23/10/2026
Menjaga Bahasa Ibu, Menjaga Warisan Budaya
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah dan perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026. Acara ini menjadi salah satu ruang selebrasi bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa daerah melalui puisi, dongeng, komedi tunggal, dan tembang tradisi.
Acara ini dilaksanakan di Gedung Namirah, Asrama Haji Kota Palu pada 22 Oktober 2026 dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa di dalam bahasa daerah tersimpan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, perlindungan bahasa daerah tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Beliau berharap FTBI tidak hanya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan bakat, tetapi juga menjadi langkah besar dari upaya pelestarian bahasa daerah yang berkelanjutan agar tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Rahim Husin, S.Kom., turut memberikan sambutan dalam pembukaan acara. Beliau menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Beliau menekankan bahwa bahasa daerah jangan sampai hanya menjadi catatan sejarah atau sekadar kenangan.
Di acara inti, sejumlah 20 murid SD dan 20 murid SMP selaku tunas bahasa ibu dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah menunjukkan kemampuan berbahasa daerah melalui puisi, dongeng, komedi tunggal, dan tembang tradisi. Dengan berani mereka tampil di atas panggung, melantangkan suara saat bertutur bahasa daerah. Penampilan mereka dapat disaksikan di rekaman siaran langsung di kanal Youtube Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara ini ditutup oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta FTBI atas penampilan mereka yang luar biasa. Setiap penampilan merupakan bentuk nyata dari semangat generasi muda dalam mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa daerah. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, guru, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026. Beliau berharap seluruh pihak memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah agar bahasa daerah tetap hidup dan berjaya di seluruh ranah kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
Selain itu, dilaksanakan acara penyematan samir FTBI secara simbolis kepada dua perwakilan peserta FTBI oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi SulawesI Tengah. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah juga menyerahkan uang pembinaan kepada seluruh 40 peserta FTBI sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam upaya pelestarian bahasa daerah.