan-dugaan liar yang tak berdasar seperti ini'. Kita harus memutus mata rantai ini demi iklim demokrasi dan ekosistem digital yang lebih sehat," pungkasnya.
Melalui pernyataan resmi ini, Braien Waworuntu mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap bersatu, cerdas dalam bermedia sosial, dan tidak mudah terbawa arus oleh narasi yang dibangun atas dasar dugaan rekayasa yang tidak memiliki kekuatan pembuktian hukum.
Sumber:
Komentar ID
MEDIA REPUTASI
BATALYONWARTA