Karantina Sulawesi Selatan

Call Directions Website

Karantina Sulawesi Selatan Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan

02/11/2026

Disiplin dalam Bekerja, Berintegritas dalam Melayani

Makassar — Kedisiplinan dalam bekerja dan integritas dalam memberikan pelayanan menjadi dua hal penting yang harus terus dijaga oleh setiap pegawai. Pesan tersebut mengemuka dalam apel pagi yang digelar Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Senin (2/11).

Apel dipimpin Ketua Tim Kerja Bidang Karantina Tumbuhan, Muhammad Iqbal, selaku pembina apel. Dalam amanatnya, Muhammad Iqbal mengingatkan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban mengikuti kegiatan rutin, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab dan komitmen pegawai dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, disiplin menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang profesional. Sementara itu, integritas dan etika pelayanan harus senantiasa dikedepankan agar setiap tugas perkarantinaan dilaksanakan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ayo kita awali minggu ini dengan bekerja penuh semangat. Jaga integritas, kedepankan pelayanan dan etika pelayanan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, peraturan dan keputusan Badan Karantina Indonesia, surat edaran, serta SOP yang menjadi pedoman kita dalam menjalankan tugas perkarantinaan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh pegawai, baik yang bertugas di kantor induk, satuan pelayanan, tempat layanan maupun laboratorium, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan.

Menutup amanatnya, Muhammad Iqbal mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun kerja sama, menjaga kekompakan, serta memperhatikan kesehatan dalam menjalankan aktivitas kerja. Ia berharap semangat kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan operasional dan meningkatkan kinerja organisasi.

Melalui apel pagi ini, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan kembali menegaskan bahwa kedisiplinan, integritas, dan etika pelayanan merupakan nilai yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan budaya kerja yang profesional dan tata kelola yang akuntabel, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang optimal sekaligus menjalankan fungsi pelindungan sumber daya hayati Indonesia.

02/11/2026

SIBF 2026 Buka Peluang Ekspor Global, Karantina Sulsel Tegaskan Dukungan bagi Komoditas Unggulan

Makassar — Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) semakin memperlihatkan potensinya sebagai kawasan investasi dan perdagangan internasional. Melalui Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026, kawasan ini mencatat potensi investasi senilai Rp9,64 triliun serta komitmen ekspor mencapai Rp818,5 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam acara penutupan SIBF 2026 yang turut dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, di Hotel Claro Makassar, Kamis (29/10).

Forum yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 ini diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah daerah se-Sulampua. Mengusung tema “Advancing Sulampua’s Potential: From Regional Strengths to Global Value Chains”, kegiatan tersebut menjadi wadah mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan mitra perdagangan dari dalam maupun luar negeri.

Tidak hanya menghadiri acara penutupan, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan juga turut berpartisipasi dalam pameran yang menjadi bagian dari rangkaian SIBF 2026. Melalui kehadiran tersebut, Karantina memberikan informasi dan edukasi kepada pengunjung serta pelaku usaha mengenai protokol ekspor, persyaratan karantina, hingga prosedur yang perlu dipenuhi dalam pengiriman komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan ke pasar internasional.

Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan dalam mendorong kesiapan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk menembus pasar ekspor. Pasalnya, peluang perdagangan internasional perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap persyaratan teknis dan ketentuan negara tujuan agar proses pengiriman komoditas dapat berjalan lancar.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan bahwa kehadiran Karantina dalam forum investasi dan perdagangan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan informasi perkarantinaan kepada pelaku usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa ekspor bukan hanya tentang menemukan pembeli dan menyiapkan produk, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir untuk memberikan informasi dan mendukung kesiapan pelaku usaha agar komoditas unggulan daerah memiliki peluang yang semakin besar untuk memasuki pasar internasional,” ujar Sitti Chadidah.

Menurutnya, masih diperlukan penguatan pemahaman mengenai prosedur ekspor, termasuk dokumen dan persyaratan karantina yang berbeda-beda bergantung pada jenis komoditas serta ketentuan negara tujuan.

Karena itu, kehadiran Karantina dalam pameran SIBF 2026 diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin mengetahui tahapan pemenuhan persyaratan karantina sebelum melakukan pengiriman komoditas ke luar negeri.

