23/07/2021
Polip
Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh.
Polip biasanya berukuran kecil dan memiliki tangkai yang bentuknya menyerupai jamur.
Jaringan yang abnormalini bisa tumbuh dibagian manapun di dalam tubuh manusia
Polip sering disalah artikan sebagai tumor berbahaya. Padahal, polip merupakan tumor jinak, bukanlah sebuah kanker. Namun, polip harus tetap diwaspadai karena berupa jaringan yang tumbuh secara abnormal. Tidak menutup kemungkinan keberadaannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang ganas (kanker)
Faktor Risiko Polip
Terdapat berberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengidap polip. Misalnya, polip pada kandung kemih pada laki-laki yang memiliki kebiasaan Merokok. Selain itu, ada p**a wanita di atas 40 tahun yang bersiko mengidap polip rahim.
Risiko polip usus besar
1. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat
2. Usia > 50 tahun
3. Memiliki anggota keluarga yang mengidap polip atau kanker usus besar (riwayat keluarga)
4. Merokok dan minum alkohol
5. Memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn
6. Obesitas
7. Tidak berolahraga dengan cukup
8. Diabetes tipe 2 tidak terkontrol
Risiko polip lambung
1. Usia, terutama usia tua
2. Infeksi pada lambung
3. Sindrome genetik, FAM (Familian Adenomatous Poyposis)
4. Kebiasaan menggunakan obat penghambat p***a proton (PPI)
Risiko polip hidung
1. Infeksi sinus yang tidak diobati hingga tuntas
2. Alergi
3. Asma
4. Penyakit Fibrosis Sistik
Penyebab Polip
Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan polip, tergantung dari lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan polip
1. Riwayar inflamasi/radang pada lokasi tempat tumbuhnya polip
2. Riwayat kemasukan benda Asing
3. Kista
4. Tumor
5. Kadar estrogen yang tinggi
6. Radang Kronik pada perut
Gejala Polip
Gejala polip bermacam-macam tergantung dari lokasi tempat tumbuhnya. Ada kalanya tumbuhnya polip ini sama sekali tidak menimbulkan gejala pada pengidapnya.
Namun, pada beberapa kasus, keberadaan polip dapat mengganggu keseharian seseorang.
Sebagai contok pada wanita yang memiliki polip serviks, pengidapnya dapat mengeluhkan adanya perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
Contoh lain adalah pada pengidap yang memiliki polip di hidung akan mengeluhkan hidung yang terasa selalu penuh dan napas yang tidak lega. Pengidap dengan polip pada pita suara akan mengeluhkan adanya perubahan pada suara akan mengeluhkan adanya perubahan pada suara.
Pengidap dengan polip polip pada saluran kemih akan mengeluhkan adanya gangguan saat BAB seperti nyeri, anyang-angat, dan ada darah pada urin.
Komplikasi Polip
Komplikasi polip tergantung dari lokasi tumbuhnya polip tersebut. Misalnya, polip usus besar yang bisa kanker bila tidak ditangani dengan tepat. Namun, kecil kemungkinannya polip tersebut menjadi ganas bila diangkat atau dibuang.
Sementara itu, ada p**a komplikasi yang bisa terjadi pada polip hidung. Komplikasi ini terjadi karena polip memblokir aliran udara normal dan drainase cairan
Bukan hanya itu saja, polip hidung juga bisa menyebabkan iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan)
Komplikasi polip hidung bisa berupa obstructive sleep apnea. Kondisi ini bisa menyebabkan terhenti napas asma atau memperburuk asma, dan infeksi sinus.
Pencegahan Polip
1. Konsumsi makanan sehat, kaya serat (buah buagan dan sayuran)
2. Membatasi konsumsi alkohol
3. Tidak merokok
4. Rajin berolahraga
Info lebih lanjut : 0812 9814 4508
22/07/2021
Epulis (Tumor Gusi)
Tumor gusi atau epulis merupakan sebuah kondisi timbulnya massa abnormal atau tumor jinak yang tumbuh pada jaringan lunak gusi (gingiva). Istilah medis epulis sendiri berasal dari bahasa Yunan yang berarti "pada gusi"
Berdasarkan karakteristik dan asal muasalnya, ada beberapa jenis tumor gusi atau epulis yang umum terjadi, diantaranya sebagai berikut :
1. Epulis fibromatosa
Epulis fibromatosa merupakan jenis epulius yang paling umum ditemui pada orang dewasa. Jenis epulis ini memiliki karakteristik berwarna merah muda, timbul rasa nyeri, dan umumnya terjadi di sekitar gigi berlubang (karies). Benjolan ini dapat terjadi akibat luka dan iritasi yang terjadi terus menerus pada area gusi tertentu.
