Islam Nusantara Aswaja
Islam Nusantara Aswaja ialah wadah kearifan lokal dan cerminan orang muslim yg ada di Indonesia dalam berMasyarakat, berBudaya, berkeBhinekaan, Bernegara.
22/05/2020
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi al-Hamd.
GEMA takbir itu tak henti dikumandangkan dari masjid ke masjid. Lantunan kalimah takbir menjadi pertanda Ramadan telah usai. Dan, tibalah saat bahagia, Idul Fitri ada di depan mata.
Baju, celana, dan pakaian semua baru. Beberapa anak kecil berlari-lari dengan sorak gembira menyambut Lebaran. Satu sama lain berbagi s**a cita dengan sinar kembang api.
Ibunda tercinta yang turut mendampingi kegembiraan sang buah hati juga turut meluapkan bahagia. Sambil mengunyah kurma mereka bercerita seputar rencana Lebaran.
Di tengah gemuruh beduk dan lantunan takbir, Mbah Marni masih sibuk di dapur. Dia mengangkat satu demi satu kukusan makanan khas Lebaran yang dibungkus dengan janur (daun kelapa muda ). "Napa niku Mbah?," tanya cucunya yang masih lucu. "Niki asmane kupat (Indonesia: ketupat) lan lepet," jawabnya cepat.
Anak itu tak mau jauh dari neneknya. Maklum, dia datang jauh-jauh dari ujung timur Jawa, ikut mudik orang tuanya ke Kudus. Satu kata yang dimintanya, dia ingin merasakan masakan yang dianggapnya aneh dan tak pernah ditemuinya.
Sebenarnya, berbeda di wilayah Betawi misalnya, tradisi menyajikan ketupat di Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan sekitarnya dilakukan sepekan setelah hari pertama Idul Fitri atau lebih dikenal sebagai Bada Kupat atau Kupatan.
Namun, karena Mbah Marni ingin membuat senang cucunya yang mesti balik pada hari ketiga Lebaran itu, dia pun memasak ketupat pada malam menjelang Lebaran.
Malam itu tampak ramai. Masjid yang sejak sore sudah memulai penerimaan zakat fitrah berjubel orang berpeci dan sarung.
Malam itu p**a zakat yang telah terkumpul dibagikan pada mustahiknya.
Semua keluarga berkumpul bersatu dan saling bercerita seputar puasa dan Lebaran. Rasa sedih, gelisah, gundah terkubur oleh nuansa Lebaran yang kian elok.
Kemeriahan Idul Fitri bukanlah hal tabu. Persiapan untuk menyambut kehadirannya sudah dengan matang direncanakan. Mulai menyembelih ayam, mengecat rumah, membeli pakaian hingga mempersiapkan penganan.
Tak lupa p**a menghidangkan makanan khas bernama kupat dan lepet. Walau nama itu merupakan dua makanan yang beda, orang sering menyebutnya bersamaan.
Pembuatan kupat-lepet ini memakan waktu lama. Mulai dari menganyam janur untuk kupat, mengisi beras dan memasaknya kira-kira enam jam. Bahan mentah yang digunakan juga beda, kupat terbuat dari beras dan lepet dari ketan.
Ternyata di balik nama kupat-lepet mengandung makna filosofis. Keduanya merupakan makanan yang mempunyai makna tawadu (rendah diri). Kupat berarti aku lepat (salah) dan lepet bermakna luput (salah). Jadi, kupat-lepet adalah simbol pengakuan dosa yang dimiliki oleh manusia. Ini sama halnya dengan kata "kudus" yang berarti "aku dosa". Tepat kiranya orang Kudus kalau Lebaran hari ketujuh menamakan Kupatan, pertanda hari istimewa Idul Fitri akan berakhir.
Karena menjadi hamba Allah yang bergelimang dosa, mereka menebusnya dengan bermaaf-maafan (mushafahah). Mungkin "orang kuno" dahulu merasa kurang cukup jika penebusan dosa hanya dengan bersalaman. Lalu dibuatlah simbol makanan kupat-lepet agar mereka tidak lupa dengan kesucian makna Idul Fitri.