Sementara itu, penyelenggaraan SIBF 2026 menghasilkan 17 Letter of Intent (LoI) dengan total potensi investasi mencapai Rp9,64 triliun. Di sektor perdagangan, komitmen ekspor tercatat senilai Rp818,5 miliar, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp228,1 miliar. Komitmen ekspor tersebut melibatkan 47 UMKM dari wilayah Sulampua yang menjalin kemitraan dengan 44 pembeli dari 20 negara. Sulawesi Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai komitmen ekspor mencapai Rp740,6 miliar.

Capaian ini menunjukkan besarnya peluang komoditas unggulan daerah untuk berkembang di pasar internasional, terutama dari sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Selain menghasilkan komitmen investasi dan ekspor, SIBF 2026 juga memfasilitasi 98 pertemuan bisnis yang melibatkan lebih dari 30 calon investor domestik dan mancanegara. Sebanyak 43 proyek investasi potensial turut ditawarkan, sementara tujuh UMKM Sulawesi Selatan berhasil menjalin kerja sama pemasaran dengan jaringan ritel modern dalam negeri.

Melalui partisipasi dalam pameran dan kehadiran pada acara penutupan SIBF 2026, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekspor komoditas unggulan daerah. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan pelaku usaha, meningkatkan daya saing produk, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan Sulampua.

Pembinaan di Satpel Parepare, Momentum Perkuat Pengawasan dan Tata KelolaParepare - Pengawasan lalu lintas komoditas kar...
30/10/2026

Pembinaan di Satpel Parepare, Momentum Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola

Parepare - Pengawasan lalu lintas komoditas karantina tidak boleh kendur, sementara kualitas pelayanan harus terus dibenahi. Pesan tersebut menjadi penekanan Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah, saat melakukan kunjungan kerja dan pembinaan pegawai di Satuan Pelayanan (Satpel) Parepare.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan meninjau langsung pelaksanaan operasional, mengevaluasi tata kelola pelayanan, serta memantau perkembangan pembenahan sarana dan prasarana pendukung. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan perkarantinaan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.

Dalam arahannya, Sitti Chadidjah mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Menurutnya, konsistensi pengawasan menjadi bagian penting dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit yang dapat mengancam sumber daya hayati Indonesia.

“Jangan lengah, tingkatkan pemeriksaan dan pengendalian terhadap lalu lintas komoditas di setiap pintu pemasukan maupun pengeluaran. Jalin dan perkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di area pelabuhan,” tegas Sitti Chadidjah.

Tidak hanya mengevaluasi aspek administrasi dan operasional, Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan juga meninjau perkembangan rehabilitasi Instalasi Karantina Hewan (IKH) Parepare. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sistem kelistrikan cadangan untuk mendukung keberlangsungan pelayanan.

Pembenahan sarana dan prasarana tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan fasilitas pelayanan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas petugas karantina di lapangan.

Melalui kunjungan kerja dan pembinaan ini, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan perkarantinaan.

Dengan pengawasan yang konsisten, tata kelola yang semakin baik, serta fasilitas yang memadai, Karantina Sulawesi Selatan terus berupaya mewujudkan Pelindungan Maksimal, Layanan Optimal.

Waspadai Kejahatan Siber, Pegawai Karantina Dibekali Literasi Keamanan DigitalMakassar — Ancaman kejahatan siber semakin...
30/10/2026

Waspadai Kejahatan Siber, Pegawai Karantina Dibekali Literasi Keamanan Digital

Makassar — Ancaman kejahatan siber semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Untuk meningkatkan kewaspadaan aparatur terhadap berbagai modus kejahatan di ruang digital, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Subdirektorat Siber, Direktorat Reserse Kriminal Khusus menginisiasi kegiatan sosialisasi pencegahan kejahatan siber bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai dari berbagai satuan pelayanan baik secara luring maupun daring tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi mengenai risiko keamanan digital, mulai dari penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga potensi kebocoran informasi.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan transformasi digital dalam pelayanan karantina memberikan berbagai kemudahan, baik bagi pegawai maupun pengguna jasa. Namun, pemanfaatan sistem elektronik juga harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keamanan informasi dan perlindungan data.

