03/10/2023
Bimtek Pembibitan Ayam KUB Terstandar
Yogyakarta, 27 September 2023. Dalam rangkaian kegiatan Jogja Gebyar Agrostandar memperingati HUT BSIP ke-1 dilaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Pembibitan Ayam KUB Terstandar di Aula BSIP Yogyakarta. Bimtek diikuti oleh 60 orang peserta dari 10 kalurahan, 4 kabupaten di DIY, yang terdiri dari unsur lurah, bumkal, pendamping dana desa, penyuluh pertanian, gapoktan/poktan, dan peternak dari masing-masing kalurahan.
Acara Bimtek Pembibitan Ayam KUB dibuka oleh Kepala BSIP Yogyakarta, Dr. Soeharsono, S.Pt, M.Si. Dalam sambutan pembukaannya disampaikan bahwa ayam KUB mempunyai potensi produksi telur yang tinggi yang dapat dijadikan sebagai penghasil anak ayam (DOC), untuk menghasilkan bibit ayam KUB yang terstandar dan berkualitas. Lebih lanjut Dr. Soeharsono mengharapkan ada tindak lanjut melalui forum komunikasi antar stakeholder yang dapat saling mengisi kekurangan, dan bukan menjadi pesaing, dan diharapkan masih perlu adanya pendampingan oleh BSIP Yogyakarta.
Materi bimtek terdiri dari materi kebijakan dan materi teknis. Materi Kebijakan Pemanfaatan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan di D.I.Y disampaikan oleh Dr. Sukamto, SH, MH (Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat, Setda D.I.Y), Peran BSIP Yogyakarta dalam Mendukung Sistem Perbibitan Ayam KUB di Yogyakarta disampaikan oleh Kepala BSIP Yogyakarta Dr. Soeharsono, S.Pt, MSi), dan materi teknis Pemeliharaan Ayam KUB Terstandar (Heru Nurwanto, S.Pt), Pembibitan Ayam KUB Terstandar dan Pengendalian Penyakit (Drh. Sisca Jati Utami, M.Sc), Peran Kelembagaan dalam Pembibitan Ayam KUB (Dr. Umi Pudji Astuti), Success Story Pembibitan dan Pemasaran Ayam KUB dan Analisa Usaha (Bambang Purnomo/Pemilik Farm Kandang KUB Jogja) dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pembibitan Ayam KUB (Ir. Ari Widyastuti). Dalam kegiatan bimtek juga dilakukan pretest dan postest untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan motivasi peserta. Bimtek berjalan dengan baik dan peserta sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut, sekaligus menjadikannya wahana sharing session oleh peserta bimtek.
Pada saat laporan PJ Kegiatan Bimtek, Ir Ari Widyastuti melaporkan bahwa kepada para peserta Bimtek akan diberikan bibit DOC ayam KUB sebanyak 1000 ekor untuk 10 kalurahan. Kemudian secara simbolis Kepala BSIP Yogyakarta (Dr. Soeharsono, S.Pt, M.Si) dan Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat, Setda D.I.Y (Dr. Sukamto, SH, MH) melakukan penyerahan DOC ayam KUB kepada para peserta bimtek untuk dipelihara sebagai sarana belajar sekaligus untuk memotivasi peserta dalam pengembangan pembibitan ayam KUB di desanya. Semoga.
02/10/2023
πΉπππΉπβπΎπΈβ ππΌπβππ βπΌβπΉπΌβπβπΈβ βπΈπ»π ππΌβπππΈβπ»πΈβ π»πΈππΈπ βπΈβπΎππΈ πππΎππΈ πΎπΌπΉππΈβ πΈπΎβππππΈβπ»πΈβ ππΈβπΎ βπΌβππΈππΈ.
Yogyakarta, 25 September 2023. Dalam rangka memperingati HUT BSIP ke-1, BSIP Yogyakarta menggelar acara Jogja Gebyar Agrostandar dengan tema Agrostandar Hebat, Pertanian Maju yang dilaksanakan mulai 25 β 27 September 2023 di lingkungan BSIP Yogyakarta. Hari pertama telah diselenggarakan bimtek perbenihan padi melibatkan stakeholder penangkar benih padi dan dinas terkait.
