Stasiun Geofisika Padang Panjang adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang berada di Provinsi Sumatera Barat yang bertugas melakukan pengamatan dan analisis geofisika dan juga pengamatan unsur-unsur meteorologi sekaligus menjadi koordinator dari UPT-UPT uang berada di wilayah Sumatera Barat yakni Stasiun Meteorologi Tabing, Stasiun maritim Teluk Bayur, Stasiun Klimatologi Sicincin, dan juga Global Atsmosfer Watch (GAW). Dengan adanya website ini pengunjung diharapkan mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan meteorologi klimatologi kualitas udara dan geofisika (MKKuG) yang ada di wilayah provinsi Sumatera Barat. Informasi MKKuG untuk wilayah lain juga dapat diperoleh disini. Stasiun Geofisika Padang Panjang dibangun tahun 1975 dan mulai dioperasikan pada tanggal 17 Januari 1976 berlokasi di Pemandian Lubuk Mata Kucing Padang Panjang Alasan didirikannya Stasiun Geofisika Sumatera Barat di Padang Panjang adalah bahwa setelah dilakukannya survey di seluruh wilayah Sumatera Barat ternyata hanya di daerah Padang Panjang terdapat batuan (bad rock) yang tepat untuk menempatkan sensor Seismograph, juga untuk mengenang gempabumi tanggal 26 Juni 1926 yang terjadi di Padang Panjang yang menimbulkan banyak korban, baik jiwa maupun harta. Tahun 1975 merupakan awal pengembangan peralatan BMG khususnya peralatan Seismograph yang merupakan hasil kerjasama dengan UNESCO. Instalasi peralatan Seismograph SPS-1 Kinematrics dilaksanakan oleh Bapak Drs. Sebagai Observer pertama yang bertugas di Stasiun Geofisika Padang Panjang adalah Sdr. Sumarso ( Observer Geofisika Tahun 1975 ). Pada tahun 1984 dibangun Kantor Stasiun Geofisika di Silaing Bawah seiring dengan penambahan peralatan observasi meteorologi pada tahun 1995 untuk melengkapi kegiatan pengamatan di Stasiun Geofisika Padang Panjang. Pada tahun 1993 peralatan Seismograph mulai diperbaharui dengan memasang Seismograph 3 (tiga) komponen SPS-3, sehingga dengan peralatan ini Stasiun Geofisika Padang Panjang bisa menentukan parameter gempa, walaupun masih secara sederhana. Pada tahun 1998 atas kerjasama BMG dan Pemerintah Jepang, dipasang p**a peralatan Seismograph Broadband "JISNET" dan peralatan ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh stasiun dalam rangka memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dimasa mendatang. Stasiun geofisika menjadi Regional Seismic Centre atau Pusat Gempa Regional VI pada tahun 2006. Seiring dengan itu banyak penambahan peralatan seismic yang diinstalasi di stasiun geofisika diantaranya server LIBRA, WinSDR, ONYX, RANET. Untuk mendukung operasional maka di instalasi internet pada tahun 2007. Pada tahun berikutnya penambahan peralatan seismic selalu dilakukan, diantaranya : SeiscomP3, Accelerograph, Mini Regional, Lighting Detector.