Dalam membentuk model kupat juga beraneka ragam. Ada kupat masjid, rumah, ayam jago, persegi panjang, dan lain sebagainya. Ini pertanda, penebusan dosa bisa dilakukan di mana pun dan dengan siapa pun. Sebab, perintah untuk mengakui dosa tercantum dalam Alquran: Wasari'u ila maghfiratin min rabbikum wa jannah. (Wahai para manusia, bergegaslah engkau meminta maaf dari Tuhanmu dan kelak menuju surga.)
Ini bukti pengakuan khilaf seorang hamba pada hari Lebaran. Maka ketika unjung (putar-putar menyambangi tetangga) dia menyampaikan kalimat: Sugeng Riyadi, ngaturaken lepat kula, nyuwun pangapunten. Selamat Idul Fitri, mohon maaf atas semua kekhilafan yang kami miliki. (54j)
- Penulis adalah Direktur Lembaga Pengembangan Intelektual dan Pendidikan (Lepip) dan mahasiswa S2 IAIN Walisongo Semarang, tinggal di Kudus.
Risma Mahandika Satrio Piningit Ali Idris Salamun Sal Azkiya Natasya Aisyah
16/03/2020
Ijazah KH. Mustofa Bisri bagi Kaum Muslimin untuk Hadapi Virus Corona
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah, selamat, sehat wal afiat lahir dan batin.
Waba'du; menghadapi Covid-19, ikhtiar lahir sudah dilakukan secara massal (dan bahkan mirip 'kepanikan umum'). Tapi, sebagai hamba-hamba beriman, kita tidak boleh melupakan ikhtiar batin, mendekat serta memohon kepada Tuhan kita dan Tuhannya segala virus.
Kita --yang beragama Islam-- bisa! misalnya:
1. Menyempurnakan wudhu kita,
2. Membaca بسم الله لا يضر مع اسمه شئ في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم، _BismiLlãhi lã yadhurru ma'asmiHi syai-un fil ardhi walã fissamã-i waHua s-Samii'ul 'Aliim_, setiap habis Subuh dan Maghrib; juga jika mau keluar rumah.
3. Wiridkan asma Allah *يا سلام*، _yã Salãm_; *يا حفيظ*، _yã Hafiizh_, dan *يا مانع يا ضآر*، _yã Mãni'u yã Dhãrru_. Masing-masing minimal 20x setiap habis salat.
4. Baca shalawat Nabi SAW yang kita s**ai/hafal setiap mulut nganggur; dan
5. Berdoa: اللهم إنا نسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة، _Allahumma innã nas'aluKa al-'afwa wal-'ãfiata wal mu'ãfata addãimata fiddiini waddunyã wal ãkhirah._
Wawallãhu Musta'ãn.
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Hasan Kaloscy M Nurkholis
11/03/2020
𝓓𝓮𝓶𝓲 𝓚𝓮𝓶𝓪𝓼𝓵𝓪𝓱𝓪𝓽𝓪𝓷 𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪, 𝓐𝓴𝓱𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓟𝓑𝓝𝓤 𝓜𝓮𝓷𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓜𝓾𝓷𝓪𝓼 𝓐𝓵𝓲𝓶 𝓤𝓵𝓪𝓶𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓚𝓸𝓷𝓫𝓮𝓼 𝓝𝓤 𝓭𝓲 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓷𝓰
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya memutuskan untuk menunda kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang sedianya akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 18 - 19 Maret tahun 2020.
Keputusan penundaan melalui surat intruksi dengan nomor 3944/C.I.34/03/2020 yang dikeluarkan pada 11 Maret 2020 bertepatan dengan 16 Rajab 1441. Surat yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Panitia Munas dan Konbes NU 2020 serta Pondok Pesantren Al-Anwar tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal H Helmy Faishal Zaini.
“Sehubungan dengan adanya Wabah Virus Corona (SARS-coV 2/COVID-19), maka sebagai bagian upaya kita untuk membangun kewaspadaan dan membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan virus tersebut, dengan ini disampaikan bahwa Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2020 yang sedianya diselenggarakan pada tanggal 18-19 Maret 2020 ditunda sementara waktu sampai ada pemberitahuan berikutnya. Langkah ini diambil bukan karena kepanikan atau kecemasan, namun semata-mata untuk kemaslahatan bersama”. Demikian bunyi intruksi surat tersebut.