Bimtek Perbenihan padi terstandar ini, dibuka langsung oleh kepala Balai BSIP Yogyakarta yakni Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si, dalam sambutannya kepala balai menyampaikan dukungan BSIP Yogyakarta untuk pengembangan perbenihan padi terstandar, sangat sesuai dengan tupoksi BSIP yang merupakan badan baru di kementerian pertanian yang bertugas menghasilkan produk instrumen terstandar, dalam akhir sambutan beliau memberikan bantuan benih padi kepada perwakilan gapoktan dan kalurahan.
Bimtek perbenihan padi telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan sangat direspon baik oleh peserta dalam hal ini penyuluh pertanian. Hal ini ditunjukkan dengan diterapkannya budidaya perbenihan padi, baik oleh produsen benih atau petani penangkar benih yang memproduksi benih bersertifikat maupun benih tanpa sertifikat. Dalam menyediakan kebutuhan benih di DIY dilaksanakan oleh produsen benih yang dibentuk oleh Dinas Pertanian dan Pangan pada masing-masing kabupaten yang bertujuan agar penyediaan benih sumber padi sesuai dengan prinsip 6 tepat (jumlah, jenis, kualitas, harga, lokasi, waktu).
peserta pelatihan Bimbingan Teknis Perbenihan Padi Terstandar tahun 2023 berjumlah 54 orang yang berasal dari 10 kalurahan pada 4 Kabupaten dengan rincian sbb :
Kabupaten Sleman (3 Kalurahan)
1. Kal. Sindumartani, Kapanewon Ngemplak
2. Kal. Sidomulyo, Kapanewon Godean
3. Kal. Trimulyo, Kapanewon Sleman
2 peserta tambahan dari Poktan di Kal. Selomartani, Kapanewon Kalasan
Kabupaten Bantul (3 Kalurahan)
1. Kal. Palbapang, Kapanewon Bantul
2. Kalurahan Wonokromo,Kapanewon Pleret
3. Kal. Bangunharjo, Kapanewon Sewon
Kabupaten Kulon Progo (2 Kalurahan)
1. Kal. Jatirejo, Kapanewon Lendah
2. Kal. Kembang, Kapanewon Nanggulan
2 peserta tambahan dari Poktan di Kal. Banguncipto, Kap. Sentolo dan Kal. Kaligintung, Kap. Temon
Kabupaten Gunungkidul (2 Kalurahan)
1. Kal. Genjahan, Kapanewon Ponjong
2.Kal. Karangmojo, Kapanewon Karangmojo
Dimana pada masing-masing kalurahan terdiri dari unsur-unsur : 1) Lurah; 2) Ketua Bumkal; 3) Ketua Gapoktan; 4) Pendamping Kegiatan Dana Desa; dan 5) Penyuluh Pertanian pendamping desa.
Bimtek perbenihan padi ini juga dihadiri oleh segenap stakeholder perbenihan padi dan para narasumber yang ahli di bidangnya masing masing. Narasumber yang hadir merupakan para ahli dari berbagai bidang yang mendukung peningkatan perbenihan padi di Yogyakarta, yakni Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si, yang menyampikan materi terkait Peran BPSIP Yogyakarta Mendukung Desa Mandiri Benih di Yogyakarta, Soekamto, SH., MH menyampikan materi terkait Kebijakan Pemanfaatan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan di DIY, Sugeng Margono, SP menyampikan materi terkait Sertifikasi Benih Padi Terstandar dan Evy Pujiastuti, SP yang menyampaikan materi terkait Budidaya Perbenihan Padi Sesuai SOP
Bimter perbenihan padi yang dilaksanakan berjalan dengan begitu menarik dan ramai, terlihat dari antusias peserta bimtek yang begitu tinggi ditandai banyaknya pertanyaan pertanyaan terlontar dari peserta.