“Harapan kami, melalui sosialisasi ini seluruh jajaran Karantina dapat memahami langkah-langkah pencegahan kejahatan siber. Berbagai persoalan yang mungkin pernah dihadapi juga dapat didiskusikan bersama narasumber untuk memperoleh solusi. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pertemuan ini, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari,” ujar Sitti Chadidjah.

Ia juga berharap sinergi antara Karantina Sulawesi Selatan dan Polda Sulsel terus diperkuat, terutama dalam membangun lingkungan kerja yang aman secara digital, berintegritas, dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Unit 2 Subdirektorat Siber Polda Sulsel, Constantia Bernadetta, mengingatkan bahwa penggunaan media sosial juga memerlukan tanggung jawab dan kehati-hatian. Menurutnya, aktivitas di ruang digital tidak hanya berpotensi menjadikan seseorang sebagai korban, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan hukum apabila digunakan untuk melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan.

“Kami berharap Bapak dan Ibu tidak menjadi korban, tetapi juga tidak menjadi pelaku tindak pidana. Mengunggah konten yang menyerang atau mencemarkan nama baik orang lain melalui status WhatsApp maupun Instagram dapat memiliki konsekuensi hukum. Begitu p**a dengan penipuan daring dan berbagai bentuk penyalahgunaan media digital lainnya,” ungkap Constantia.

Dalam pemaparan materi, perwakilan Subdirektorat Siber Polda Sulsel, Ahmad Fathir, menguraikan sejumlah modus kejahatan digital yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya penyalahgunaan data pribadi untuk pinjaman daring, penipuan berkedok hubungan asmara (love scam), hingga keterlibatan dalam perjudian daring yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum, ekonomi, dan sosial.

Ia mengingatkan bahwa kejahatan siber dapat terjadi tanpa interaksi langsung antara pelaku dan korban. Karena itu, kelalaian dalam mengakses tautan, membagikan informasi pribadi, atau menggunakan perangkat digital dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data.

“Kejahatan siber ini lebih mengerikan dibandingkan kejahatan di dunia nyata yang terkadang masih bisa kita deteksi secara langsung. Ketika pelaku berhasil mengakses data pribadi, dampaknya bisa sangat besar. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menghubungkan akun, email, dan layanan perbankan dengan perangkat yang digunakan sehari-hari,” jelas Fathir.

Selain mengenali modus penipuan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai langkah perlindungan digital, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, pengaktifan verifikasi dua langkah, pembatasan akses terhadap informasi sensitif, serta kewaspadaan saat menerima pesan atau tautan mencurigakan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keamanan digital seluruh pegawai Karantina Sulawesi Selatan, sekaligus mendorong penggunaan teknologi informasi secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Dengan meningkatnya kewaspadaan aparatur terhadap ancaman kejahatan siber, penyelenggaraan layanan karantina berbasis elektronik diharapkan semakin terlindungi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik dapat terus terjaga.

28/10/2026

Menjaga Api Sumpah Pemuda Lewat Kerja Nyata untuk Indonesia

Makassar — Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui upacara dan seremonial, tetapi harus terus dihidupkan melalui kerja nyata, kepedulian, dan pengabdian bagi bangsa. Pesan tersebut menjadi refleksi dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan di halaman kantor induk, Rabu (28/10).

Upacara berlangsung khidmat dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Ketua Tim Kerja Karantina Hewan, Indra Dewa, bertindak sebagai pembina upacara dan diikuti oleh seluruh pegawai baik secara luring maupun daring.

Dalam kesempatan tersebut, Indra membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Melalui amanat tersebut, seluruh peserta upacara diajak kembali memaknai ikrar bersejarah para pemuda pada 28 Oktober 1928. Sembilan puluh delapan tahun silam, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad untuk memperjuangkan cita-cita bangsa. Semangat persatuan itulah yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan Indonesia hingga saat ini.

Generasi muda diharapkan memiliki jiwa patriotik yang diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air, kegigihan dalam menghadapi tantangan, serta empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketiga nilai tersebut menjadi bekal penting untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Bagi insan Karantina, semangat tersebut memiliki makna yang sejalan dengan tanggung jawab dalam menjaga sumber daya hayati Indonesia. Patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui rasa bangga terhadap bangsa, tetapi juga melalui kesungguhan menjalankan pengawasan, mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, seluruh jajaran Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan diharapkan terus memperkuat semangat persatuan, integritas, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas. Momentum ini juga menjadi ajakan bagi generasi muda untuk tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga berani mengambil peran, bekerja keras, memimpin, dan melayani. Sebab, masa depan Indonesia bukanlah sesuatu yang hanya ditunggu, melainkan dibangun bersama melalui langkah-langkah nyata yang dilakukan hari ini.