Tentu keputusan yang tiba-tiba tersebut menuai pro kontra dari kalangan nutizen, lantaran waktu pelaksanaan tinggal 5 hari lagi. Mereka mempertanyakan perihal penundaan Munas dan Konbes NU, padahal waktu pelaksanaan sudah dekat dan persiapan sudah matang. dan konbes nu kenapa ditunda sih...dan lainnya.
Namun komentar dari beberapa pengurus PBNU di watshap group mengatakan bahwa “Kepentingan masyarakat luas dan kyai sepuh menjadi pertimbangan utama..kasus di Indonesia akan terus bertambah... yang sangat melegakan banyak pihak. Bagaimanapun, risiko paling besar adalah untuk para kyai nyai yang sudah sepuh-sepuh. cara NU membantu pemerintah dlm mengatasi Coronavirus.
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Hasan Kaloscy Muhamad Nggopar T M Nurkholis Ali Murtadho Icha Cha-cha Satrio Piningit Risma Mahandika
11/03/2020
Inilah Kisah Kenapa Walisongo Tidak Mensyariatkan Cadar & Jubah Di Bumi Nusantara
Kisahnya begini, ketika itu, Sunan Ampel sangat memprihatinkan keadaan adat istiadat serta kebudayaan masyarakat Jawa yang nilai-nilainya jauh dari ajaran Islam. Sunan Ampel kemudian menghubungi sahabat beliau di Makkah, yaitu Syaikh Abdul Qayyim supaya mengirim seseorang ke tanah Jawa yang ahli di bidang kebudayaan serta menata adat istiadat agar dari yang kurang bersifat Islami menjadi tidak jauh dari tuntutan agama Islam.
Permintaan Sunan Ampel ini kemudian dituruti oleh Syaikh Abdul Qayyim. Oleh beliau dikirimlah putra beliau sendiri, yaitu Syaikh Khazin yang memang ahli di bidang tersebut. Semenjak itulah berangkat Syaikh Khazin ke tanah Jawa.
Sesampainya beliau di Jawa, beliau kemudian mendampingi Sunan Kalijaga, karena Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh muballigh yang berasal dari keluarga terpandang dalam struktur sosial masyarakat Jawa. Beliau adalah putra dari Adipati Tumenggung (setara dengan bupati sekarang) di Tuban. Harapan dari Syaikh Khazin al-Makki, masyakarat Jawa akan lebih mudah menerima dakwah dengan pola pendekatan adat istiadat serta budaya Jawa apabila yang menyampaikan dakwah tersebut adalah seorang putra dari tokoh terpandang di masyarakat Jawa itu sendiri.
Pertimbangan ini diyakini oleh Syaikh Khazin al-Makki tepat, karena sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan oleh kehidupan yang berbasis serta mengelola tradisi, kebudayaan, serta adat istiadat Jawa, tentu Sunan Kalijaga lebih mampu menjiwai dalam khayal (cipta), dzauq (rasa), dan 'adah (karsa) dibanding dengan muballigh lain yang tidak berlatar belakang serta adat istiadat Jawa. Sehingga, untuk bermusyawarah hampir dipastikan Sunan Kalijaga tidaklah mengalami kesulitan menangkap apa yang diinginkan oleh Syaikh Khazin al-Makki.
Seiring dengan perkembangan waktu, Sunan Kalijaga merasakan bahwa Syaikh Khazin al-Makki ini memang benar-benar orang yang mampu serta mengerti dan menguasai ilmu dakwah yang cocok untuk diterapkan dalam ruang lingkup masyarakat Jawa. Pelurusan pelurusan agar tidak jauh dari ajaran Islam dirasakan oleh Sunan Kalijaga mudah dipraktekkan dalam dakwah dan aplikasinya di ruang lingkup masyarakat. Oleh karenanya, Sunan Kalijaga kemudian memberikan julukan pada Syaikh Khazin al-Makki dengan lawan "Bagus Maulana". Maksudnya adalah seorang pengelana yang ahli memperhalus serta memperbaiki budaya serta adat istiadat Jawa.
Figur Bagus Maulana pada saat sekarang ini kurang banyak dikenal orang. Akan tetapi, dahulu adalah sosok figur yang dikenal oleh para ulama di zamannya sebagai tokoh muballigh yang senantiasa mendampingi Sunan Kalijaga dalam hal olah pelurusan seni budaya serta tradisi masyarakat agar tidak jauh dari ajaran Islam.
