08/10/2026
Kenapa ya masih ada keluarga yang butuh bantuan tapi tidak dapat, atau sebaliknya? 🤔
Menjawab hal ini Kepala BPS Kabupaten Semarang Nur Ihklas, SST., M.Ec.Dev menjelaskan dalam Dialog Serasi. Pemerintah resmi meluncurkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya rujukan data nasional untuk penyaluran berbagai program bantuan. DTSEN ini mengintegrasikan data dari DTKS, Regsosek, P3KE, hingga data PLN dan Dukcapil.
Apa Bedanya dengan yang Dulu? DTSEN dikelola oleh BPS dan dimutakhirkan secara berkala. Pemutakhiran status keluarga bisa dilakukan kapan saja, sementara perangkingan kesejahteraan (desil) diperbarui setiap 3 bulan sekali.
Gimana Cara Penentuan Desilnya? Penentuan tingkat kesejahteraan (Desil 1–10) tidak cuma dilihat dari satu variabel saja seperti "pekerjaan" atau "penghasilan", tapi menggunakan 41 variabel (kondisi rumah, pendidikan, aset, sanitasi, dll.) melalui metode statistik Proxy Mean Test (PMT).
• Desil 1: Kelompok dengan kondisi relatif terendah.
• Desil 10: Kelompok dengan kondisi relatif tertinggi. (Catatan: Desil adalah peringkat relatif, bukan label pasti "miskin" atau "kaya").
💡 Merasa Data atau Desil Kamu Belum Sesuai? Jangan diam aja! Kamu bisa mengajukan pemutakhiran data (bukan sekadar minta ganti angka desil) melalui 3 jalur resmi:
1. Kanal Cek DTSEN BPS (dtsen-form.bps.go.id)
2. Aplikasi Cek Bansos Kemensos (Fitur Usul Sanggah)
3. Operator Desa/Kelurahan (melalui SIKS-NG)
Mari bersama jaga kualitas data, karena data yang akurat adalah awal dari kebijakan yang adil dan tepat sasaran! ❤️