Dengan semangat “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Karantina Sulawesi Selatan terus berkomitmen menghadirkan pengabdian melalui pelindungan sumber daya hayati dan pelayanan publik yang optimal. Inilah salah satu wujud menjaga api Sumpah Pemuda agar tetap menyala dalam kerja nyata untuk Indonesia.

28/10/2026

🇮🇩 Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98! 🇮🇩

28 Oktober 2026 menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat semangat persatuan dan perjuangan pemuda dalam membangun bangsa.

Dengan semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, mari terus memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia yang lebih maju.

Pemuda bergerak, Indonesia berdampak!

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98!Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.Semangat Sumpah Pemuda menjadi peng...
28/10/2026

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98!

Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dengan semangat patriotisme, kegigihan, dan kepedulian, mari bersama menjaga kekayaan hayati Indonesia demi masa depan negeri yang lebih baik.

Malam Puncak Apresiasi dan Anugerah Karantina 2026, Momentum Perkuat Kepercayaan PublikJakarta — Malam Puncak Apresiasi ...
27/10/2026

Malam Puncak Apresiasi dan Anugerah Karantina 2026, Momentum Perkuat Kepercayaan Publik

Jakarta — Malam Puncak Apresiasi dan Anugerah Karantina 2026 menjadi momentum bagi Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memperkuat kepercayaan publik melalui peningkatan kualitas pelayanan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan yang berlangsung di SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan, ini sekaligus menandai berakhirnya Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 serta seluruh rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Barantin.

Malam puncak tersebut diisi dengan sejumlah agenda apresiasi, mulai dari pengumuman pemenang lomba internal HUT Karantina 2026, pemberian penghargaan kepada Mitra Strategis Badan Karantina Indonesia 2026, hingga penganugerahan Adhi Bhakti Karantina. Berbagai penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi, pengabdian, dan kerja sama dalam mendukung pelaksanaan tugas karantina.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia menilai berbagai agenda yang diselenggarakan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendekatkan Karantina kepada masyarakat.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kepercayaan terhadap Barantin. Namun, kepercayaan tersebut tidak cukup dibangun melalui kegiatan sosialisasi maupun slogan kelembagaan, melainkan harus dibuktikan melalui pelayanan yang konsisten dan terus meningkat.

“Saya titip kepada teman-teman di balai agar Karantina terus dikenalkan kepada masyarakat. Bukan hanya melalui jargon, tetapi melalui kerja-kerja pelayanan yang semakin baik dari hari ke hari. Kuncinya adalah membangun kepercayaan publik terhadap lembaga ini, dan kepercayaan itu hanya dapat diperoleh melalui konsistensi kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Barantin bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan pengawasan dan tindakan karantina, tetapi juga dari kualitas interaksi serta pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan bahwa Malam Puncak Apresiasi dan Anugerah Karantina 2026 menjadi pengingat pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam satu kegiatan, tetapi melalui pengalaman mereka ketika berinteraksi langsung dengan pelayanan kita. Karena itu, kami di Karantina Sulawesi Selatan terus berupaya memastikan setiap pengguna jasa mendapatkan pelayanan yang jelas, transparan, dan sesuai ketentuan. Semakin baik pelayanan yang kita berikan, semakin kuat p**a kepercayaan masyarakat terhadap Karantina,” ujar Sitti Chadidjah.

Menurutnya, penghargaan dan apresiasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja. Kolaborasi dengan mitra strategis perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas karantina dapat berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Berakhirnya rangkaian Hari Karantina ke-149, HUT ke-3 Barantin, dan IQExpo 2026 diharapkan menjadi awal dari penguatan komitmen pelayanan di seluruh jajaran Karantina. Semangat apresiasi, kolaborasi, dan kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Pada Malam Puncak Apresiasi dan Anugerah Karantina 2026, Regional Sulawesi berhasil memboyong penghargaan sebagai Juara II Cabang Olah Raga Tenis Meja.

