Dinas Kebudayaan (ππΆπ―π₯π©π’ ππ’π£πΆπ₯π’πΊπ’π―) DIY mengucapkan selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus.
Kiranya momentum suci ini membawa damai, harapan, dan kasih bagi seluruh umat Kristiani dalam meneladani nilai pengorbanan, ketulusan, serta semangat persaudaraan di tengah keberagaman.
Semoga semangat kebangkitan iman senantiasa mempererat harmoni dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berbudaya. β¨
Taste of Jogja
Dikelola Oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY
13/05/2026
Dinas Kebudayaan (ππΆπ―π₯π©π’ ππ’π£πΆπ₯π’πΊπ’π―) DIY menyelenggarakan Pentas Seni Selasa Wagen Nyawiji sebagai bentuk apresiasi kepada Kelurahan dan Kalurahan Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 di Teras Malioboro 1, Beskalan ini menghadirkan beragam pertunjukan seni yang mencerminkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat budaya DIY.
Mengusung tema Nyawiji yang berarti menyatu dalam harmoni, gelaran ini menjadi ruang temu bagi masyarakat, pelaku seni, dan komunitas budaya untuk bersama-sama merawat nilai, tradisi, serta identitas budaya Yogyakarta. Melalui berbagai penampilan seni yang ditampilkan, Selasa Wagen Nyawiji diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dan menjaga keberlangsungan warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
12/05/2026
Pada 12 Mei 1948, Panglima Besar Sudirman mengeluarkan Perintah Siasat No. 1 sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Belanda. Kebijakan ini lahir setelah berakhirnya Agresi Militer Belanda I dan disepakatinya Perjanjian Linggarjati, yang mengakibatkan wilayah Republik Indonesia semakin menyempit dan memunculkan kekhawatiran akan agresi berikutnya. Dalam rapat para Panglima TKR di Yogyakarta pada Mei 1948, disepakati bahwa tentara Indonesia harus menyiapkan strategi pertahanan jangka panjang.
Inti Perintah Siasat No. 1 menegaskan bahwa jika Belanda kembali menyerang, maka Tentara Nasional Indonesia akan menempuh perang gerilya, yakni perlawanan bergerak secara berpindah-pindah dalam jangka waktu panjang. Strategi ini baru benar-benar dijalankan pada Desember 1948 setelah pecahnya Agresi Militer Belanda II. Saat itu, melalui Perintah Kilat No. 1, Jenderal Sudirman memimpin langsung pasukan keluar dari Yogyakarta untuk memulai perjuangan gerilya mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.
Pada 9 Mei 2026, Dinas Kebudayaan (ππΆπ―π₯π©π’ ππ’π£πΆπ₯π’πΊπ’π―) DIY menggelar Festival Langencarita Anak se-Kabupaten/Kota DIY sebagai ruang pembinaan generasi muda melalui seni tradisi berbasis nilai budaya Jawa. Festival ini merupakan muara dari proses seleksi berjenjang yang sebelumnya telah dilaksanakan di masing-masing kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengangkat tema βCinta Alam dan Kesadaran Lingkunganβ, festival menghadirkan pertunjukan drama gerak tari tembang Jawa yang dibawakan anak-anak dengan penuh kreativitas dan penghayatan. Tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, Langencarita juga menjadi media untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya, perilaku luhur, serta kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini.
Festival ini dimaknai bukan semata-mata sebagai kompetisi, melainkan ruang untuk bersanding, bergembira, dan membangun semangat guyub antar pelaku seni tradisi anak di DIY. Melalui festival ini, Dinas Kebudayaan DIY terus berupaya mendorong regenerasi pelaku seni tradisi sekaligus membentuk karakter anak yang berbudaya, berkepribadian luhur, dan memiliki kesadaran terhadap kelestarian alam.
Narasi Budaya
Agenda Budaya di Minggu tanggal 4β10 Mei 2026
Agenda Pengembangan Kapasitas Lembaga Budaya
Melalui Seksi Kemitraan Lembaga Budaya, minggu ini memfasilitasi aktivitas kesenian di masyarakat berupa Seni Pagelaran Wayang Kulit oleh Sanggar Sekar Kinanti di lokasi (kalurahan/kapanewon/kabupaten).
Selanjutnya, melalui dukungan aktivitas kesenian di agenda Launching Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). PKJ merupakan konsep pendidikan yang diarahkan menjadi suatu gerakan budaya yang menyiapkan peserta didik SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi di Yogyakarta menjadi manusia utama (jalma utama yang memiliki sifat beradab, dan berbudi pekerti luhur).
Fasilitasi untuk dukungan seni karawitan di agenda ini, makin menguatkan peran pengelolaan objek kebudayaan sebagai salah satu subsistem penting dalam keseluruhan ekosistem PKJ.
Agenda kedua, melalui Seksi Pengembangan Kapasitas Kalurahan/Kelurahan Budaya, minggu ini telah menyelenggarakan Technical Meeting Pentas Seni Selasa Wagen di minggu depan. Berlokasi di Teras Malioboro I, sebanyak 10 Kalurahan/Kelurahan Budaya se-DIY, akan menampilkan potensi kesenian terbaik melalui pembinaan seni di tenaga pendamping Kalurahan Budaya.
Agenda ketiga berupa Rapat Koordinasi Pendampingan dan Evaluasi Pengelolaaan Kalurahan/Kelurahan Budaya di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, serta Kabupaten Kulon Progo. Secara rutin, dinas melaksanakan koordinasi, monitoring, dan evaluasi diantara para pengelola Kalurahan/Kelurahan Budaya, meliputi para pendamping Kalurahan Budaya serta tim monitoring dan evaluasi.
Materi pembahasan terkait ketugasan tenaga pendamping, target dan sasaran kegiatan pendampingan sesuai tata kala waktu yang disepakati.
11/05/2026
Salam Budaya, Lestari Budayaku.
Dinas Kebudayaan (ππΆπ―π₯π©π’ ππ’π£πΆπ₯π’πΊπ’π―) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Seleksi Wawancara Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak DIY Tahun 2026 sebagai bagian dari proses penjaringan generasi muda berbakat di bidang seni dan budaya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Ruang Bima Disbud DIY ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, karakter, serta komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Yogyakarta.
Selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi. Semoga proses ini menjadi pengalaman berharga dan mampu melahirkan generasi penerus budaya yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter.
Salam Budaya, Lestari Budayaku.
BudayaDIY
Tiga hari penuh cerita, ruang, dan pembacaan atas kota akhirnya sampai di titik temu. Terima kasih untuk seluruh kelompok teater, seniman, penonton, pekerja seni, dan semua yang telah hadir meramaikan Yogyakarta Urban Teater Festival 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.
Kita menyaksikan bagaimana kota dibaca melalui tubuh, suara, ruang, dan peristiwa. Setiap pertunjukan menjadi arsip kecil tentang kehidupan urban yang terus bergerak dan berubah.
Sampai jumpa di perjumpaan berikutnya. Salam Budaya, Lestari Budayaku.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Cendana No. 11, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta City
55166
