01/05/2022
Mari bersihkan diri di hari yang fitri, semoga segala dosa & kesalahan kita yang lalu terampuni.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin
BBP3KS Yogyakarta merupakan cikal bakal lembaga penelitian dan pengembangan di Kementerian Sosial RI
01/05/2022
Mari bersihkan diri di hari yang fitri, semoga segala dosa & kesalahan kita yang lalu terampuni.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin
21/04/2022
Selamat Hari Kartini 2022 untuk semua perempuan hebat Indonesia.
03/04/2022
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1443 Hijriah bagi yang menjalankan, Semoga di bulan suci ini, kita diberikan keberkahan yang melimpah.
01/02/2022
Selamat Tahun Baru Imlek 2573, semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai kita semua.
Gong Xi Fa Cai
22/12/2021
Selamat Hari Ibu untuk para Ibu di seluruh Indonesia ❤️
Semangat, dedikasi, disertai ketulusan cinta kepada tanah air adalah warisan yang akan ibu berikan kepada generasi penerus bangsa.
Semoga semua hal baik selalu menyertaimu ibu. Terimakasih atas semua hal baik yang ibu berikan.
21/12/2021
Post Test Pemberdayaan Lanjut Usia Berbasis Keluarga dan Komunitas
Gunungkidul, 19 November 2021.
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, Dr. Oetami Dewi mengunjungi Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul untuk memantau pelaksanaan Post-Test Pemberdayaan Lanjut Usia Berbasis Keluarga dan Komunitas Menuju Desa Ramah Lansia.
Dalam sambutannya, Dr. Oetami Dewi menyampaikan,“Jumlah lanjut usia semakin hari semakin meningkat. Hal ini erat kaitannya dengan semakin tingginya Usia Harapan Hidup orang Indonesia. Di balik kabar baik ini terdapat potensi masalah sosial yang patut diantisipasi yakni pelayanan bagi lanjut usia.”
“Berkaitan dengan lanjut usia, B2P3KS Yogyakarta bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga mengupayakan pengembangan model pelayanan lanjut usia berbasis keluarga dan komunitas untuk mewujudkan Desa Ramah Lansia.”
“Masyarakat Gunungkidul memiliki Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang sangat mendukung pengembangan model layanan lanjut usia. Nilai-nilai kearifan lokal, kegotongroyongan, kolektivitas, dsb perlu digali oleh para peneliti untuk diterapkan dalam model layanan di tempat lain,” tambah Dr. Oetami Dewi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Ir. Asti Wijayanti, MA mengapresiasi ditetapkannya Gunungkidul sebagai lokasi pelaksanaan Laboratorium Sosial terkait lanjut usia. “Pemilihan Gunungkidul tentu tidak lepas dari nilai-nilai sosial masyarakat yang sangat berpihak kepada kesejahteraan lanjut usia. Tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah, Dinas Sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial, serta gerakan-gerakan sosial yang mendorong orang muda untuk peduli dan berbakti kepada orang tua. “Ngabekti Wong Tuwa” berperan strategis dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merawat orang tua
Cek selengkapnya ⬇️
b2p3ksjogja.kemensos.go.id
Kementerian Sosial RI
Badiklit Pensos
21/12/2021
Monitoring Penerapan Model Penyiapan Masyarakat Menghadapi Era Aerotropolis
Kulon Progo, 18 November 2021
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, Dr. Oetami Dewi mengunjungi Kapanewon Temon Kulon Progo dalam rangka Pembinaan dan Monitoring Hasil Penelitian Pengembangan Model Penyiapan Masyarakat Menghadapi Era Aerotropolis Kulon Progo.
Dr. Oetami Dewi menyampaikan,, “Penyiapan masyarakat Kulon Progo menghadapi era aerotropolis merupakan isu yang sangat strategis. Ada potensi dampak sosial yang sangat besar dengan adanya bandara YIA. Hasil penelitian B2P3KS Yogyakarta tahun 2019 dan 2020 merekomendasikan perlunya upaya penyiapan masyarakat di wilayah terdampak pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) terutama di Kapanewon Kokap, Temon dan Sentolo.”
“Bulan lalu (Oktober 2021), kami mengikuti kegiatan Sosialisasi Rencana Aksi Penerapan Model Penyiapan masyarakat yang direkomendasikan para peneliti kami. Harapan kami, hasil kajian ini mendapatkan respon positif dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat.” Tambah Dr. Oetami Dewi.
Panewu Temon, Agus Hidayat menyampaikan, “Pelaksanaan kegiatan sosialisasi telah membuka wawasan dan pemahaman masyarakat wilayah Temon. Respon positif diberikan atas pelibatan masyarakat dalam penyusunan rencana program upaya pemerintah dalam memberdayakan mereka yang terdampak pembangunan, perkembangan dan perubahan wilayah di Temon.”