2. Epulis kongenital
Epulis kongenital adalah kondisi tumor gusi langka yang terjadi pada bayi baru lahir. Tumor jinak ini tumbuh pada gusi bagian atas dengan ukuran rata-rata 0.5 - 2 cm.
Dikutip dari New Zealand Dermatologist, kondisi ini lebih banyak terjadi pada bayi perempuan dibanding laki-laki dengan perbandingan 8 : 1
3. Epulis gravidarum
Epulis gravidarum juga dikenal sebagai pregnancy epulis karena umum terjadi pada perempuan hamil saat trimester pertama hingga kedua kehamilan.
Perubahan hormon selama kehamilan meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis) yang dapat berkembang menjadi epulis
4. Epulis granulomatosa
Epulis granulomatosa umumnya berkembang dilubang bekas cabut gigi dan perawatan medis gigi lainnya ketika tidak diperhatikan kebersihannya. Jenis epulis ini biasanya berkembang pada lubang di antara dua gigi dan jaringan gusi yang ada disekitarnya
5. Epuluis fissuratum
Epuluis fissuratum ditandai dengan kondisi munculnya massa abnormal akibat iritasi kronis dan terjadi terus menerus karena penggunaan gigi palsu yang tidak sesuai.
Hal ini terjadi karena tulang di bawah gigi palsu terus berubah akibat pengeroposan seiring usia - terutama pada lansia, sehingga gigi palsu tidak pas dan menimbulkan gesekan dengan gusi
6. Epulis gigantoselulare
Epulis gigantoselulare lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan wanita
7. Granuloma piogenik
Granuloma piogenik merupakan lesi yang umum terjadi pada anak-anak dan remaja yang disebabkan perawatan gigi yang tidak benar, gigi berantakan (maloklusi) san perawatan ortodontik.
Tumor Jinak hemangioma akibat pertumbuhan pembuluh darah tidak normal ini juga dapat terjadi pada wanita hamil yang disebabkan perubahan hormon selama kehamilan
Tanda & Gejala
1. Benjolan pada gusi yang tidak mengecil atau hilang selama 2-3 minggu
2. Memiliki karakteristik agar keras saat disentuh
3. Menimbulkan rasa sakit maupun tidak
4. Berwarna merah muda, kebiruan, hingga keunguan
5. Mundah mengalami perdarahan
6. Ukurannya kecil dan lama-kelamaan makin membesar
Apa saja penyebab tumor gusi
1. Trauma dan cedera
2. Faktor genetik
3. Perawatan mulut dan gigi yang tidak sesuai anjuran
4. Kondisi kesehatan mulut dan gigi, seperti radang gusi, gigi berlubang, dan lainnya
5. Efek samping perawatan ortodontik
6. Penggunaan gigi palsu yang tidak pas dan menimbulkan iritasi kronis
7. Perubahan hormon tubuh, khususnya selama masa kehamilan
21/07/2021
Kanker Mulut
Kanker mulut adalah kanker yang terjadi pada jaringan dinding mulut, bibir, lidah, gusi, atau langit-langit. Kanker Mulut juga dapat terjadi pada jaringan di tenggorokan (faring) dan kelenjar ludah.
Kanker mulut disebabkan oleh tumbuhnyajaringan abnormal di dalam mulut.
Gejala Kanker Mulut :
1. Sariawan yang tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu
2. Sariawan yang disertai dengan perdarahan
3. Bercak merah atau putih dalam mulut
4. Benjolan atau penebalan di dinding dalam mulut yang tidak kunjung hilang
5. Gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas
Selain perubahan pada jaringan di dalam mulut, gejala yang bisa dirasakan oleh penderita kanker mulut adalah :
1. Rasa Sakit di dalam mulut
2. Sulit atau sakit saat menelan serta mengunyah
3. Rahang terasa kaku atau sakit
4. Sakit tenggorokan
5. Perubahan suara atau cara bicara (misal menjadi cadel)
6. Mengalami kesulitan saat bicara
Kanker mulut yang sudah memasuki stadium lanjut tidak hanya di dalam mulut.
