07/05/2026
Komitmen panjang dalam memperjuangkan kepentingan publik kembali mengantarkan Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, meraih penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan, daerah, dan kebudayaan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam acara bertema “Empowered Women, Empowering the Nation” di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5) malam. Momen ini turut dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang mendampingi GKR Hemas.
Usai menerima penghargaan, GKR Hemas mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menilai kemajuan perempuan Indonesia saat ini telah melampaui sekadar capaian domestik. Menurutnya, kiprah perempuan Indonesia kini telah menjadi cerminan bagi dunia, terutama dalam hal akses pendidikan dan kesempatan berkarya yang semakin terbuka.
“Dari perjuangan Ibu Kartini, kita kini lebih maju dalam pendidikan dan ruang berkarya. Perempuan Indonesia tidak hanya menjadi tolok ukur di dalam negeri, tetapi juga bagi dunia. Mereka kian tangguh dan berdaya, termasuk di pemerintahan dan legislatif,” ungkap GKR Hemas.
Sebagai senator yang dikenal teguh dan berprinsip, GKR Hemas selama ini konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dalam kerangka demokrasi modern. Perempuan bernama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini juga aktif memperjuangkan kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan.
Lebih lanjut, istri Gubernur DIY ini menilai perempuan Indonesia kini tidak lagi sekadar hadir sebagai simbol, melainkan telah menjadi motor penggerak dalam berbagai isu strategis, terutama yang menyangkut perempuan dan anak. Namun demikian, ruang dan kesempatan bagi perempuan masih perlu terus diperluas agar lebih setara.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____
07/05/2026
Selamat kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas atas penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation yang diraih dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan, daerah, dan kebudayaan.
Sebagai senator yang dikenal teguh dan berprinsip, GKR Hemas selama ini konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dalam kerangka demokrasi modern. Perempuan bernama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini juga aktif memperjuangkan kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan.
Menurutnya, public advocacy harus berpijak pada nilai-nilai lokal dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput. “Saya percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan langsung keluhan warga, bukan dari ruang-ruang rapat tertutup. Karena itu, saya akan terus mendorong agar suara daerah tidak tenggelam dalam arus kebijakan yang sentralistis,” tegas GKR Hemas.
Ajang ini diikuti lebih dari 30 perempuan inspiratif dari berbagai sektor, mulai dari publik, bisnis, BUMN, hingga seni, budaya, dan sains. Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang terdorong untuk terus berkontribusi, memperluas dampak, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.
_____
06/05/2026
Stok hewan kurban kambing dan sapi untuk Hari Raya Iduladha 2026 di Kabupaten Bantul dipastikan tercukupi. Meski terjadi kenaikan harga, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali, seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menyampaikan kejelasan tersebut saat pemeriksaan dan pemantauan lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Bantul pada Rabu (06/05). Pemantauan yang bertempat di Pak AR Farm dan Kelompok Ternak Andini Mulyo tersebut memantau serta mengawasi secara langsung kesehatan hewan kurban, kenaikan harga, serta ketersediaan pasokan kurban.
“Jadi aman posisi kita Kabupaten Bantul atas koordinasi dengan Dinas Peternakan, kondisi stok hewan kurban baik domba maupun sapi ini mencukupi,” tegas Aris saat ditemui usai pemantauan.
Aris mengapresiasi pemilik peternakan yang secara konsisten berkoordinasi dengan pihak kesehatan Kabupaten Bantul guna memastikan kondisi hewan tetap sehat. “Ini yang siap untuk disembelih intuk Iduladha ini ada 150 dan kondisi semuanya sehat. Karena memang peternak dalam hal ini selalu koordinasi dengan puskeseman Kabupaten Bantul,” ujar Wakil Bupati Bantul.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hermanto, menuturkan, berdasarkan perbandingan dengan periode Iduladha 2025, harga hewan kurban pada 2026 memang mengalami kenaikan, namun masih berada pada kisaran yang relatif stabil dan tetap terkendali. “Jadi saya kira ada kenaikan, tetapi masih relatif terkendali,” pungkasnya.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____
06/05/2026
Pengendalian inflasi kini tak bisa lagi mengandalkan kekuatan daerah secara parsial. Di tengah tekanan cuaca ekstrem dan ketidakpastian pasokan pangan, sinergi antardaerah menjadi kunci. DIY dan Bengkulu pun memperkuat kolaborasi melalui skema kerja sama antardaerah (KAD) sebagai langkah strategis mengawal stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi.
Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam forum Capacity Building dan Benchmarking Visit TPID se-Provinsi Bengkulu ke TPID DIY di Hotel Melia Purosani, Selasa (5/5). Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus mempertegas komitmen lintas wilayah dalam mengendalikan inflasi secara lebih terintegrasi.
Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Sekda Bengkulu Herwan Antoni, para bupati, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat. Dari DIY, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti didampingi Staf Ahli Gubernur Noviar Rahmad, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto, TPID DIY, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan stabilitas inflasi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Inflasi yang terkendali tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian bagi dunia usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “TPID dituntut tidak hanya responsif terhadap gejolak harga, tetapi juga antisipatif melalui pemetaan risiko, penguatan data, koordinasi lintas sektor, serta inovasi kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____
05/05/2026
Udah masuk bulan Mei nih, Lur! Kira-kira di DIY ada event apa aja yaa? 🤔
Biar gak bingung cari infonya, monggo simak poster di atas Sedulur. Udah dirangkumin biar Sedulur bisa langsung agendain mau meramaikan event yang mana.
Kalau Sedulur mau tahu secara lengkap keseluruhan event yang akan digelar di Jogja sepanjang 2026 ini, bisa langsung download Calender of Event 2026 melalui s.id/pemdadiy nggih!
Adapun, untuk event bertanda *, berarti tanggal penyelenggaraan bersifat To Be Announced (TBA), namun pelaksanaannya tetap di bulan tersebut, Lur.
Pantau informasi lebih lanjut dan selengkapnya di dan 🤗
_____
05/05/2026
Tak hanya berupaya mencukupi kebutuhan masyarakat, menyambut Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman juga berkomitmen untuk menyediakan hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Hal ini salah satunya dipastikan melalui pemeriksaan dan pemantauan langsung ke lapangan, yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Sleman, pada Selasa (05/05).
Dipimpin Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pemeriksaan dan pemantauan ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman ini dilaksanakan di Kelompok Ternak Karya Tunggal yang berlokasi di Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping, dan di UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan DP3 Kabupaten Sleman.
Dari pemantauan yang dilakukan, Danang menyebut, hingga awal Mei ini, ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman sementara masih mencukupi atau terbilang aman terhadap permintaan pasar.
“Dari pantauan sampai hari ini, memang ketersediaan untuk hewan kurban kami masih mencukupi aman. Tetapi biasanya nanti kan peningkatan permintaan itu di dekat-dekat pelaksanaan hari kurban, tanggal 27 Mei. Jadi yang paling penting hari ini kita memantau terkait dengan kesehatan hewan yang ada di sini dan juga harganya,” papar Danang.
Ternak kurban yang tersedia dilaporkan sehat dan terbebas dari penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks. Danang mengatakan, selama ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan selalu rutin mengadakan pantauan di kandang kelompok ternak masyarakat dan juga pasar hewan, termasuk vaksinasi, pemantauan penyakit PMK serta antraks.
“Saya kira kalau dari sapi kita aman. Tetapi karena ternak kurban ini biasanya juga ada drop-drop-an atau pendatangan sapi dari luar, ini yang memang harus kita pantau terus karena untuk mencukupi persediaan kita tidak mungkin dari sini saja,” kata Danang.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____
05/05/2026
Jogja menolak sepi, Bethesda Heritage Run kembali hadir nih, Lur! 🏃♂️✨
Buat Sedulur yang belum tahu, besok Minggu (17/05), Bethesda Heritage Run 2026, event lari yang mengajak peserta menjelajah warisan budaya di DIY akan kembali digelar loh!
Mumpung pendaftarannya masih dibuka, yuk segera registrasi, Lur! Ada berbagai fasilitas menarik, baik race maupun non-race, yang bisa Sedulur dapatkan. Cek detail harganya pada poster, ya.
Sampai jumpa di Bethesda Heritage Run 2026 Sedulur semuaa 😍
_____