Humas Pemda DIY

Directions Website Contact the organization

Humas Pemda DIY Sugeng rawuh. Selamat datang di kanal resmi Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata provinsi dihapus dalam penyebutan nama daerah. Sehingga, halaman Facebook ini yang dulunya bernama Humas Pemprov DIY, diganti menjadi Humas Pemda DIY.

Turut berduka cita atas berpulangnya M. Lisman Puja Kesuma, Anggota DPRD DIY 2024–2029 dari Komisi C (Bidang Pembangunan...
04/10/2026

Turut berduka cita atas berpulangnya M. Lisman Puja Kesuma, Anggota DPRD DIY 2024–2029 dari Komisi C (Bidang Pembangunan), Fraksi Partai Gerindra.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Al-Fatihah. 🤲

_____


Sedulur, 196 tahun sudah Gunungkidul tumbuh dan melangkah bersama! 🎉✨Pada Hari Jadi Ke-196 Kabupaten Gunungkidul tahun i...
04/10/2026

Sedulur, 196 tahun sudah Gunungkidul tumbuh dan melangkah bersama! 🎉✨

Pada Hari Jadi Ke-196 Kabupaten Gunungkidul tahun ini, peringatan mengangkat tema “Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine".

Sebuah pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan, saling menguatkan, dan tumbuh bersama. Tentang raga yang sehat agar masyarakat dapat terus beraktivitas, berkarya, serta berkontribusi. Juga tentang ketenteraman hati sebagai harapan untuk kehidupan yang damai dan selaras.

Semoga di usia yang ke-196, Gunungkidul semakin maju, masyarakatnya semakin guyub dan sehat, serta setiap langkah pembangunannya membawa ketenteraman bagi seluruh warga nggih.

Selamat Hari Jadi Ke-196 Kabupaten Gunungkidul! ❤️

_____




04/10/2026

Sedulur, 8.000 pelari jadi satu dalam semarak Flag Off Malioboro Run 2026 pada Minggu (04/10) pagi!

Flag off tersebut juga menandakan dimulainya langkah para pelari dari berbagai kategori untuk menyusuri sejumlah ikon Yogyakarta, mulai dari Malioboro, Titik Nol Kilometer, Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, hingga berbagai sudut kota lainnya.

Seperti yang terlihat dalam video, para pelari tampak penuh semangat sumringah melangkahkan kaki menuju garis finish.

Diiringi suasana dan langit indah Yogyakarta di pagi hari, ribuan pelari pun memenuhi jalanan Kota Yogyakarta dengan semangat yang sama, yakni berlari sambil menikmati nuansa budaya khas Yogyakarta.

Terima kasih banyak telah hadir dan merayakan langsung kebudayaan Yogyakarta dengan balutan olahraga ini, Lur. Semoga kelancaran dan keseruan Malioboro Run 2026 dapat terus tertanam dan turut hadir dalam gelaran-gelaran lain yang mengusung semangat yang sama nggih 🤗

Kalau Sedulur sendiri, ikut Malioboro Run 2026, dari kategori mana nih? Coba spill di kolom komentar!

_____



Lahan terbatas tak menghalangi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Pekarangan rumah, lahan kelompok tani, hingga tanah...
03/10/2026

Lahan terbatas tak menghalangi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Pekarangan rumah, lahan kelompok tani, hingga tanah yang belum tergarap didorong menjadi ruang produktif melalui berbagai inovasi Lumbung Mataraman. Gerakan berbasis potensi lokal ini kembali ditampilkan dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park (J*P) Nanggulan, Kulon Progo, Jumat-Sabtu (2-3/10).

Digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, kegiatan mengusung tema “Tuwuh Ngrembaka, Ngembangno Lumbung Mataraman – Modernitas dalam Kearifan Lokal”. Sebanyak 10 kalurahan yang memiliki Lumbung Mataraman dan 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) turut ambil bagian, dengan total 25 stan yang menampilkan beragam inovasi pertanian berbasis potensi lokal.

Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman tidak sekadar menjadi ruang pameran, tetapi juga wadah bertukar pengetahuan dan pengalaman antarkelompok dalam mengembangkan pertanian sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Secara prinsip Lumbung Mataraman ini mengembangkan konsep nandur opo sing dipangan, dipangan opo sing ditandur. Tetapi dalam praktiknya muncul berbagai kreativitas. Ada yang menggabungkan dengan peternakan, perikanan maupun tanaman. Potensi lahan yang ada dikembangkan melalui inovasi dan pemilihan komoditas sesuai kebutuhan serta minat masyarakat,” kata Aris di J*P, Sabtu (3/10).

Menurut Aris, keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan pembangunan pertanian. Karena itu, optimalisasi lahan pekarangan dan lahan yang belum produktif perlu terus dikembangkan. Pemanfaatannya tidak hanya menyasar Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, tetapi juga lahan milik masyarakat yang masih belum tergarap.