Dengan kegiatan Bimtek Perbenihan Padi diharapkan tumbuhnya produsen benih/penangkar benih yang dapat menghasilkan benih padi terstandar sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih di masing-masing kalurahan dengan harga terjangkau. Sehingga akan berdampak tumbuhnya Desa Mandiri Benih serta berkembangnya industri perbenihan padi di masyarakat dengan harapan terwujudnya perbaikan kesejahteraan masyarakat baik dari sisi kecukupan pangan maupun peningkatan pendapatan masyarakat. Tentunya dengan di dukung program dari kalurahan masing-masing.
02/10/2023
BSIP YOGYAKARTA LAKSANAKAN TEMU LAPANG DALAM RANGKA PANEN BAWANG MERAH BIMA BREBES
SALAM SOBAT TANI
Hari ini , Senin 2 Oktober 2023 BSIP Yogyakarta bekerjasama dengan Gapoktan Tirto Sembodo melakukan panen bawang merah varietas Bima Brebes di Dusun Karang Kalasaan Desa Tirtomartani kalasan Sleman. Kegiatan pendampingan penerapan dan pengujian penerapan SNI 01-6999-2004 perbenihan bawang merah dilaksanakan oleh kelompok tani Tani Rukun seluas 1000 m2 masing masing varietas Bima Brebes 400 m2 dan varietas Trisula 600 m2. Hari ini Bersama Ketua Gapoktan, dan Anggota Kelompok Tani Rukun, dan KWT, serta Tim kegiatan dilakukan panen varietas Bima Brebes. Hasil panen yang diperoleh cukup menggembirakan karena warnanya ungu cerah, umbinya padat dan ukuran umbinya tidak terlalu besar, sesuai dengan kebutuhan untuk pembibitan. Rata rata berat tiap rumpun 57,75 gram/rumpun dengan jumlah umbi 5 β 10 umbi/rumpun, dengan berat 7,32 gram/umbi.
Setelah panen bawang merah dilanjutkan diskusi di ruangan yang diikuti oleh pengurus Gapoktan Tirto Sembodo, Panggota kelompok tani Tani Rukun, dan KWT Rukun Lestari dari Desa Tirtomartani, Kalasan. Dalam laporannya ketua Gapoktan (Janu Riyanto menyampaikan profil Gapoktan yang memeliki anggota sebanyak 992 anggota yang tergabung dalam Kelompoktani, 7 KWT, 14 kelompok ternak, kelompok Usaha pembuatan pupuk organic, kelompok pasar lelang cabai. Ka BSIP Yogyakarta (Dr. Soeharsono) mengajak seluruh petani melakukan usaha pertanian yang efisien sehingga petani mampu menyisihkan hasil panennya untuk ditabung. Dari kegiatan pendampingan perrbenihan ini diharapkan para petani terus menerapkan SNI bersama BSIP dan BP3MB Dinas Pertanian dan Pangan DIY sehingga di desa ini bisa menghasilkan benih bawang merah yang berlabel.
Gapoktan bisa mengembangkan usahanya menjadi penyedia bibit, pupuk organic, pasar lelang.
Selain melakukan panen Bima brebes juga dilakukan monitoring pertumbuhan vegetative pada lokasi bawang merah Trisula. Trisula yang saat ini berumur 32 hari. Pada pertanaman ini diujicobakan penggunaan pupuk organic dari Kotoran puyuh (I), kotoran sapi (II) dan kotoran kambing (III). Dari 3 perlakuan yang kita ujikan nampak perbedaan pertumbuhan vegetative pada 3 perlakuan yaitu pada perlakuan pupuk I terlihat pertumbuhan tanaman lebih kokoh, tinggi tanaman lebih tinggi dan daunnya Nampak lebi hijau. Sedangkan perlakuan II dan III Nampak pertumbuhannya hampir sama. Petani tertarik dengan penerapan pupuk organic yang berasal dari kotoran burung puyuh.