Selain bertemu dengan Panewu Temon, Kepala B2P3KS Yogyakarta juga menemui para Pendamping Sosial PKH, yang merupakan salah satu pilar pelaksanaan program kesejahteraan sosial di lapangan. Kepada mereka, Dr. Oetami Dewi memberi pesan agar para Pendamping PKH terus mendukung pelaksanaan program Kementerian Sosial, turut mendukung upaya penyiapan masyarakat Temon menghadapi era aerotropolis melalui upaya inovasi dan karya kreatif.
Cek selengkapnya ⬇️
b2p3ksjogja.kemensos.go.id
Kementerian Sosial RI
Badiklit Pensos
06/12/2021
Geliat Kampung Adat Segunung, Menyejahterakan Warga Melalui Budaya Lokal
Jombang, 3 Desember 2021
Kesejukan udara di lereng pegunungan Anjasmoro menyambut kehadiran Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, Dr. Oetami Dewi dan jajaran di Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kunjungan kerja dalam rangka studi informasi pembangunan kesejahteraan sosial di wilayah Kabupaten Jombang ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Kepala Dinas Sosial Kab Jombang, Hari Purnomo, dan Ketua Kampung Adat Segunung, Supi’i.
Dr. Oetami Dewi menyampaikan “Mengunjungi Jombang menjadi sebuah kegiatan napak tilas perjuangan kami dalam melakukan pilot project pengembangan Program Keluarga Harapan (PKH). Secara fisik, wilayah ini mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan puluhan tahun lalu. Jalan yang dulu sulit dilalui sekarang telah mulus dan mudah diakses mobil.”
“Salah satu yang menarik disini adalah bagaimana Dusun Segunung telah menjadi Kampung Adat dan destinasi wisata yang menawarkan budaya dan kearifan lokal. Perkembangan ini tentu tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Daerah untuk mempertahankan bahkan memberdayakan masyarakat melalui sumber daya sosial dan alam yang ada. Hal ini patut mendapat apresiasi. Secara langsung dapat saya lihat keunikan adat Segunung. Mulai dari pakaian adat, menu makanan dan minuman yang serba tradisional serta melimpahnya hasil alam seperti buah, sayur dan hasil ternak.” Tambah Dr. oetami Dewi.
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah menjelaskan bahwa perkembangan di Segunung dilakukan oleh masyarakat sendiri. Penetapan Segunung sebagai Kampung Adat menjadi pendorong agar kekayaan dan kearifan lokal yang ada di sana tetap terjaga dan terpelihara. “Kami ingin melestarikan kearifan, nilai dan budaya masyarakat Dusun Segunung. Kekayaan budaya dan kekayaan alam di wilayah ini kami yakini mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi warga.”
Alih-alih mendorong masuknya pemodal atau investor, Pemda Jombang memilih untuk meningkatkan pengelolaan modal sosial yang ada. “Saat ini, kami belum membuka investasi dari luar. Lebih dulu, kami ingin menyiapkan warga Segunung dengan memperkuat nilai kegotongroyongan dan rasa memilikinya, merasa bangga akan adat dan budayanya. Senang memakai baju adat dan blangkon Jombangannya. Kami terus melakukan pendampingan dan rekayasa-rekayasa sosial agar warga semakin mampu mengelola kekayaan dan budaya nya menjadi sumber kesejahteraan hidup.” Jelas Sumrambah.
“Sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan perdesaan, Segunung menawarkan sejumlah daya tarik mulai dari adat dan budaya, pemandangan alam pegunungan sampai kuliner khas pedesaan. Nasi ampok yakni nasi beras yang dicampur biji jagung yang ditumbuk, nasi campur ketela atau nasi tiwul, sayur lompong (batang daun talas) dan sayur rebung patut dicoba. Sayur rebung menawarkan sensasi segar dan crunchy karena dipetik langsung dari kebun,” kata Sumrambah.
Dr. Oetami Dewi mengapresiasi kebijakan Pemerintah Daerah yang memilih memberdayakan masyarakat dengan melihat Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang ada. Melihat potensi serta perkembangan yang ada di Segunung, ia meyakini masyarakat Dusun Segunung dan sekitarnya dapat menjadi sejahtera berkat adat dan budaya lokalnya. Hal ini tentu berdampak positif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program-program bantuan sosial yang diberikan oleh Kementerian Sosial seperti PKH dan lain lain.
Cek selengkapnya ⬇️
b2p3ksjogja.kemensos.go.id
Kementerian Sosial RI
Badiklit Pensos
| Monday | 07:30 - 16:00 |
| Tuesday | 07:30 - 16:00 |
| Wednesday | 07:30 - 16:00 |
| Thursday | 07:30 - 16:00 |
| Friday | 07:30 - 16:30 |