“Konsepnya integrated farming. Tidak hanya melibatkan generasi muda, tetapi juga merangkul keluarga miskin untuk terlibat aktif meningkatkan taraf ekonomi dan ketersediaan pangan mereka,” ujarnya.

Hingga saat ini, pengembangan Lumbung Mataraman berbasis kalurahan telah mencakup 23 kalurahan di DIY. Sementara kelompok berbasis gabungan kelompok tani mencapai hampir 300 kelompok. Komoditas yang dikembangkan terutama hortikultura.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____

Harga beras dan sejumlah bahan pangan mendorong inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 0,26 persen pada Septem...
03/10/2026

Harga beras dan sejumlah bahan pangan mendorong inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 0,26 persen pada September 2026. Pada periode yang sama, Nilai Tukar Petani (NTP) DIY menguat 2,64 persen, seiring kenaikan indeks harga yang diterima petani yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga yang mereka bayar.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi September 2026 sebesar 0,26 persen secara month-to-month (m-to-m), sedikit lebih rendah dibandingkan Agustus sebesar 0,27 persen. Secara year-on-year (y-on-y), inflasi mencapai 3,18 persen, sedangkan secara year-to-date (y-to-d) sebesar 1,81 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,63 pada Agustus menjadi 111,92 pada September.

Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi September dengan andil 0,26 persen. Kenaikan terutama dipengaruhi harga beras dan cabai rawit. Beras memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,07 persen, disusul cabai rawit 0,06 persen, buncis 0,04 persen, daging ayam ras 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,02 persen.

Menurut Endang, kenaikan harga beras antara lain berkaitan dengan penurunan produksi gabah kering panen dalam beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau dan dampak El Niño. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga beras di tingkat konsumen pada September.

“Penyumbang terbesar inflasi secara month-to-month September 2026 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, utamanya disebabkan oleh kenaikan harga beras dan cabai rawit,” kata Endang di kantornya, Kamis (01/10).

Tekanan inflasi tersebut, kata Endang, sebagian tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen, sedangkan ketimun, wortel, dan bawang merah masing-masing memberikan andil deflasi 0,02 persen. Angkutan udara juga memberikan andil deflasi 0,01 persen. Endang menjelaskan, penurunan harga tiket pesawat berkaitan dengan berakhirnya masa high season liburan sehingga permintaan cenderung menurun.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


03/10/2026

Dalam acara Simfoni 1.001 Pembatik di kawasan Malioboro, Sabtu (03/10), Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap tumbuh kesadaran bahwa keberadaan warisan budaya sangat bergantung pada keberlanjutan proses dan keterampilan yang menyertainya.

“Warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila terus ada tangan yang mengerjakannya, pikiran yang mempelajarinya, dan hati yang bersedia meneruskannya,” pungkas Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Pada kesempatan yang sama, melalui kegiatan ini, Wakil Ketua Umum Koordinator 2 KADIN DIY sekaligus Ketua Dewan Pengarah Panitia Simfoni 1.001 Pembatik, Gunarta Adibrata pun menyatakan bahwa KADIN DIY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, serta sinergi antar pemangku kepentingan. “Batik bagi DIY tidak hanya menjadi simbol tradisi, melainkan sumber inspirasi, kreativitas, dan penggerak ekonomi masyarakat yang harus dirawat melalui kebersamaan,” papar Gunarta saat membacakan sambutan Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi.

Gunarta menyampaikan, keterlibatan para peserta dari unsur ASN, TNI, Polri, pelajar, hingga komunitas pembatik merupakan bukti nyata keberlanjutan tradisi melalui partisipasi bersama. “Ini membuktikan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan untuk menjaga warisan budaya sekaligus mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan,” terang Gunarta.

Sementara itu, Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian RI, Emmy Suryandari turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemda DIY dan Kadin DIY atas terselenggaranya aksi budaya di kawasan Malioboro ini. Menurutnya, batik tidak sekadar merupakan kain, tetapi warisan budaya yang memuat nilai sejarah, kreativitas, dan kearifan lokal yang terus diwariskan lintas generasi.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



Batik tak hanya berbicara tentang kain dan motif yang dihasilkan, tetapi juga tentang proses, pengetahuan, keterampilan,...
03/10/2026

Batik tak hanya berbicara tentang kain dan motif yang dihasilkan, tetapi juga tentang proses, pengetahuan, keterampilan, cara berpikir, bahkan cara pandang atas kerja dan kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, menjaga keberlangsungan batik perlu dilakukan dengan memastikan prosesnya tetap hidup dan keterampilannya terus diwariskan di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada acara Simfoni 1.001 Pembatik di kawasan Malioboro, Sabtu (03/10). Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang membuat banyak pekerjaan dapat diselesaikan semakin cepat dan digantikan, Noviar mengatakan bahwa Sri Sultan menilai batik memberikan pelajaran penting tentang arti sebuah proses.