Pada stadium ini, sel-sel kanker sudah menyebar dan menyebabkan benjolan di leher akibat pembengkakakan kelenjar getah bening
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut
Ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut, diantaranya adalah keturunan dan usia (di atas 50 tahun). Beberapa perilaku dan penyakit diduga bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena kanker mulut. Perilaku yang dimaksud adalah :
a. Merokok
b. Mengonsumsi minuman beralkohol
c. Sering mengunyah buah pinah
d. Tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, misalnya membiarkan gigi berlubang
e. Sering terpapar sinar matahari, misalnya pekerja lapangan
Sedangkan penyakit yang diduga berisiko menimbulkan kanker mulut adalah :
a. Infeksi HPV
b. Infeksi herpes mulut
c. Penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, misalnya HIV/AIDS
d.Penyakit genetik tertentu, seperti anemia Fanconi atau diskeratos kongenital
Pencegahan Kanker Mulut
Karena penyebabnya belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Tetapi pasien tetap dapat mengamil langka-langkah sederhana untuk menurunkan risiko menderita kanker mulut, yaitu :
1. Tidak Merokok
2. Menghindari konsumsi minuman
3. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan
4. Menjaga kebersihan mulut dengan runtin menyikat gigi
5. Memeriksa kesehatan gigi secara teratur, setidaknya setahun sekali
19/07/2021
Kanker Rektum
Kanker Rektum adalah pertumbuhan tidak beraturan dari sel-sel di rektum. Kanker Rektum adalah salah satu kanker ganas pada manusia yang sering terjadi dan jenis kanker paling umum kedua pada kanker usus besar.
Faktor Risiko Kanker Rektum
1. Memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau rektum pada kerabat tngkat pertama (orang tua, saudara kandungan, atau anak)
2. Memiliki riwayat kanker usus besar, rektum, atau indung telur
3. Memiliki riwayat polip kolorektal yang berukuran 1 cm atau lebih besar
4. Memiliki Riwayat kolitis ulserativa kronis atau penyakit Crohn
5. Minum tiga atau lebih minuman beralkohol perhari
6. Merokok
7. Ras, kanker rektum lebih banyak dijumpai pada orang berkulit hitam
8. Obesitas
Penyebab Kanker Rektum
Diduga kanker disebabkan oleh perubahan DNA di dalam sel-sel tubuh Kita atau disebut sebagai mutasi DNA. Mutasi dari DNA menyebabkan sel-sel tumbuh tidak beraturan, tidak terkendali, dan bentuk sel-sel yang tumbuh tidak seperti sel Normal.
Gejala Kanker Rektum
1. Perubahan kebiasaan buang air besar
2. Terdapat lendir atau darah saat buang air besar. Darah dapat berupa gumpalan darah atau bercak darah pada tinja
3. Diare atau sembelit secara bergantian
4. Merasa tidak puas setelah buang air besar atau merasa tidak kosong sepenuhnya
5. Kotoran yang lebih kecil atau memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya
6. Perut tidak nyaman seperti merasa ada gas, kembun, perasaan penuh, atau kram'
7. Nafsu makan menurun
8. Penurunan berat badan tanpa lasan yang jelas, dan
9. Merasa sangat lelah
Info lebih lanjut : 0812 9814 4508
18/07/2021
Saat Kelenjar limfa mengalami pembengkakan, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala dan kondisi yang tidak biasa.
Berikut gejala pembengkakan limfa yang bisa menjadi tanda awal adanya penyakit kanker kelenjar getah bening
1. Adanya rasa nyeri saat menekan kelenjar yang mengalami pembengkakan
2. Area kelenjar yang mengalami pembengkakan akan terasa lebih peka, misalnya saja seperti area leher yang menjadi tidak nyeman atau bahkan terasa sakit saat digerakan
3. Kelenjar yang mengalami pembengkakan bisa menimbulkan benjolan di leher atau bagian lain. Untuk ukurannya memang tidak terlalu besar, mungkin hanya sebesar biji kacang.