Sebagai seorang waliyullah, Bagus Maulana mempunyai banyak karamah. Di antara karamah beliau yang sempat masyhur waktu itu ialah:
1. Mempunyai tongkat yang jika ditancapkan di tanah gersang maka dari tanah tersebut akan dapat memancar air.
2. Mampu mengubah air asin menjadi air tawar.
3. Merubah pohon yang kering langsung menjadi basah (hidup) subur dan berbuah.
Syaikh Khazin mempunyai nama Khazin bin 'Abdul Qayyim bin Yasir bin Nu'man bin Ma'mun bin Yasin bin Malik al-Makki asy-Syafi'i. Disebut al-Makki asy-Syafi'i karena beliau, ayah dan kakek-kakeknya semua berasal dari Makkah serta bermadzhabkan Syafi'i dalam fiqh 'ubudiyahnya. Lahir di kota Makkah sekitar tahun 842 H/ 1439 M.
Syaikh Khazin al-Makki wafat kurang lebih satu tahun setelah kesultanan Demak pindah ke Pajang atau sekitar tahun 957 H/ 1550 M dalam usia 111 tahun. Jasad beliau dimakamkan di area komplek makam Kadilangu Demak.
Risma Mahandika Satrio Piningit
Ali Idris Salamun Sal M Nurkholis Syafi'il Anam Muhamad Nggopar T Hasan Kaloscy
07/03/2020
𝐒𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐎𝐫𝐦𝐚𝐬 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐊𝐚𝐥𝐢𝐦𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐩 𝐓𝐨𝐩 𝐌𝐚𝐫𝐤𝐨𝐭𝐨𝐩
-----------------------------------------------------------------------------------
𝒪𝓁𝑒𝒽 𝒮𝒶𝓁𝒶𝓂𝓊𝒩 𝑅𝑒𝓈𝓅𝑒𝒸𝓉𝑜𝑅
Sesuai harapan kalimat pimmpinan ormas Muhammadiyah layak diacungi jempol top markotop, tapi sayang sekali kenapa kalimat tersebut keluarnya telat Bapak Haedar Nashir (Official)...anda termasuk salah satu tokoh muslim yang saya kagumi, jadi saya khusnudzon mungkin admin Pak Haedar Nashir (Official) sangat jarang online jadi wajar jika kemari-kemarin telat merespon kesalahan bawahannya di jajaran Muhammadiyah, yah walau kedepan insyaAllah dampaknya akan sangat tinggi terhadap kerjasama antar bidang antara (NU-Muhammadiyah).
Bagi saya yg sejak kecil dididik dg amaliyah NU, nyantri di popes NU dan pernah juga mengenyam pendidikan kuliah di Muhammadiyah, saya rasa perlu untuk mengejawentahkan dan menuangkan sebagian kecil nilai-nilai KeNUan dan keMuhammadiyahan kepada teman-teman warga NU. Seperti contoh kecil wejangan dari HadratusSyaikh KH Hasyim Asy'ari untuk warga NU.
"Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husunul khatimah beserta keluarganya" Modal penting untuk kita semua supaya ikhlas berkhidmat NU.
Kalau di Muhammadiyah ada mantra super dari KH Ahmad Dahlan : Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan Hidup di Muhammadiyah!
Kalau dipraktekkan di NU maka Warga NU itu harus menghidup-hidupkan NU dalam segala bidang, ekonomi, kesehatan, pendidikan, pesantren, dll.
Sudah waktunya warga NU bisa sejahtera seperti warga Muhammadiyah.
Sudah waktunya warga NU bergerak kompak seperti warga Muhammadiyah dengan cara yg mudah :
(Dahulukan kesejahteraan warga Nahdlyiin di berbagai macam bidang).
-----------------------------------------------------------------------------------
contoh simplenya:
1. Kalau belanja kebutuhan sehari-hari / membeli suatu barang jika yg jual warga NU maka belilah barang tersebut (walaupun kadang harganya sedikit lebih mahal) transaksi diniatkan sebagai menyebar rahmat Allah dan menghidupkan roda transaksi sesama warga Nahdliyyin lillahita'ala.