Salam Agrostandar β¦.Agrostandar Hebat, Pertanian maju (UPA,23)
26/09/2023
AGROSTANDAR HEBAT, PERTANIAN MAJU
Yogyakarta, 26 September 2023. Dalam rangka memperingati HUT BSIP ke-1, BSIP Yogyakarta menggelar acara Jogja Gebyar Agrostandar dengan tema Agrostandar Hebat, Pertanian Maju yang dilaksanakan mulai 25 β 27 September 2023 di lingkungan BSIP Yogyakarta. Hari pertama telah diselenggarakan bimtek perbenihan padi melibatkan stakeholder penangkar benih padi dan dinas terkait. Hari Selasa, 26 September 2023 sebagai puncak acara Jogja Gebyar Agrostandar, diselenggarakan talk show wayang dengan tema ketahanan pangan dengan dalang Ki Suparjana (Penyuluh Madya). Acara puncak HUT BSIP dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Direktur Polbangtan Yogyakarta, Kepala BMKG Yogyakarta, perwakilan CSR PT SGM dan stakeholder terkait lainnya dari universitas maupun perbankan. Selain itu kegiatan bazar UMKM, panen tomat di Taman Agro Standard dan cerdas cermat lantip trengginas untuk KWT. Pada hari ketiga (Rabu, 27 September 2023) akan diadakan kegiatan Bazar UMKM dan Bimtek pembibitan ayam KUB terstandar.
Dalam sambutannya Kepala BSIP Yogyakarta menyampaikan bahwa sebagai lembaga baru di Kementerian Pertanian, BSIP memiliki harapan baru dengan mitra untuk membangun kolaborasi yang sinergis dalam menerapkan layanan standar instrumen pertanian dan diseminasi pertanian. Pembangunan pertanian dari hulu ke hilir untuk mendukung program pertanian spesifik lokasi yang ada di D.I. Yogyakarta dan nasional. Bersama-sama dengan stakeholder petani, kelompok tani, dunia usaha bisa menghasilkan produksi pertanian yang efisien dan terstandar sehingga konsumen dapat menerima produk yang dihasilkan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I. Yogyakarta Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun BSIP yang pertama dan BSIP Yogyakarta dapat mewujudkan implementasi teknologi pertanian terstandar ke depan. Kolabarasi akan berlanjut terus untuk peningkatan kerjasama pengembangan institusi dan memberikan warna dalam pertanian ββDari Jogja untuk Indonesiaββ.
24/09/2023
BSIP KEMENTAN DUKUNG EKSPOR SALAK PONDOH DIY
Pada hari Kamis tanggal 21 September 2023 telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan CV Mitra Turindo yang merupakan binaan BSIP Yogyakarta sejak masih mempunyai Tupoksi sebagai BPTP dulu hingga sekarang. CV Mitra Turindo berkedudukan di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman DIY. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Badan Standardisasi Pertanian di Cimanggu Bogor, yang dihadiri oleh Walikota Bogor, mitra kerjasama, pelaku usaha UMKM, petani, Kelompok Wanita Tani serta seluruh pejabat eselon 1 dan 2 Kementan. Acara ini disiarkan secara live di seluruh UPT BSIP 33 provinsi. Penandatanganan nota kesepahaman ini terkait dengan Kerjasama Pengujian, Penerapan, dan Diseminasi Standardisasi Instrumen Pertanian Untuk Kepentingan Ekspor Salak Pondoh. Dari pihak BSIP diwakili oleh Bapak Fadjry Djufry yang bertindak sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, adapun dari pihak CV. Mitra Turindo diwakili oleh Bapak Suroto sebagai Direktur Utama CV Mitra Turindo. Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung
sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan tertulis
oleh kedua belah pihak. Adapun ruang lingkup dari Nota Kesepahaman ini diantaranya adalah : 1) pengelolaan produk instrumen hasil standardisasi komoditas salak pondoh; 2) pelaksanaan layanan pengujian, kalibrasi, dan penilaian kesesuaian standar instrumen komoditas salak pondoh; 3) pengump**an dan pengolahan data serta penyebarluasan hasil standar instrumen komoditas salak pondoh; 4) pelaksanaan penerapan dan pemeliharaan standar instrumen komoditas salak pondoh yang terdiri atas barang, jasa, proses, dan/atau sistem; 5) pendampingan, pelatihan dan bimbingan teknis kegiatan standardisasi
komoditas salak pondoh; 6) pelaksanaan evaluasi dan pengendalian efektivitas penerapan standar
intrumen pertanian dan; 7) kerja sama lain yang disepakati oleh para pihak. Dalam pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dilakukan monitoring dan evaluasi
secara berkala oleh kedua belah pihak, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu)
tahun yang hasilnya dapat digunakan sebagai laporan pertanggung jawaban dan
bahan masukan untuk perencanaan program selanjutnya. Semoga kerjasama ini dapat memberikan nilai tambah pada kedua belah pihak, demi memujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern.