26/10/2026

Pesan Tegas dalam Apel Pagi : Jangan Jadi Bagian dari Masalah, Jadilah Bagian dari Solusi

Makassar — Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kemajuan organisasi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan yang menghambat pelaksanaan tugas dan pelayanan. Pesan tersebut ditegaskan Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, saat memimpin apel pagi di halaman kantor, Senin (26/10/2026).

Dalam arahannya, Sitti Cahadidjah mengingatkan bahwa tantangan dan dinamika kerja di lingkungan Badan Karantina Indonesia membutuhkan pegawai yang tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki kedisiplinan, integritas, serta kemauan untuk terus memberikan kontribusi positif.

“Jangan menjadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari solusi. Setiap pegawai harus mampu memberikan kontribusi positif, bekerja sesuai aturan, dan ikut menjaga nama baik organisasi. Karena apa yang kita lakukan akan mencerminkan kualitas Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Apel yang diikuti oleh seluruh pegawai, serta mahasiswa magang tersebut diawali dengan suasana duka. Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan mengajak peserta apel untuk mendoakan almarhum Sari Banong dan Ahmad Nadif melalui pembacaan Al-Fatihah. Ia juga menyampaikan belasungkawa serta penghargaan atas dedikasi dan kontribusi keduanya bagi Badan Karantina Indonesia.

Selanjutnya, Sitti Chadidjah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan mahasiswa magang atas kerja keras serta kontribusi mereka dalam mendukung pelaksanaan tugas dan capaian kinerja Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab setiap pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kedisiplinan, terutama kepatuhan terhadap ketentuan kehadiran dan tertib administrasi presensi, menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

“Sebagai instansi vertikal, kita harus menjunjung tinggi profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan. Bagi pegawai yang baru bergabung, saya berharap dapat segera menyesuaikan diri, memahami dinamika kerja, serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” ujarnya.

Sitti juga menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas karantina. Seluruh pegawai diingatkan untuk bekerja sesuai prosedur dan menjaga profesionalisme. Menurutnya, tugas karantina bukan sekadar melakukan pemeriksaan terhadap hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Di balik setiap tindakan karantina, terdapat tanggung jawab besar untuk melindungi sumber daya hayati, mencegah penyebaran hama dan penyakit, sekaligus memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

Selain penguatan disiplin dan integritas, Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan turut menyoroti percepatan pelaksanaan program kerja menjelang akhir tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, realisasi anggaran Karantina Sulawesi Selatan masih berada pada angka 67 persen.

Ia meminta seluruh ketua tim kerja segera mengevaluasi kegiatan yang belum terlaksana dan mempercepat penyelesaian program, termasuk kegiatan pemantauan, monitoring, serta tindakan karantina lainnya. Realisasi anggaran ditargetkan meningkat hingga sedikitnya 73 persen pada pekan berikutnya.

Namun, Sitti mengingatkan bahwa percepatan tersebut harus tetap mengedepankan akuntabilitas, ketertiban administrasi, dan kualitas pelaksanaan kegiatan agar setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Berita DukaKarantina Sulawesi SelaranInnalillahi wainna illaihi roji'un…Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihu wa'fu'anhu ...
26/10/2026

Berita Duka
Karantina Sulawesi Selaran

Innalillahi wainna illaihi roji'un…
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihu wa'fu'anhu wa akrim nuzulahu

Pimpinan dan Keluarga Besar Badan Karantina Indonesia menghaturkan ucapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Gimin Siswo Miharjo bin Salimin (usia 68 tahun) pada hari Senin, 26 Oktober 2026 pukul 13:40 Wib di Desa Kalikebo, Kec. Trucuk, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

Almarhum merupakan Ayahanda tercinta dari Eko Ariyanto, Paramedik Karantina Hewan (PKH) Pemula di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan

Teriring doa semoga almarhum husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diberikan tempat yang mulia.

Kuburnya dijadikan Raudhoh min Riyaadhil Jannah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran & keikhlasan.

Alamat duka : Sasonoloyo, Dukuh Karakan, Desa Kalikebo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Aamiiin Yaa Robbal Aalamin
🤲🏼🙏🏼

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 12
Makassar

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00
Saturday 07:30 - 16:00
Sunday 07:30 - 16:00

Telephone

+628114162626

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karantina Sulawesi Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Nearby government services