02/12/2023
Menjaga Demokrasi dengan Transparansi dan Keterwakilan Inklusif
Penulis: Heryadi Silvianto |Editor: Sandro Gatra
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (3/11), telah menetapkan 9.917 orang sebagai calon anggota DPR RI dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2024.
Mereka dari 18 parpol peserta pemilu dan tersebar di 84 dapil. KPU juga telah menetapkan masa kampanye Pemilu pada 28 November 2023-10 Februari 2024.
Sebelum masa kampanye dimulai, masih ada sejumlah catatan prinsip yang belum tertunaikan terkait keterbukaan riwayat hidup caleg dan ambang batas 30 persen caleg perempuan.
Harian Kompas (6/11) menulis, sebanyak 2.965 calon anggota DPR atau sekitar 30 persen dari total 9.917 calon dari 18 partai politik nasional peserta Pemilu 2024 tidak bersedia untuk memublikasikan daftar riwayat hidup. Bahkan, lebih mengejutkan lagi, kala itu tidak ada satu pun calon dari dua partai politik, yaitu Partai Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia, yang bersedia membuka daftar riwayat hidupnya.
Dalam epik lain, Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Keterwakilan Perempuan menyoroti rendahnya kedisiplinan partai politik memenuhi kewajiban mendaftarkan 30 persen caleg perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil) DPR RI.
Berdasarkan Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah diumumkan KPU RI 3 November lalu, 17 dari 18 partai politik peserta Pemilu 2024 gagal memenuhi kewajiban afirmasi perempuan itu.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di benak kita, mengapa parpol enggan menunaikan syarat administratif yang prinsip seperti riwayat hidup calon anggota legislatifnya? Apakah ini sekadar keresahan pribadi atau ada alasan lain di baliknya?
Selain itu, mengapa partai politik tidak serius memenuhi kewajiban ambang batas 30 persen kuota perempuan? Apakah ini sistematis, struktural atau kealpaan saja?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menjaga Demokrasi dengan Transparansi dan Keterwakilan Inklusif", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2023/11/23/13174541/menjaga-demokrasi-dengan-transparansi-dan-keterwakilan-inklusif
.com
25/09/2021
JEMBATAN DAN LORONG
Bisa jadi kita dalam hidup seperti meniti jalan yang tidak pernah ada ujungnya. Mencoba meraba apa yang ada di ujung lorong, dari setitik cahaya yang menyembul; berbinar meski redup. Mencoba tetap optimis walau Jalan Tertatih dan riuh sindiran datang silih berganti.
Harapan itu kadang tumbuh seperti bunga yang hampir merekah, namun bisa jadi dia gugur sebelum matang. Kala itu tak butuh kumbang untuk menyemai serbuk. Kadang apa yang kamu pikir baik tak selamanya itu tepat.
Dalam hidup bisa jadi kita hanya menjadi perantara kebaikan, diatas sungai yang deras. Jika jembatan itu kokoh dan kuat maka dia akan membawa para peniti lebih cepat sampai ke ujung tujuan. Sebaliknya, jika jembatan itu rapuh dan ringkih sesungguhnya dia akan menjadi beban bagi para peniti- nya. Membuat mereka kehilangan kepercayaan, bertambahnya ketakutan dan pesimisme mencapai tujuan.
Mari berlomba menjadi jembatan kebaikan agar para penikmat keshalihan datang dengan lebih cepat.
03/09/2020
Saat ini hidup dari ruang maya ke virtual. Dari mengajar kuliah hingga membimbing mahasiswa akhir. Allah Maha Baik terima kasih atas seluruh anugerah ini
07/08/2020
Esok diajakin Bang
Mohon doanya dari rekan dan sahabat semua. Agar lisan penuh kebaikan dan setiap langkah memberi banyak manfaat.
Karena saya bukan yang terbaik, terlebih yang paling paham. Bismillah.
02/08/2020
Alhamdulillah. Yang dekat ternyata tidak kalah hebat...
01/08/2020
Foto akibat kebanyakan makan daging kambing dan Sapi.
Mohon jangan berlebihan ya gaez
20/07/2020
Peran "Contact Center" dalam Pengelolaan "Online Reputation" di Era Pandemi http://kmp.im/AGAOTH
Tulisan terbaru saya. sebagai salah satu oleh-oleh kegiatan bersama FCC-IJK.
Terima Kasih telah memberikan kesempatan belajar lebih.
Terima kasih
17/07/2020
Terima kasih kepada dan rekan-rekan dari Forum Kontak Center Ikatan Jasa Keuangan.
Terima kasih karena sudah diberi kesempatan belajar
Nuhun Kang
Nuhun bu Yulinda Basir
05/01/2020
Sekecil apapun, ambil bagian. Jangan buang kesempatan. Mungkin ini cara Allah membuat kita lebih dewasa. Sibukan diri dengan peluh dan lelah yang penuh keberkahan..
Bismillah
17/12/2019
Saya disini untuk lebih banyak mendengar dan menyerap berbagai ilmu. Bismillah.. @ Sahid Raya Hotel Jogjakarta