Jika barang tidak dimiliki warga NU baru kita beranjak ke warga muslim lainnya yg amaliyah sama dg NU atau minimal muslim simpatisan NU, baru yg kedua beli warga muslim lainnya seperti warga Muhammadiyah.
2. Pilih Sekolah dan pondok pesantren untuk anak-anak, adek dan saudara-saudari kalian di sekolahan yg jelas NU / berafiliasi dg NU.
3. Untuk mencari calon menantu / calon pasangan untuk dinikahi maka usahakan nomor 1 adalah warga NU, syukur2 calon tersebut khidmah di banom NU seperti Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU dll.
4. Jika hendak berobat maka pilihlah Rumah sakit NU kalau didaerah kalian tidak ada RSI NU maka opsi kedua pilihlah RSI yg berafiliasi dengan ormas NU, yg ketiga baru RSI islam Muhammadiyah dll.
Terkadang ada yg mengendorkan minat warga NU agar tidak berobat di RSI NU melainkan di RSI Muhammadiyah yg biasanya dilontarkan dg kalimat: RSI Muhammadiyah jauh lebih unggul dari pada RSI NU, argumen itu bisa mudah dipatahkan: (jelas banget d**g, karena kiprah RSI NU juga baru berapa-berapa tahun), Lalu siapa yg akan menghidupkan roda kesehatan RSI NU jika bukan warga NU sendiri.
Kalau masih ngeyel pengobatan yg lebih unggul berkualitas maka berobatlah ke Rumah sakit luar negeri seperti di singapura, munchen dll, jangan malah membuat propaganda dan mengadu domba sesama RSI Islam dg gaya belah bambu "devide et impera".
5. Loyal lah kepada warga NU, jangan saling berkhianat, harus amanah, saling jujur, saling percaya, dahulukan khusnudzon, dahulukan tabayyun sesama warga NU, supaya tercipta kuwalitas dan sinergi positif antar warga Nahdlyyin.
Jika sesama warga NU bisa saling bersinergi, saling menguntungkan, saling berbagi dg ikhlas demi khidmah NU, fa insyaAllah warga NU akan makmur, Sejahtera dan Jaya !!!
𝒯𝑒𝓇𝒾𝓂𝒶 𝓀𝒶𝓈𝒾𝒽
Salamun Sal Ali Idris Syafi'il Anam Hasan Kaloscy
💚 𝒮𝑒𝓂𝓊𝒶 𝒶𝓀𝒶𝓃 𝒩𝒰 𝓅𝒶𝒹𝒶 𝓌𝒶𝓀𝓉𝓊𝓃𝓎𝒶 💚
Siapa Kita ►(NU) .
Pancasila ► (Jaya) .
NKRI ► (Harga Mati) .
Aswaja ► (Akidah Kita) .
Nusantara ► (Milik kita) .
05/03/2020
HIMBAUAN UNTUK MENGHIJAUKAN JOGJA
Warga NU di manapun kalian berada.
Warga masyarakat dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan yang tinggal di wilayah Jogja dan sekitarnya.
Ayok kita hijaukan Jogja dengan sadar dan mengharap ridha Allah SWT untuk hadir di acara Harlah NU ke-94 ini. Berbond**g-bond**g datang demi menjunjung tinggi "Islam rahmatan lil 'alamin". Islam sebagai agama rahmat seluruh alam semesta.
Buktikan kalau kita kuat dan kompak.
Buktikan kalau kita selalu menjaga persaudaraan kepada siapapun.
Buktikan kalau kita senantiasa menjalin ukhuwah dan menghindari konflik dalam bentuk apapun.
Jogja istimewa, NU Jogja memang istimewa, Yogyakarta.
Gus MuwafiQ Gusmu Gus Muwafiq Video KH Ahmad Muwafiq Kitab Kuning Aswaja
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Hasan Kaloscy
https://www.facebook.com/173579383425122/posts/623901478392908/
MUHAMMADIYAH TOLAK HARLAH NU DI KAUMAN JOGJAKARTA | berikut kalimat bijaksana yang harus dicontoh dari pemuda ini.
oleh Rikal.dikri
Islam NUsantara ASwaja Islam Nusantara Aswaja
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Hasan Kaloscy .