“Dalam proses membatik tradisional, setiap garis harus dilalui satu per satu. Setiap motif membutuhkan ketekunan. Setiap lembar kain menuntut perhatian yang tidak bisa digantikan oleh ketergesaan. Di baliknya ada waktu, ada pengalaman, ada kerja tangan, dan ada kerja sama yang tidak sederhana. Karena itu, batik tidak boleh direduksi hanya pada hasil akhirnya,” ujar Noviar.

Hal yang sama berlaku dalam upaya pelestarian batik. Noviar mengungkapkan, menurut Sri Sultan, menjaga batik bukan hanya dengan menyimpan hasil karya yang telah dibuat, tetapi memastikan proses pembuatannya terus berlangsung dan keterampilan membatik dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Atas nama Pemerintah Daerah DIY, Noviar pun menyampaikan apresiasi kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Simfoni 1.001 Pembatik. “Tentu kita semua sependapat, yang menjadi penekanan dalam kegiatan ini bukanlah jumlah partisipannya, melainkan pada bagaimana proses yang selama ini berlangsung di balik layar hari ini dihadirkan ke ruang publik untuk kita saksikan, kita pahami, dan kita rasakan Bersama,” papar Noviar.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Siap-Siap Lagi, Lur! Malioboro akan kembali menjadi panggung pertunjukan budaya 🤩Sedulur, Wayang Jogja Night Carnival (W...
03/10/2026

Siap-Siap Lagi, Lur!
Malioboro akan kembali menjadi panggung pertunjukan budaya 🤩

Sedulur, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) Gana Kalajaya hadir dalam puncak perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Sebanyak 14 kemantren akan menampilkan beragam karakter wayang melalui kostum, tari, musik, hingga properti dalam balutan street art yang semarak.

Catat waktunya, Sedulur! 📅
Rabu, 7 Oktober 2026
⏰ 18.00 WIB
📍 Kawasan Sumbu Filosofi Kota Yogyakarta (Malioboro–Titik Nol)

Jangan sampai ketinggalan keseruannya! Ajak keluarga dan temanmu, lalu ramaikan WJNC Gana Kalajaya di Malioboro.

_____




Sedulur, Anugerah Kebudayaan DIY merupakan bentuk apresiasi dari Pemda DIY kepada individu, komunitas, maupun lembaga ya...
03/10/2026

Sedulur, Anugerah Kebudayaan DIY merupakan bentuk apresiasi dari Pemda DIY kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang telah berkontribusi dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nah, buat Sedulur yang punya karya, aktivitas, atau kontribusi di bidang kebudayaan dan ingin mengetahui lebih lanjut, yuk simak informasi Anugerah Kebudayaan DIY 2026!

Mulai dari persyaratan umum hingga alur pendaftarannya, Sedulur bisa cek selengkapnya melalui desain di atas.

Yuk, ikut ambil bagian dalam merawat dan memajukan kebudayaan DIY.

_____



03/10/2026

Pada kesempatan ini, tim pengawas parlemen DPR RI menyambut baik keterbukaan Pemda DIY dalam membangun kerja sama yang solid demi perbaikan kualitas layanan perhajian secara berkelanjutan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa parlemen berkomitmen penuh untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi daerah demi kemaslahatan jamaah, untuk memastikan seluruh persiapan haji 1448 H benar-benar berorientasi pada perlindungan dan keselamatan jemaah.

“Segala masukan dari daerah terkait perbaikan mutu layanan akan kami komunikasikan dan perjuangkan sungguh-sungguh dengan pemangku kebijakan di tingkat pusat,” tegas Abidin.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, turut menekankan pentingnya menjaga stamina dan kenyamanan calon jemaah melalui efisiensi alur pelayanan sejak dari tanah air. “Orientasi utama dari apa yang kita kerjakan adalah kepentingan jemaah, sehingga jangan sampai ada kebijakan yang justru bertolak belakang dengan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Selain memperkuat aspek tata kelola dan akomodasi, Pemda DIY bersama Dinas Kesehatan DIY juga mulai memperketat pemeriksaan kesehatan (istitha'ah) calon jemaah secara objektif. Langkah medis ini ditempuh demi menjaga keselamatan fisik serta mental jemaah agar dapat menjalankan seluruh rukun haji di Tanah Suci tanpa terkendala masalah kesehatan berat.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Address

Kompleks Kepatihan, Danurejan
Yogyakarta City
55213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Humas Pemda DIY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Humas Pemda DIY:

Shortcuts

Share