11/09/2023
βKunjungan kerja anggota DPRD Jateng ke IP2SIP Banyakan, BSIP Yogyakartaβ
Pada hari Kamis , 7 September 2023 IP@SIP Banyakan telah menerima kunjungan kerja dari Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah yang didampingi oleh Sekretariat DPRD, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jaa Tengah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hean Provinsi Jawa Tengah. Rombongan dipimpin oleh Pimpinan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah yaitu Bapak H. Sumanto, SH.. Acara kunjungan kerja ini untuk study banding mencari data dan inormasi tentang pengembangan bibit ternak, pakan ternak dan diagnostic kehewanan di Balai Penenrapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) di Provinsi Daerah Istimea Yogyakarta.
Selanjutnya tim diterima oleh tim BPSIP Yogyakarta yaitu Dr. Ahmad Yunan Arifin, S.Pt. M.Si. sebagai koordinator program Bersama tim program, drh. Anastasia Sischa Jati Utami, M.Sc, Heru Nurwanto, S.Pt , Yumaroh, A.Md, IP2SIP Banyakan sebagai instalasi pengujian dan penerapan standar BSIP Yogyakarta beralamat di Jl. Sitimulyo β Segoroyoso, Dsn. Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kab. Bantul. IP2SIP Banyakan BSIP Yogyakarta saat ini dikelola untuk pelayanan mendukung pelaksanaan fungsi balai, salah satunya Pengelolaan produk instrumen hasil standardisasi pertanian spesifik lokasi. Sebagai salah satu unit produksi Bibit ternak unggas khususnya penyediaan bibit DOC ayam KUB.
IP2SIP Banyakan BSIP Yogyakarta dalam pelaksanaan fungsi pengelolaan produk instrumen hasil standardisasi pertanian spesifik lokasi membangun model system perbibitan ayam KUB terstandar. Pembangunan model tersebut didasarkan atas SNI 8405-1:2017: Bibit ayam umur sehari/kuri - Bagian 1: KUB-1; Permentan No. 28 /Permentan/ OT.140/5/2008, tentang Pedoman Penataan Kompartemen dan Penataan Zona Usaha Perunggasan (Kompartemen bebas Avian Influenza-AI); dan Permentan No. 40/Permentan/OT. 140/7/2011, tentang Pedoman Pembibitan Ayam Ras Yang Baik.
Standar tersebut diatas diterapkan secara bertahap dalam system produksi bibit ternak berupa DOC (day old chick - bibit ayam umur 1 hari) ayam KUB-1. Penerapan Pedoman Pembibitan Ayam Ras Yang Baik, pada zonasi memenuhi persyaratan kompartemen bebas Avian Influenza-AI), sehingga menghasilkan bibit ternak memenuhi standar SNI 8405-1:2017.
Produksi bibit DOC ayam KUB pada saat ini sekitar 300 β 500 ekor/minggu yang didistribusikan kepada mitra utamanya wilayah Yogyakarta, dan sebagian kecil kewilayah Jawa Barat bahkan Sumatera.