4. Timbulnya rasa sakit dibagian perut dan terjadi pembengkakan
5. Merasa cepat kenyang padahal makan sedikit
6. Mengalami sesak nafas atau batuk yang tak kunjung sembuh
7. Demam
8. Terjadinya penurunan berat badan secara drastis padahal tidak sedang menjalani program diet
9. Sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas lebih
10. Berkeringat di malam hari
11. Anemia atau kekurangan Darah.
17/07/2021
Kelenjar Getah Bening
Kelenjar Getah Bening adalah kelenjar yang ada didalam bagian tubuh manusia yang memiliki bentuk bulat dan dilingkupi oleh Kapsul jaringan Ikat.
Peran Kelenjar Getah Bening hampir mirip dengan darah yaitu akan mengaliri bagian organ tubuh lainnya. Dalam Kondisi normal, kelenjar ini berperan sebagai penyaring cairan limfa (atau getah bening) yang akan beredar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfa
Didalam tubuh manusia ada sekitar 600 buah kelenjar limfa atau getah bening, namun tidak semua jumlah tersebut dapat dirasakan atau diraba. Hanya pada beberapa bagian saja kelenjar ini dapat diraba dan dirasakan misalnya seperti di bagian leher, bawah dagu, ketiak dan sela paha.
Dalam kondisi Abnormal, kelenjar ini dapat menimbulkan adanya pembengkakan, Kondisi ini terjadi ketika adanya penggumpalan jaringan kecil di dalamnya.
Kelenjar Getah bening merupakan salah satu bagian dari sistem imun tubuh Manusia, khususnya untuk sistem limfatik. Dimana didalam kelenjar getah bening mengandung sel darah putih dan antibodi yang akan berperan untuk melawan bakteri, virus, infeksi dan beberapa penyakit, maka tubuh akan lebih banyak memproduksi sel darah putih.
Meningkatnya pembengkakan atau pembesaran pada jaringan tersebut.
Pembengkakan limfa bisa terjadi pada usia berapapun, namun wanita memang lebih berisiko dibanding pria. Biasanya kelenjar yang mengalami pembengkakan akan mengecil dengan sendirinya setelah penyakit atau infeksi terobati. Penyembuhan akan membutuhkan waktu sekitar 1 minggu bahkan lebih.
Meskipun kelenjar ini sering mengalami pembengkakan seiring adanya infeksi atau penyakit yang menyerang Tubuh, Namun bukan berarti jika terjadi pembengkakan tidak membahayakan.
Dalam beberapa Kasus, terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening menandakan adanya penyakit kaker kelenjar limfoma hodgkin dan kelenjar limfoma non-hodgkin.
Info lebih lanjut : 0812 9814 4508
16/07/2021
Sebelum Menjadi Kanker.
Kanker merupakan Kondisi Dimana Organ atau Jaringan yang Tidak Normal.
Pada Awal.
Pada masa awal terjadinya Kanker biasanya tidak menimbulkan Gejala Apapun, Jika sudah mencapai Stadium Lanjut Kanker dapat menunjukan Gejala tergantung dimana Letak Kanker tersebut.
Semakin dini Stadium Kanker yang diketahui maka akan lebih mudah diobati.
Pengobatan Kanker pada Stadium awal masih bisa dilakukan dengan cara Radiasi. Sementara Kanker yang sudah memasuki Stadium Akhir yang telah menyebar ke area lain akan membutuhkan kemoterapi.
Berikut ini sistem untuk menentukan stadium kanker, yang umumnya dipakai Dokter.
Sistem TNM
Sistem ini memberikan huruf dan angka pada Kanker untuk menggambarkan tumor (T), Kelenjar Getah Bening (N), dan beberapa banyak Kanker yang telah bermetasis (M). Sistem ini membantu untuk menentukan stadium keseluruhan Kanker.
1. Tumor (T)
Kategori T ini akan memberikan informasi tentang Umur, seperti ukurannya, berapa banyak dan apakah tumor telah menyebar ke jaringan lain.
Misalnya T0: Berarti tidak ada tumor yang bisa diukur. Semakin tinggi angka, akan semakin besar ukuran tumor.
2. Kelenjar Getah Bening (N)
Katagori N menjelaskan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. N Akan diikuti angka 0-3. Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang melawan Virus dan bakteri sebelum virus dan bakteri menginfeksi tubuh. Jika hasil N0 Kelenjar getah bening tidak terlibat.
