03/10/2026
Harga beras dan sejumlah bahan pangan mendorong inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 0,26 persen pada September 2026. Pada periode yang sama, Nilai Tukar Petani (NTP) DIY menguat 2,64 persen, seiring kenaikan indeks harga yang diterima petani yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga yang mereka bayar.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi September 2026 sebesar 0,26 persen secara month-to-month (m-to-m), sedikit lebih rendah dibandingkan Agustus sebesar 0,27 persen. Secara year-on-year (y-on-y), inflasi mencapai 3,18 persen, sedangkan secara year-to-date (y-to-d) sebesar 1,81 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,63 pada Agustus menjadi 111,92 pada September.
Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi September dengan andil 0,26 persen. Kenaikan terutama dipengaruhi harga beras dan cabai rawit. Beras memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,07 persen, disusul cabai rawit 0,06 persen, buncis 0,04 persen, daging ayam ras 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,02 persen.
Menurut Endang, kenaikan harga beras antara lain berkaitan dengan penurunan produksi gabah kering panen dalam beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau dan dampak El Niño. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga beras di tingkat konsumen pada September.
“Penyumbang terbesar inflasi secara month-to-month September 2026 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, utamanya disebabkan oleh kenaikan harga beras dan cabai rawit,” kata Endang di kantornya, Kamis (01/10).
Tekanan inflasi tersebut, kata Endang, sebagian tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen, sedangkan ketimun, wortel, dan bawang merah masing-masing memberikan andil deflasi 0,02 persen. Angkutan udara juga memberikan andil deflasi 0,01 persen. Endang menjelaskan, penurunan harga tiket pesawat berkaitan dengan berakhirnya masa high season liburan sehingga permintaan cenderung menurun.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____