01/09/2023
BSIP Yogyakarta Menanamkan Kecintaan Pada Pertanian Sejak Usia Dini
BSIP Yogyakarta menerima kunjungan dari murid-murid TK Hamong Putro pada Jumat, 1 September 2023. Sebanyak 29 murid dan 4 orang guru pengajar melaksanakan kunjungan dengan tujuan untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak usia dini tersebut. Kepala Sekolah TK Hamong Putro berharap dengan berkenalan secara langsung dengan dunia pertanian,kecintaan anak-anak dapat lebih mudah terbentuk. Kepala BSIP Yogyakarta menyambut baik tujuan kunjungan tersebut dan memberikan kesempatan kepada para murid dan juga guru pendamping untuk melihat koleksi tanaman hortikultura dan pangan di Taman Agrostandar. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, anak-anak dan juga para guru melakukan pindah tanam benih cabe dan tomat dalam polibag juga pindah tanam bibit kangkung yang dibudidayakan secara hidroponik.
01/09/2023
Rabu, 30 Agustus 2023, BPSIP Yogyakarta menjadi narasumber pada Pelatihan Budidaya Ternak Ayam Jowo Super di Kelompok tani Guyup Rukun Maju yang dilaksanakan di Rumah bapak Suradal Metuk Donotirto Kretek Bantul DIY.
Materi yang disampaikan tentang manjemen pakan. Anggota kelompoktani yang menghadiri berjumlah 20 orang yang kesemuanya adalah kaum perempuan. Semangat dan antusias terlihat dari konsentrasi peserta dan diskusi yang terjadi selama kegiatan.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan serta minat untuk memajukan pertanian terutama di sektor peternakan rakyat sehingga tercipta peningkatan kesejahteraan petani dan kecukuoan pangan di masyarakat.
01/09/2023
Kunjungan Studi banding oleh BSIP Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 25-26 Agustus 2023. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami pengelolaan IP2SIP Muneng, Probolinggo. dengan tujuan Diskusi dan peninjauan lapang terkait pengelolaan IP2SIP Muneng, pengelolaan perbenihan dan pertanaman ubikayu dan kedelai di IP2SIP Muneng.
Diskusi dilakukan antara Kepala BPSIP Yogyakarta Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si. beserta rombongan dengan pengelola IP2SIP Muneng, yaitu Bapak Sutrisno beserta tim.
Diskusi diawali dengan penyampaian BPSIP Yogyakarta terkait program dan kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan tahun 2023 di BSIP Yogyakarta, yaitu penerapan standar pengelolaan ubikayu mendukung pengembangan agroindustry ubikayu di kabupaten Gunungkidul dan pengembangan benih kedelai mendukung program peningkatan produktivitas komoditas strategis melalui penerapan instrument terstandar, khususnya benih bersertifikat. Menurut Kepala Balai, masyarakat Yogyakarta hanya menggunakan ubi kayu varietas ketan. Pembuatan tepung growol dilakukan dengan berbagai varietas ubi kayu yaitu meni, ketan, dan rengganis. Pembuatan tepung growol dengan berbagai varietas ubi kayu diharapkan agar masyarakat di DIY, khususnya kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo tidak kesulitan dalam penyediaan bahan baku. Petani DIY banyak mengembangkan ubi kayu varietas lokal βKetanβ Bima Sena dan Rengganis yang merupakan sumberdaya genetic local dari Yogyakarta. Khusus pada ubi kayu Ketan Bima Sena memiliki karakteristik batang besar warna kulit kehijauan, cita rasa ubi seperti ketan, tergolong ubi kayu yang bercita rasa enak dikonsumsi. Oleh karena itu, BSIP Yogyakarta mendukung pengembangan dan pelestarian ubi kayu varietas Ketan, sebab varietas ini telah menjadi kekayaan plasma nutfah khususnya Gunungkidul dan Kulonprogo yang diharapkan bisa memberi dampak eknomi pada para petani di DIY.