ngaji gus baha Perempuan Pernah dicium Orang Kok di Nikah ? Pengajian Gus Baha Terbaru
❤ FULL Video ► https://youtu.be/NUSeFvNavYw
Islam Nusantara Aswaja
Pengajian gus baha terbaru
Gus Baha Pengajian KH Bahauddin Nursalim Al-Hafidz
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Hasan Kaloscy Hasan Al Bashri
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
►Follow our youtubel:
https://www.youtube.com/channel/pengajiangusbaha
❤️SOCIAL
►https://www.facebook.com/pengajiangusbahaterbaru
►https://www.facebook.com/groups/431760160588052
►https://www.instagram.com/pengajiangusbahaterbaru
Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2019 Semoga Santri Semakin Jaya, Semakin Cerdas, dan Mencerdaskan Bangsa.
Lagu resmi atau theme song Hari Santri Nasional untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019. Theme song ini melukiskan peran penting santri dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan tema Hari Santri 2019 Santri Unggul Indonesia Makmur (RMINU) dan Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia (PDPontren).
Hari Santri merupakan salah satu peringatan hari nasional yang ditetapkan berdasarkan Kepres RI Nomor 22 Tahun 2015. Diperingati setiap tanggal 22 Oktober, merujuk pada kilas sejarah dimana pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri NU, mengeluarkan fatwa yang terkenal sebagai Resolusi Jihad. Isinya adalah kewajiban (fardlu ain) bagi setiap muslim untuk bertempur melawan penjajah. Sehingga setiap pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.
Lirik lagu HARI SANTRI NASIONAL NEW 2019 Versi PPDA beserta Suasana & kegiatan Pondok Pesantren Darul A'mal Metro Lampung
Salamun Sal
Syafi'il Anam
Ali Idris
Hasan Kaloscy
Muhamad Nggopar T
Muhammad Mujhir As
A'iffatul Mufaridah
Tado
Teras Santri
Bejo Al Galangy
Muhamad Kurnia
11/03/2019
GUSMUWAFIQ Kegunaan Ayat Alquran Untuk ARI ARI BAYI Suku Cadangnya Manusia
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Mari Pahami dan Belajar Konsep Ahlus Sunnah Wal Jama'ah NU Nahdlatul 'Ulama agar tidak konslet dalam memahami Agama, Bangsa, & Negara Indonesia.
Sudah Saatnya yang Waras Gak Boleh Ngalah ! Harus melawan dan terus melawan demi kebenaran. Buat saudara-saudara yang ingin melawan kebodohan bisa dengan cara cukup share video ini sebanyak-banyaknya ✅👍❤️
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
GUSMUWAFIQ Kegunaan Ayat Alquran Untuk ARI ARI BAYI Suku Cadangnya Manusia GUSMUWAFIQ Kegunaan Ayat Alquran Untuk ARI ARI BAYI Suku Cadangnya Manusia ~ pengajian gus muwafiq KH Ahmad Muwafik Terbaru. KH Ahmad Muwafiq terbaru, NU Pan...
09/03/2019
Ngaku Warga NU tapi Menghina Ulama NU itu Penghianat ! NU GL Perusak ~ Habib Sayyid Seif Alwi Ba 'Alawy ✅
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Mari Pahami dan Belajar Konsep Ahlus Sunnah Wal Jama'ah NU Nahdlatul 'Ulama agar tidak konslet dalam memahami Agama, Bangsa, & Negara Indonesia.
Sudah Saatnya yang Waras Gak Boleh Ngalah ! Harus melawan dan terus melawan demi kebenaran. Buat saudara-saudara yang ingin melawan kebodohan bisa dengan cara cukup share video ini sebanyak-banyaknya 👍❤️ ✅
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Syafi'il Anam
Ali Idris
Salamun Sal
Hasan Kaloscy
Muhamad Amirudin
Muhammad Mujhir As
Muhamad Nggopar T
🇲🇨️
Ngaku Warga NU tapi Menghina Ulama NU itu Penghianat! NU GL Perusak~Habib Sayyid Seif Alwi Ba 'Alawy Ngaku Warga NU tapi Menghina Ulama Tokoh NU itu Penghianat! Habib Sayyid Seif Alwi Ba 'Alawy Jawaban Cerdas Habib Sayyid Seif Alwi, Viral Habib Seif Alwi ba ...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Address
Yogyakarta City
55284