Semakin tinggi angka, maka semakin banyak penyebaran sel kanker pada sel kelenjar getah bening
3. Metastasis (M)
M Menunjukan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. M diikuti oleh 0 atau 1. Jika Kanker sudah menyebar ke organ dan jaringan di bagian tubuh lain, akan diklasifikasikan sebagai M1. Sedangkan jika belum ada penyebaran, akan diklasifikasikan sebagai M0.
Setelah T, N, M ditentukan. Dokter akan menetapkan stadium kanker dari angka 0-4.
Berikut ini yang dimaksud dengan 4 Stadium :
1. Stadium 0
Stadium 0 merupakan stadium kanker pertama atau stadium pra-kanker dan masih diperhitungkan. Tidak semua kanker mempunyai stadium 0. Stadium ini berarti tidak ada sel kanker hanya saja terdapat sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker. Stadium ini disebut juga dengan karsinoma in situ.
2. Stadium I dan II
Tahap ini, kanker umumnya hanya ada disatu area tubuh. Kanker Stadium I biasanya berukuran kecil. Kanker stadium I juga disebut kanker stadium awal
3. Stadium III
Stadium ini berarti kondisi kanker lebih besar dan telah tumbuh pada jaringan lain dekat kelenjar getah bening
4. Stadium IV
Tahapan ini biasanya menunjukan bahwa kanker telah menyebar luas ke seluruh tubuh, atau beberapa bagian tubuh lain. Stadium IV juga disebut dnegan kanker stadium lanjut atau metastasis
Deteksi Kanker sedini mungkin agar pengobatan dapat lebih mudah dilakukan.
Jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan Konsumsi makanan yang sehat
Konsultasi : 0812 9814 4508
14/07/2021
Miom
Miom (Uterine fibroid) ialah tumor berbentuk benjolan yang tumbuh di rahim. Miom dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun luar.
Gejala Miom
Miom umumnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun biasanya jika muncul gejala penderita akan merasakan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, keluar darah menggumpal dari vafina, nyeri perut bagian bawah dan sering buang air kecil. Pada Kondisi tertentu miom menyebabkan perdarahan va**na setelah berhubungan intim.
Diagnosis Miom
Miom kadang tidak terdiagnosis karena tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, Miom dapat terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Untuk memastikannya, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan USG atau MRI.
Pengobatan Miom.
Pada masa awal atau saat miom berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, tidak diperlukan pengobatan karena miom dapat menyusut dengan sendirinya. Meski demikian, penderitanya tetap perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk kondisi miomnya.
Sedangkan Miom yang menimbulkan gejala, diperlukan pengobatan untuk meredakan gejalanya atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.
Komplikasi Miom
Meskipun jarang, miom dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya seperti anemia, kemandulan, dan gangguan saat hamil.
Konsultasi lebih lanjut : 0812 9814 4508
13/07/2021
Ganglion
Kista Ganglion merupakan benjolan atau sejenis tumor jinak yang tumbuh diarea sendi. Benjolan ini dapat tumbuh pada jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang (tendon). Benjolan yang berisi cairan sendi ini paling sering ditemukan di tangan atau pergelangan tangan.
Kista ganglion dapat muncul, menghilang atau berubah ukuran dengan cepat tergantung aktivitas pada sendi tersebut.
Penyebab dan Faktor Risiko Kista Ganglion
Kista ganglion muncul saat cairan sendi menumpuk dan membentuk sebuah kantong pada sendi atau tendon
Osteoarthiritis dan cedera pada persendian diduga lebih berisiko terjadinya kista ganglion. Selain itu Wanita berusia 20 hingga 40 tahun juga lebih sering mengalami penyakit ini.
Ciri - ciri kista Ganglion ;
1. Berbentuk bulat atau oval, dan umumnya memiliki ukuran sebesar buah duku
2. Paling sering muncul di sendi tangan dan pergelangan tangan, tapi juga bisa muncul di kaki atau pergelangan kaki
3. Ukuran dapat berubah-ubah. Saat sendi digerakan secara berulang, kista dapat membesar. Namun saat beristirahat, kista dapat mengecil
4. Biasanya tidak menimbulkan nyeri.
Diagnosis Kista Ganglion :
Dokter sebelumnya akan memeriksa dan menyinari benjolan tersebut dengan lampu guna mengetahui apakah benjolan berisi benda padat atau cair.
Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan pendukung berupa :
1. Ultrasonografi (USG)
Untuk melihat benjolan terisi cairan atau jaringan padat
2. Aspirasi
Yaitu penyedotan cairan dari kista menggunakan jarum untuk diperiksa di lab
3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Yaitu pemeriksaan paling detail untuk mengetahui kista ganglion.
12/07/2021
Tumor
Tumor atau benjolan yang dikenal dengan neoplasma, adalah istilah yang tidak spesifik namun sering digunakan untuk mendeskripsikan kump**an jaringan abnormal yang padat atau berisi cairan
Jenis - jenis tumor?
Jinak
Tumor ini tidak dapat menyebar atau tumbuh, atau bisa dengan sangat lambat. Benjolan Jinak kebanyakan tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Jika dokter menyingkirkannya, benjolan ini umumnya tidak kembali.
Meskipun demikian, benjolan tumor bisa menimbulkan rasa sakit atau masalah lain jika menekan saraf atau pembuluh darah atau jika memicu produksi hormon berlebihan, Contoh kondisi ini :
1. Adenoma
2. Fibroid
Beberapa fibroma bisa menyebabkan gejala dan mungkin membutuhkan operasi. Dalam kasus langka, fibroid dapat berubah dan menjadi fibrosarkoma yang merupakan kanker
3. Hemangioma
4. Lipoma
Kebanyak lipoma berukuran kecil, tak sakit, lembut saat disentuh, dam bisa bergerak. Lipoma merupakan suatu bentuk tumor jaringan dan terdiri dari sel-sel lemak
Semi ganas (pra-kanker)
1. Actinic keratosis
2. Actinic keratosis cenderung terjadi pada orang yang berkulit putih. Paparan sinar matahari bisa meningkatkan risiko.
Gejalanya seperti bercak-bercak kulit berkerak, bersisik, dan tebal.
3. Displasia serviks
Displasia serviks sering berasal dari human papillomavirus (HPV), infeksi yang umum menyerang orang muda.
4. Metaplasia paru-paru
Pertumbuhan ini terjadi di bronkus, yaitu tabung yang membawa udari ke paru-paru. Lapisan bronkus mengandung sel kelenjar. Pada beberapa orang, termasuk perokok, ini dapat berubah dan menjadi sel skuamosa atau kanker
Ganas
Tumor Ganas adalah kanker. Sel bisa tumbuh dan berkembang ke bagian tubuh Anda yang lain. Kalau sudah begitu, penyakit ini bisa mengancam jiwa.
Tumor Ganas bisa bertumbuh dengan cepat dan menyebar ke bagian lain dalam tubuh (Metastasis)
Kondisi ini seperti :
1. Sarkoma
2. Tumor Sel Germinal
3.Blastoma
12/07/2021
Kanker Prostat
Selain Kanker Ovarium dan Kanker Serviks yang terjadi pada Organ Reproduksi Wanita, ada juga Kanker Prostat yang terjadi pada Pria.
Kanker ini terjadi pada Pria yang berkembang didalam kelenjar Prostat pria, dan umumnya ditandai dengan adanya gangguan buang air kecil.
Kanker ini berkembang secara perlahan.
Menurut WHO, Kanker Prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh Pria.Diperkirakan sekitar 1.3 juta pria diseluruh dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia, Kanker Prostat menempati urutan ke - 2 sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita oleh Pria.
Penyebab Kanker Prostat
Penyebab Kanker ini belum diketahui secara pasti. Perubahan genetik pada sel-sel di kelenjar prostat atau mutasi diduga sebagai penyebab. Selain itu ada faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat seperti :
1. Pertambahan Usia (Sebagian penderita Kanker Prostat berusia 65 tahun keatas)
2. Obesitas
3. Pola makan kurang serat
4. Paparan bahan kimia
5. Menderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
6. Memiliki keluarga yang menderita Kanker Prostat
Gejala Kanker Prostat
Pada tahap awal Kanker ini tidak menimbulkan gejala apapun. Namun ketika kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil seperti susah buang air kecil atau tidak lancar
Untuk Mendeteksi dan mengetahui stadium kanker prostat dokter akan menyarankan pemeriksaan USG Prostat, MRI, dan Biopsi Prostat.