Selanjutnya, pengelola IP2SIP Muneng menyampaikan apresiasi terkait kedatangan Kepala Balai beserta rombongan untuk bersilaturahmi dan saling share terkait potensi pengembangan komoditas kedelai dan ubi kayu, khususnya di DIY. Dalam pengembangan kedelai Badan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) tengah merakit calon varietas unggul baru (VUB) kedelai edamame yang diberi nama Biomax 1 dan Biomax 2. Kelebihan calon VUB tersebut terletak pada produktivitas yang lebih tinggi dan Balai Pengujian Umbi-umbian dan Kacang-Kacangan telah melakukan tahap uji keunggulan dan uji kebenaran produktivitas kedelai. Berdasarkan hasil uji keunggulan bersama 4 galur edamame lain, Biomax 1 dan Biomax 2 memiliki keunggulan tersendiri sehingga berpeluang untuk didaftar sebagai varietas edamame. Jika dideskripsikan, Biomax memiliki produktivitas polong muda 10,50-14,38 ton/ha, ukuran biji lebih besar dengan rincian 37,94-43,14 gram/100 biji, serta memiliki batang yang lebih kokoh dengan diameter batang 6-8,27 cm. Selain itu, Biomax juga didukung oleh beberapa karakter agronomis berupa postur tanaman lebih tinggi dan jumlah buku subur lebih banyak.
31/08/2023
BSIP Yogyakarta dorong peningkatan penerapan SOP Budidaya Ubi Kayu
Pada hari Rabu, 30 Agustus 2023 telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Standar Instrumen Pertanian Spesifik Lokasi Tanaman Pangan di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul. Penanggung Jawab kegiatan Charisnalia Listyowati SP., M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait pelaksanaan budidaya komoditas ubi kayu varietas Bimoseno yang telah dilaksanakan oleh petani ubi kayu di Kapanewon Patuk Kabupaten Gunung Kidul. Hasil FGD diharapkan dapat menjadi masukan bagi proses penyusunan Rencana Standar Nasional Indonesia (RSNI) budidaya tanaman ubi kayu. Focus Group Discussion dihadiri oleh anggota kelompok tani Guyub Rukun dan kelompok tani Krido Karyo, pelaku usaha ubi kayu dan para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) lingkup Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul serta tim identifikasi hasil standar instrumen pertanian dari Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian. Hasil FGD menunjukkan bahwa kedua Kelompok Tani belum seluruhnya menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) yang dituangkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun seluruh kelompok sudah melakukan pemilihan bibit yang sehat, lurus dan cukup umur, termasuk p**a dalam penyiapan lahan dan pengolahan tanah. Seluruh anggota sudah membuat jarak tanam yang teratur untuk persiapan tanam, dengan ukuran yang bervariasi mulai dari 1 m x 1 m, 1,5 m x 1,5 m sampai 2 m x 1 m. Adanya jarak tanam yang beragam disebabkan oleh kondisi geografis dari masing-masing lahan petani. Dalam hal pemangkasan, hampir seluruhnya sudah melakukan pemangkasan untuk mempertahankan tunas menjadi 2, dengan asumsi akan menghasilkan umbi yang lebih banyak dan lebih besar. Mengingat kondisi iklim dan cuaca di Gunung Kidul yang cenderung kering dan pengairan terbatas, hampir seluruh anggota kelompok tani melakukan penyiraman secara terbatas, belum memiliki jaringan irigasi berupa p**a maupun bangunan lain yang mendukung ketersediaan air bagi tanaman. Pada umumnya hasil panen dari kebun sudah langsung dibawa ke pasar, hanya sebagian kecil yang dibawa ke rumah. Sebagian ibu-ibu melakukan pengolahan hasil panen menjadi aneka makanan olahan, agar mendapatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan. Serangan hama penyakit pada tanaman ubikayu jumlahnya relatif sedikit, namun yang perlu diwaspadai adalah serangan uret dan jamur. Sejauh ini pengendalian dilakukan dengan menggunakan Furadan. Belum ditemukan cara yang lebih tepat dan aman untuk mengendalikan serangan hama penyakit. Untuk menjaga keselamatan kerja anggota, pada umumnya anggota kelompok tani menggunakan alat pelindung diri terhadap kecelakaan kerja di kebun, diantaranya sepatu boot dan topi lapangan, termasuk P3K untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat melakukan kegiatan di kebun.